.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Woah, lihat dia"
"Bukan kah dia cantik?"
"Cih, menjijikkan"
"Tapi dia memang cantik"
"Aku ingin menjadi pacarnya"
Bisik - bisik memenuhi lapangan sekolah ketika Kim Minju tiba. Tapi dia hanya melewatinya begitu saja berjalan menuju kelasnya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dari Minju, ia hanya siswi biasa yang ingin sekolah dan sesekali membolos tapi..
Wajahnya terlalu cantik untuk seorang manusia.
Kriiiing
Sebenarnya Minju ingin bolos saja di jam pertama ini tapi karena jam pelajaran pertama adalah jam kesukaannya ia lebih memilih kelasnya. ah, lebih tepatnya guru kesukaannya. Ahn Yujin.
Bukan, bukan hanya Minju yang menyukai Yujin tetapi mungkin setengah dari rakyat sekolah memang menyukai Yujin.
Sabar Kim Minju ini memang sulit.
Yuri teman sebangku Minju menyenggol lengan Minju dan berkata "Bodoh, kerjakan tugas"
"Tidak mau, aku ingin berduaan lagi"
"Ck, kau mau berduaan selama apapun juga bisa"
Selama berlangsungnya pelajaran Minju memang hanya fokus pada gurunya, ia bahkan sengaja tidak mengerjakan tugasnya agar bisa berduaan dengan Yujin di ruang guru.
"Baiklah, tolong kumpul pekerjaan kalian" Yujin menghitung jumlah buku dan ternyata kurang satu.
"Siapa yang tidak mengumpulkan tugas?"
Dengan semangat Minju mengacungkan tangannya dan berkata "Aku ssaem!"
Yujin menghela nafasnya kasar.
"Kim Minju ke ruangan ku saat jam pulang"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Minju POV
"Kau dengar itu Yul? Dia menyuruh ku ke ruangan nya"
"Cih, bodoh dia itu akan menghukum mu"
"Tidak apa apa asalkan aku dan ssaem berduaan"
"Dasar gila" Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Minju tidak berhenti tersenyum "Ya aku gila"
Aku tidak sabar jam pulang nanti. Apa ssaem akan memeluk ku? Mencium ku? Aaaaaa cepatlah berakhir pelajaran.
Dasar Kim Minju bodoh.
End of Minju POV
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yujin POV
Bangun, mengajar, pulang, makan, tidur. Ugh, selalu saja seperti ini untung saja aku sudah menikah.
"Kyaaa, lihatlah Yujin ssaem"
"Dia benar - benar tampan"
"Semoga dia jodohku"
"Mimpi saja terus"
"Pasti Istrinya nanti sangat beruntung"
Selalu saja seperti ini, mereka tidak tau saja jika aku sudah beristri.
Ah, seandainya istriku disini pasti ia akan memasang wajah cemberut nya dan memeluk lengan ku erat.
Lain kali, aku harus membawanya.
