BAWA AKU PULANG
#Part 1
(setelah aku pikir2,lebih baik aku post cerita ini dulu biar kalian penasaran sama endingnya)
(Sebuah cerita air terjun(Curug)).
Cerita ini adalah kisah tentang Dua orang sahabat yang bermain ke Curug (air terjun) yang berada di kota Bandung.
Hai namaku Risa Indriani disini aku akan menceritakan kisahku kisah dimana aku tidak ingin lagi kembali ke Curug (air tenjun ) itu dan itu adalah troma ku yang masih menghantuiku sampai sekarang.
Dimas angga adalah sahabat ku sejak aku kecil dia teman baikku kita selalu pergi menjelajahi dunia ini berdua. tidak menerima pertemanan lain selain aku dan Dimas,Dimas adalah orang yang nyebelin dan gestrek banget,ya gue akui dia memang ganteng namun diantara aku dan dia mungkin tidak mempunyai Prasaan satu sama lainnya kita hanya menganggap aku dan di adalah sahabat,Namun anggapan ku salah ketika Dimas mulai menunjukkan sikap sikap anehnya kepadaku dia mulai care dan tidak seperti biasanya dia seperti menyukai ku,yah karena tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan pasti diantaranya ada yang mencintai sepihak,meskipun akupun punya rasa sama Dimas namun aku tidak ingin mengubah status kita menjadi pacaran haha itu hal yang menggelikan itu sebabnya aku pura pura bodoh saja saat Dimas mencoba memberi ku kode kode cinta:').
Hari itu aku sedang bermain dirumahnya karena rumah kali tetanggaan hampir setiap hari aku bermain dirumah Dimas sampai Larut malam bahkan sering kali menginap begitupun Dimas karena keluarga kitapun sudah terbiasa dengan tingkah laku aku dan Dimas.
Sore itu Dimas menyarankan untuk liburan dan dia sangat ingin mengunjungi Curug (air terjun) katanya dia pernah melihatnya di FB dan Curug itu benar benar indah sejuk dan belum ramai orang yang kesana.
"nahh liatt sa bagus banget kan curugnya" sambil liatin Poto Curug itu
"Tapi agak menyeramkan sih dim sepi gitu" tanyaku ragu
"Yaelah sejak kapan Lo jadi penakut we"meledek ku
"Gue bukan takut gue cuma ga yakin aja sama tempatnya"
"Lo percaya deh sama gue gue bakal jamin kesalamatan Lo lagian ni Curug dekat dengan rumah warga ko jadi Sans aja"
"1 jam perjalanan kehutan Lo katain dekat? sakit emang "
"Ditengah hutan juga ada warung warung gitu saaa,kali kali liburan ketempat horror ke gini ke biar nambah keberanian kita buat nelusuri alam ini"
"Serah Lo gue ngikut" akhirnya aku setuju saja dengan pendapat Dimas meskipun aku ganiat banget buat kesana tapi Dimas maksa banget yah mau gimana lagi deh aku ikut aja
"Besok berangkat caw"
"Loh ko dadakan banget sih Dimas t*i,besok kan hari Selasa"
"Libur gini gaaperlu beda bedain hari setiap hari juga libur haha"
"Tapikan kalau hari Minggu pasti banyak yang kesana "
"Gue mening beruda kali disana banyak orang mah canggung tau, ayolah Rissa Indriani yang cantik ayolah" katanya meranyu ku
"Yadehhh"
"Yessss besok kita berangkat jam 7 yah Lo harus udah bangun kalau engga gue guyur loo"
"Serah lu aja "
Malam harinya aku meminta ijin ke mama buat main ke rumah temen aku gajujur sama mama karena kalau aku jujur mama apalagi papa gaakan ngijinin aku buat kesana yah terpaksa aku boong deh;(
Sedangkan Dimas dia jujur keorang tuanya orang tuanya tidak mengijinkan Dimas namun Dimas orang yang sangat keras kepala banget akhirnya ibunya dengan berat hati mengijinkan Dimas.
Pagi itu jam 8 aku udah siap untuk berangkat aku hanya membawa tas kecil yang didalamnya ku isi makanan karena tidak ada rencana buat camp disana aku membawa keperluan sebutuhnya saja,sedangkan Dimas Ntahlah dia tidak tau mau kemana dia membawa semua perlengkapan naik gunung seperti mau tinggal digunung saja rangsel nya begitu besarrr aku ngagideg (menggeleng kan kepala) melihat kekonyolan dia.
