" Sebuah Kartu Ucapan "

12 3 0
                                        

'Tling'
Suara bel di pintu cafe berbunyi, menandakan ada orang yang masuk ke cafe tersebut.
Seorang perempuan cantik, rambut panjang yang dibiarkan bergurai masuk ke cafe itu.
Dia duduk di kursi paling pojok.

"sepertinya, perempuan itu sedang sedih." ucap Rayhan yang sedari tadi menatap perempuan itu.

"perempuan mana?" ucap caca.

"itu, yang sedang duduk di kursi paling pojok disana, yang baru masuk cafe barusan." ucap Rayhan

"mungkin dia lagi ada masalah. Kamu samperin aja sana. Sambil tawarin, siapa tahu dia mau pesan sesuatu"

Kemudian Rayhan menghampiri perempuan itu. Bertanya, siapa tahu ada yang ingin dipesan oleh perempuan itu.

"coffe late nya aja satu mas" jawab perempuan itu.

"baik, tunggu sebentar" ucap Rayhan pergi untuk membuat pesanan perempuan itu.

Setelah itu, dia mengantarkan pesanannya.
Bukan Rayhan namanya, jika tidak mengantarkan pesanan pelanggan dengan kartu ucapan di samping gelasnya.
Kali ini, dia menempelkan secarik kertas ke pesanan yang perempuan tadi pesan.

"terimakasih" ucap perempuan itu setelah menerima pesanannya.
Ia melihat ada secarik kertas di pinggir gelasnya. Dia mengambilnya dan membacanya. Dia tersenyum, hatinya mungkin lebih baik setelah membaca itu.

'haii? Mungkin setiap orang punya masalah masing masing. Tetapi, tidak semua orang juga dapat menceritakannya. Namun, kita jangan ngeluh, jangan menyerah. Hadapi semua masalah yang ada, tetap semangat, dan tetap tersenyum ya!"

(tandatangan Rayhan)

Dengan ucapan itu, Rayhan berharap agar perempuan tersebut merasa lebih baik lagi kedepannya.

Hari demi hari, perempuan itu menjadi langganan di cafe tersebut. Karena, sejak pertama dia kesana dia merasa lebih baik. Karena selalu mendapatkan ucapan ucapan yang membuat dia bangkit akan segala permasalahan yang ada.

Sampai suatu hari, perempuan tersebut merasa ada yang kurang dengan pesanannya.

"maaf mbak, tumben gaada kartu ucapan di gelasnya?" tanya perempuan itu

"iya mbak, soalnya yang biasa bikin kartu ucapan lagi libur mbak" ucap Caca

"oh, gitu" ucap perempuan itu.

"iya mbak, kalau gitu saya permisi" ucap caca sebelum meninggalkan perempuan itu.

Namun, perempuan itu merasa gelisah, karena tidak ada kartu ucapan yang bisa membangkitkan mood dia hari ini.
Setelah selesai, dia bergegas pergi menuju toko buku yang tepat berada di sebrang cafe tersebut.
Dia melihat buku buku yang akan dia baca hari ini. Disaat dia memilih buku, dia melihat orang yang tidak asing baginya. Ya, orang yang selalu menulis ucapan di secarik kertas yang membuat orang menambah moodnya. Ya, itu Rayhan.

Lalu, perempuan itu datang menghampirinya.
"permisi, kamu yang kemarin di cafe sebrang yang suka menulis ucapan di kertas itu bukan?" ucapnya.

"i iya, kamu yang sering datang ke cafe kan?" tanya Rayhan.

"aku Putri" ucap perempuan itu sambil mengangkat tangannya untuk berkenalan dengan Rayhan.

"Aku Rayhan" ucap Rayhan sambil membalas jabatan tangan Putri.
Lalu mereka duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 07, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cerpen "sebuah kartu ucapan"Stories to obsess over. Discover now