i prolog

18 7 0
                                        

"Salman! Salman! Salman!"

Hampir seluruh suporter meneriaki nama Salman. Laki-laki yang bernama Salman itu mulai memutar kunci motor spot berwarna merah. Lalu, ia menatap sinis kepada lawan yang juga melakukan hal sama di sebelahnya.

"Jadi, apa taruhannya?" tanya Salman pada lawannya, Rendra.

"Kalau gue menang, motor lo jadi milik gue."

Salman menaikan salah satu sudut bibirnya. "Kalau gue menang apa yang gue dapat?"

Rendra menjawab, "Ya, sama. Lo boleh ambil motor gue."

"Cih, motor lo itu gak ada apa-apanya buat gue." Kalimat itu mampu membuat Rendra menggeram.

Salman menatap ke arah segerombolan teman-teman lainnya. Di sana mereka mengacungkan kedua jempol pada Salman.

"Tapi, lumayan, sih. Bisa gue jual," lanjut Salman.

Beberapa detik kemudian. Seorang gadis berjalan dengan lenggak-lenggoknya, berdiri diantara kedua motor yang siap untuk balapan.

Tangan kanan gadis itu terangkat. Kain berwarna hitam yang ia genggam di jatuhkan. Menandakan pertandingan di mulai.

Baik Salman maupun lawannya langsung menancapkan gas di atas rata-rata. Jalanan begitu sepi, tentunya jadi lebih leluasa dalam berkendara.

Di balik helm full face, Salman tersenyum kemenangan. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama, karena Rendra menyelip saat di belokan.

Tak ingin kalah, Salman menambahkan gigi motornya dan menambah kecepatan motor.

Saat Salman lengah, ia tak sengaja menabrak sepasang kekasih yang tengah menyebrang jalan.

"Shit." Salman mengumpat.

Salman mengurangi kecepatan dan berbalik arah. Bagaimana pun juga ia harus bertanggung jawab atas kesalahannya.

Salman mengernyit. Sepertinya ia mengenal pakaian yang dikenakan kedua orang itu. Untuk memastikannya, Salman turun dari motor dan berjalan menghampiri.

Jantung Salman serasa copot. Ia menggeleng pelan. Tidak, ini tidak mungkin. Satu buliran air mata turun membasahi pipi. Salman langsung terduduk dihadapan kedua orang yang sudah tergeletak dengan bersimpuh darah.

"Ma ... Pa ..."


•Ailurphobia•


Hai, dengan Fresha di sini.

Terima kasih atas kunjungannya dengan memberikan vote dan comment.

Jujur ini bukan kali pertamanya aku ikutan project dan berhenti di tengah jalan. Mohon doanya semoga lancar sampai akhir part. :)

Kuucapkan terima kasih kepada founder SWOCI dan Starlight Publisher yang mempercayaiku untuk menuangkan ide-ide abstrud di Byuproject.

Terima kasih juga kepada teman-teman yang sabar dengan aku. Sabar karena ke lolaan aku dan slow responnya aku sampai bikin kesal ke ubun-ubun.

Cerita ini murni dari pemikiranku, jika ada kesamaan dalam bentuk apapun itu adalah sebuah kebetulan.

Fresha; 21/9/20

Anda telah sampai ke penghujung bahagian yang diterbitkan.

⏰ Kemaskini terakhir: Sep 21, 2020 ⏰

Tambah cerita ini di Pustaka anda bagi pemberitahuan tentang bahagian baharu!

AilurphobiaTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang