PRESENT
HORROR STORY
TRAILER.
/////
" Mama kenapa kita harus pindah ? "
menoleh kepada anak usia enam tahun, pada gendongan nya, Puspa menarik senyum tipis
" kenapa Jinkyu bertanya lagi hmm ? "
anak laki-laki kecil itu Nampak merenggut, saat sang mama justru malah balik bertanya, bukan nya memberikan nya sebuuah jawaban
" Jinkyu, jadi harus berpisah dengan Haeyun "
mengerti dengan raut sedih sang anak, Puspa mengecup lembut pipi berisi Jinkyu
" papa kan harus pindah kerja, tidak apa-apa ya, Jinkyu bisa mencari teman main yang baru, Haeyun kan bisa berkunjung jika bibi Salma datang "
pada akhirnya Jinkyu mengangguk mengerti dengan perkataan sang mama, anak itu memang masih muda, tapi sudah memiliki otak cerdas turunan dari kedua orang tuanya, Nampak sudah tertanam pada Jinkyu.
" sayang, bisa bantu aku sejenak ? "
Puspa menyahut sejenak, saat sang suami memanggilnya untuk meminta bantuan, Nampak Jeno yang tengah membawa sebuah kardus dalam dekapan nya, yang kini tengah, merapihkan barang-barang yang tersisa
" ah ! iya sebentar Jen, Jinkyu bermainlah sendiri dulu ya ? ingat jangan dekati benda berbahaya, mengerti ? " peringatnya pada Jinkyu, setelah menurunkan sang anak tepat di sisi mainan-mainan nya berada, dan dengan tenang Puspa meninggalkan sang anak lalu berjalan mendekati Jeno
" dimana alat-alat lukis milik ku Jen ? "
bertanya pada Jeno saat tidak melihat sekerdus berisi peralatan lukis milik nya
" aku sudah meletakan nya pada kamar kosong, kamu bisa melakukan kegiatan melukismu, tanpa gangguan Jinkyu " Puspa hanya mengangguk saja, setelahnya menatap puas sebuah figura foto berukuran large pada kamar mereka, yang telah Jeno pasang tadi
sejenak pandangan wanita itu teralih pada arah jendela kamar yang terbuka lebar, Nampak berhadapan langsung pada halaman belakang rumah itu, terlihat sebuah ayunan tua Nampak berdecit, saat bergerak, akibat besi yang sudah sedikit berkarat
wanita itu berfikir sepertinya dirinya akan meminta Jeno untuk mengganti ayunan itu dengan ayunan baru, untuk Jinkyu bermain, karena tak ingin Jinkyu terluka saat sedang bermain pada halaman belakang
daun-daun Nampak terlihat berguguran jatuh sore itu, berjatuhan tepat di atas ayunan tersebut, sedikit berdecak saat menyadari halaman belakang Nampak bala akibat daun-daun itu, mungkin Puspa harus menyewa seorang tukang kebun, untuk merawatnya
namun seketika, ia berfikir mungkin ia hanya sedang berhalusinasi sore hari, juga akibat tubuhnya yang tengah Lelah, namun suara tawa dari seorang anak kecil perempuan itu Nampak nyata dalam pendengaran nya
bagaimana seorang gadis kecil yang tiba-tiba saja tengah bermain dengan bonekanya pada ayunan tua itu, angina menghembusksn, rambut Panjang tergerai sepinggang milik anak itu, baju putih nya Nampak lusuh, terlihat juga beberapa noda tanah pada bajunya
Puspa hanya terpaku menatap anak itu, tak bisa bergerak seolah terkunci bahkan, hingga ketika wajah pucat itu menoleh ke arahnya, dan itu membuat nafasnya seketika tertahan
YOU ARE READING
HOME /
HorrorRumah ? Jeno tidak pernah menyangka, bahwa keputusan nya untuk membawa keluarga kecil nya pindah, justru membuat mereka terjebak dalam mala petaka