Diperjalanan aku bahas kenapa dia membawa banyak sekali perlengkapan dan dia dengan konyolnya menjawab
"Gue takut ga pulang lagi jadi gue siap siaga aja sih haha"
"Demi apa gue punya temen tolol ke elo"
"Lah nanti kalau gue ilang di utan Lo bakal nangis nangis kangen sama dimasmu ini"
"Ga gue malah akan sujud sukurr akhirnya ga di ikutin terus sama mahkluk aneh ke elu"
"Ko ko gitu sih;( jahat"
"Baper baperan "
Begitulah bercandaan kami sampe tidak kerasa sudah ditengah tengah hutan banyak pohon pohon tinggi dan menyeramkann dan anehnya sangat sepi hanya ada satu dua bapak bapak yang mungkin mau pergi ke ladang nya.
Aku melihat ada seorang ibu ibu membawa tas memakai topi setelan berkebun aku langsung saja menanyakan kepada ibu ibu itu.
"Bu punten ai Curug C....i masih jauh?"
"Lumayan neng masih jauh ke Aya dua wahangan deui nukedah di lewatan (lumanyan neng masih jauh nanti ada 2 sungai yang harus dilewati)"
"Oh muhun Bu nuhun pisan" (oh iya Bu makasih banget)
"Neng Bade Ameng kacurug?kadenya ulah mijah ulah nyarios kasar ulah nyarios kamana meni" (neng mau main ke Curug?hati hati jangan berlebihan bercanda jangan berbicara kasar sama jangan ngawur)
"Oh iya Bu" kataku memang setiap kali aku bermain ke daerah alam banyak yang ber amanat seperti itu jadi aku sudah tidak heran lagi.
Aku dan Dimas terus menulusuri benar saja aku melewati sungai itu namun ketika aku melewati sungai ntah apa aku merasa ada seorang wanita mengawasi ku dari atas namun setelah aku melihatnya tidak ada siapa siapa ah mungkin hanya prasaanku saja.
Ketika aku melewati sungai yang kedua tiba tiba Dimas sangat lelah dia memintaku berhenti istrirahat di pinggir sungai dan dia bilang
Amjinccg cape banget t*i
Aku langsung menatapnya tajam dan bilang
"Lo jangan bicara ke gitu inget ini dimana awas aja kalau bicara ke gitu lagi"
Itulah aku mengomel karena takut dan sebenernya aku udah ngerasa ada yang ngikutin aku dari awal tadi menyebrang sungai pertama ketambah Dimas malah bicara seperti itu aku semakin ketakutan namun tidak aku expresikan ke Dimas aku takut merusak main kami jadi aku hanya diam.
Kita melanjutkan perjalanan dan sampai di Curug pertama betapa indahnya tuhan menciptakan alam aku begitu jatuh cinta dengan tempat ini dan Dimas kulihat dia sedang mendirikan tenda dipinggir genangan air Curug
"Niat banget Lo sampe diriin tenda"
"Yadong biar ga kepanasan "
Dia langsung membuka bajunya membiarkan celana pendek nya saja dan byurrr dia lompat kearah danau kecil air terjun itu dan betapa terkejutnya aku karena dia langsung menghilang tidak terlihat lagi.
"Dim Dimas dimas lo dimana dimas jangan nakut nakutin gue Lo gapapa kan Dimas?" Ucapku hawatir
Namun Dimas tiba tiba muncul sambil tertawa
"HAHA Enak banget segerr bener sinii Lo harus terjun juga ini ga dalem Koo"
"Ga ah gue disini saja,lagian Lo apaan sih bikin gue hawatir aja".
"Tenang aja guee gapapa kok " sambil berenang aku mengambil beberapa Poto Dimas dan aku selpi Dimas keasikan berenang sampe aku berdiri Dukss
Kepalaku mengenai plang yang sudah tertutup daun daun rimbun
"Awwwww apaan si ini" jawabku sambil melihat plang itu dan betapa terkejutnya aku melihat tulisan di plang itu JANGAN BERENANG Aku langsung memanggil Dimas untuk naik
"Apaan sih ciwi berisik amat orang lagi asik juga" jawabnya sambil menghampiriku
"Lihat ini " aku menunjukan plang itu kedimas namun dia hanya tertawa
"Gapapa ko Lagian gue gapapa kan tuh itu juga gadalem apaan sih gue kira apa"
Katanya sambil mencoba berenang lagi
"Ga Dimas gaboleh" kataku sambil memegang tangan nya namun ntah apa yang terjadi pada Dimas dia begitu keras kepala dia berenang dan tidak menghiraukan laranganku dasar Dimas begitu menyebalkan KENAPA DIA SANGAT KERAS KEPALA.
-besambung
#selamat membaca,dan semoga kalian suka🥰
