Aku sadar apa yang kulakukan membawa dampak buruk bagi diriku, namun aku menghiraukannya semata-semata untuk memuaskan kesenanganku. Awalnya aku membantah semua larangan dan nasehat yang diberikan padaku untuk jangan terlalu berlebihan melakukannya, karena aku merasa tidak seperti itu. Namun, semakin lama aku seperti kecanduan, aku akan terlihat seperti orang yang kehilangan akal jika dalam sehari saja tak bermain. Yap, yang kumaksudkan adalah game online. Aku rela tak mengerjakan tugas dan bahkan bolos sekolah.
Teman-temanku juga bermain game yang sama seperti yang aku lakukan, hanya saja diriku terlalu terobsesi dengan game online tanpa peduli dimana dan apapun situasinya. Padahal aku sudah merasakan dampaknya, seperti sekarang aku sudah memakai kacamata akibat terlalu sering menghabiskan waktu dengan smartphone. Namun aku masih belum jera dan tetap meneruskan kebiasaanku itu, hingga suatu hari game online benar-benar menghancurkan hidupku.
" Alfi! Kamu berniat bolos lagi yah?! " Mama menerobos masuk ke kamarku dan membentak.
" Tenang aja ma! hari ini para guru rapat kok, palingan semua murid gak ada yang belajar, sama aja rugi kalau ke sekolah " Jawabku dengan santai sambil asyik bermain game di meja belajarku.
" Kamu dapat informasi dari mana? Kemarin kamu bohong ke mama kalau sekolah kamu kebakaran dan seluruh murid dipulangkan. Tapi tadi Pak Roy nelpon mama dan dia bilang sekolah kamu tidak pernah kebakaran. Pak Roy juga bilang kalau sudah sekitar sebulan kamu jarang masuk kelas, itu berarti selama ini kamu tidak sampai di sekolah dan kamu ke tempat lain. Mama sangat kecewa sama kamu Alfi! Dulu kamu anak yang pintar dan rajin, tapi karena game itu, kamu jadi anak yang pemalas! " Ucap mama sambil menatapku jengkel.
" Mama gak usah lebay deh! " Aku membantah mama dengan alis yang berkerut.
" Sekarang mama sudah tidak sanggup, kalau kamu tidak mau berhenti main game itu, kamu harus tinggal sama kakek kamu! " Mama menekankan ucapannya.
" Iya deh, aku ke sekolah sekarang! " Mama sangat handal membuat ku melakukan sesuatu yang tak ingin kulakukan, Mama tahu aku sangat takut dengan kakekku yang begitu sangar, jadi ia akan mengancam ku untuk tinggal di rumah kakekku jika aku tak mau.
Akhirnya dengan terpaksa akupun berangkat ke sekolah. Di kelas aku bermain game sambil mengenakan headset agar suaranya tak kedengaran dan aku pun duduk di kursi bagian pojok paling belakang supaya tidak ketahuan. Namun, ketika masih asyik-asyiknya bermain, aku merasa smartphone ku terasa begitu panas dan aku berpikir untuk berhenti sejenak agar smartphone ku sedikit mendingin. Saat aku baru ingin memencet tombol power untuk mematikannya, tiba-tiba...Duuaarrr! Smartphone ku meledak tepat dihadapanku, namun karena gerak reflek ku yang cepat, seketika aku melempar smartphone ku kebawa meja dan semua yang berada di dalam kelas menunduk. Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi karena saking terkejutnya aku sampai jatuh pingsan.
" Dimana aku? Apa yang terjadi? " Aku bertanya kepada orang-orang di sekitar ku begitu sadar.
" Kamu sekarang ada di rumah sakit. Inilah akibat dari game online yang selama ini kamu mainkan " Kata mama sambil memegang tanganku.
Semenjak itu aku mengalami kerusakan di bagian kornea mata kanan ku yang menyebabkannya tidak dapat melihat lagi, dan tanganku pun harus diperban akibat luka bakar. Bahkan orang tua ku juga menanggung biaya rumah sakit untuk keempat temanku yang luka-luka akibat ledakan smartphone ku. Aku sudah jera dan memang betul kata pepatah, penyesalan selalu datang di belakang.
===END====
Gimana menurut kalian cerita di atas? Hikmah apa yang bisa kalian petik?
Mmm ... Atau ceritanya biasa aja yah?;(
Hehehe maaf yah kalau kurang menarik dan ceritanya singkat, soalnya ini kan cuman cerpen.
Bagi kalian yang ingin mengenal aku lebih jauh, kita saling follow yuk!!
Follow instagram aku di VV_ji_ atau https://www.instagram.com/vv_ji_/?hl=en
YOU ARE READING
Maniak
Short StorySaat aku baru ingin memencet tombol power untuk mematikannya, tiba-tiba...Duuaarrr! Smartphone ku meledak tepat dihadapanku, namun karena gerak reflek ku yang cepat, seketika aku melempar smartphone ku kebawa meja dan semua yang berada di dalam kela...
