Ruang kedua itu adalah tempatku, setelah aku menjadi istri nya. Kepergian saudara kembarku membuatku harus jatuh cinta sendirian, ruang kedua di dalam hatinya hanya tersisa sedikit saja.
Hembusan angin menerpa rambutku, perlahan namun sukses menembus tulangku, waktu seakan berhenti hingga membuatku bediri mematung. Dia, ya dia pria yang sudah dua tahun menjadi mantan suamiku. Dia yang membuat dua tahunku selama di Seoul tetap sendiri, ya dia, pria yang kucintai namun tetap mencintai kembaranku, Tia.
Pernikahan yang baru seumur jagung itu mengisahkan rasa yang teramat dalam, rasa ingin terus memilikinya, walau hatinya tetap lah bukan untukku. Jika boleh jujur, aku tidak mau berada di masa ini, aku hanya ingin berada di masa ketika Tia masih hidup dan hanya menjadi penengah antara mereka berdua.
Kala itu aku benar- benar sangat bahagia tatkala hanya menjadi seorang adik yang disayangi oleh kedua kakaknya, dan tentulah dia juga bahagia dengan kehadiranku sebagai calon adik ipar bukan seorang istri.
Namun, waktu tidak berpihak pada kami yang selalu ingin bersama. Tia meninggalkan kami dalam kecelakaan ketika hendak pergi ke acara pameran lukisanku , sungguh penyesalan itu masih ada di dalam batinku, Tia yang waktu itu sibuk bekerja menyempatkan waktunya untuk datang karena aku memang memaksanya, itu adalah pameran pertamaku, sebuah kisah yang di dalamnya terdapat tiga orang yang saling menyayangi, namun bukan kisah cinta segitiga yang ku maksud, tapi takdir membuat kisah itu menjadi cinta segitiga dan hanya aku yang mencintai sendirian.
Dengan trauma yang ku alami, hingga akhirnya aku lupa dengan masa laluku, bukan lupa tapi sengaja melupakanya.
Pria yang saat ini beberapa kali menatap jam di tangannya bernama Zharvan Yiandra, dari kejauhan aku hanya bisa menatap wajah yang dulu selalu tertawa bersama, entah ini takdir atau hanya kebetulan,yang jelas aku tidak tau harus bahagia atau sedih. Karena dia datang di tanggal yang kusebutkan dua tahun lalu.
" 14 februari 2020, jikakakzharvanberubahpikiran, datanglahketempatdimanaakutinggal."
Dan dia pun datang, ke sini, tepat di dalam hatiku...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.