Hari Kamis pagi sebelum berangkat sekolah, seperti biasa Putri sudah sampai di depan rumah Arum. Jika Putri tidak berangkat bersama Arum, dia tidak akan masuk sekolah. Bahkan jika orang tuanya memaksa untuk berangkat. Tepat pukul 6.30 mereka berangkat bersama. Mereka menuju sekolah berjalan kaki karena memang jaraknya tidak terlalu jauh, lagipun mereka sudah terbiasa jalan kaki.
"Arum, tugas Bahasa Indonesia sudah dikerjakan?", kata Putri.
"Yang tugas halaman 25 itu? Sudah dong, malamnya langsung aku kerjakan. Kalau ditunda-tunda malah jadi lupa. Emang kamu belum?", jawab Arum.
"Sudahlah, aku kok belum, haha", kata Putri.
"Eh iya, nanti pulanh sekolah aku mau ke rumah kamu boleh nggak?? Soalnya orang tuaku mau pergi, aku kurang berani aja di rumah sendiri.", pinta Arum.
"Ihhhhh, ya boleh banget lah, aku malah seneng kalau ada temen yang main ke rumah, apalagi nginap, haha", jawab Putri.
"Okelah, nanti sekalian ngerjain tugas bareng, kan ada beberapa tuu yang masih belum aku pahami materinya, jadi agak susah.", bujuk Arum.
"Emang tugas apa?", tanya Putri penasaran.
"Ituu tugas dari Pak Hana, matematika yang halaman 17 itu lhoo.", jawab Arum.
"Ooh yang itu, aku juga belum ngerjain siii. Hehe, ya udah nanti ngerjain bareng aja.", kata Putri.
"Okee, ayo agak cepet jalannya, keburu telat niih.", kata Arum.
Mereka mempercepat langkah mereka karena waktu menunjukkan pukul 6.45. Sesampainya di gerbang sekolah, mereka langsung lari menuju kelas 5A. Bel masuk hampir bebunyi, tapi mereka sudah duduk di bangku, mereka adalah teman sebangku sejak kelas 1 dulu. Mereka seperti tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Bel masuk pun berbunyi, guru mata pelajaran pertama sudah masuk. Siswa siswi mulai mendengarkan penjelasan dari semua guru yang hari itu mengajar. Hingga pelajaran terakhir selesai, para siswa siswi mendengarkan dengan seksama. Bel pulang sudah berbunyi, seluruh siswa siswi pulang ke rumah masing-masing, begitu juga Arum dan Putri. Putri tidak langsung pulang ke rumahnya karena menunggu Arum berganti pakaian dan menyiapkan buku beserta peralatan menulis lainnya untuk menegerjakan tugas berasama. Sesampainya di rumah Putri, mereka masuk kamar Putri dan mengerjakan tugas bersama.
Hari semakin larut, orang tua Arum belum menjemputnya. Kemungkinan malam itu Arum menginap di rumah Putri yang tentunya dengan izin dari orang tua Putri. Bahkan orang tua Putri sudah menyarankan agar Arum menginap.
Keesokan harinya, ayah Arum menjemputnya sebelum jam 5 pagi. Seperti hari biasanya, Arum dan Putri berangkat sekolah bersama. Dan jikalau Arum sakit, Putri tidak berangkat sekolah dan memilih menemani sahabatnya itu.
YOU ARE READING
Sahabat, Apakah Kau Melupakanku?
Short Storykisah-kasih sahabat yang tak pernah terduga oleh siapapun
