Raga ini terasa berat untuk segera beranjak dari tempat ternyaman ini, menurutku sih. "Hoi bangun hoi" Hhhhaaaaaaiiissss berisik kali ini orang bangunin orang kayak teriak-teriak seperti ada maling saja.
Masa bodoh sama panggilan si Wulan. Ku tarik lagi selimut ini untuk menghindari dinginnya pagi. Terbukalah pintu kamar kosku yang lumayan luas ini karena memang aku memilih kamar kos ini dengan fasilitas yang mencukupi. Aku terperanjak dari rebahan ini, aku sadar bahwa Wulan telah berada disampingku. "Elu lupa ya, elu sendiri kan yang kasih kunci kamar kos lu ke gue??"
"Haaaddduuuhhhhh slah gue berikan kunci itu ke elu"
"Eh gue ada berita heboh lho, elu sih tadi malem kabur duluan dari pestanya si Indah."
Sambil bergegas menuju kamar mandi, karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. Sambil gue mandi Wulan tanpa hentinya ceramahin gue tiada henti. Gue cuek aja anggap aja ceramahnya itu masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tappii.. gue terhenti sejenak ketika Wulan mengatakan sesuatu.
"Eh, gue mau kasih tau elu, tapi gue takut nanti elu kenapa-napa. Gue takut elunya sakit hati. Tapi kalau sakit hati si pasti. Tapi gimana ya?" Seketika Wulan berhenti agak lama tidak seperti ceramahnya yang entah kemana-mana. "Apaan sih, ngomong aja gue gak papa kok kayak gak tau gue aja. Mana bisa gue sakit hati kalau orang yang nyakitin gue gak keterlaluan."
Wulan melanjutkan bicaranya. "Gue tadi malem denger omongannya Ega dengan Handi, say. Mereka sebenarnya taruhan siapa yang dapetin kamu dia adalah pemenangnya. Dan yang menang dia akan dapetin motor yang lagi ngetrend itu lho."
Dan seketika... dddduuuuaaaarrrrr rasa ini seakan hancur mendengarnya aku pun terdiam sejenak. Memandang wajahku sendiri di kaca yang penuh dengan embun. Ya, kali ini gue merasa sakit hati. Mungkin karena gue sebagai bahan taruhan. Beda dengan waktu gue diselingkuhin oleh Ega satu tahun yang lalu. Dan kejadian itu tidak berasa sakit hati ini. Tapi kali ini gue udah gak tahan mendengarkannya. "Sttoooppp" teriak gue.
Pandangan gue kesana kemari berharap melihat mobil warna biru metalic dengan stiker bertuliskan "Bayu Ega Shop", ya karena dia sekalian promoin distro punya nya. Gue dan Wulan langsung menuju ke kantin kampus, kantin kampus memang berdekatan dengan parkir motor. "eeehhh eeehh Mbun, coba tengok ke kanan Lu!" Perintah Wulan dan gue seraya langsung menoleh arah kekanan. Ku kenal dengan boddy kekar tinggi putih, dia masih memakai helm, berkcamata hitam. Tapi gue masih mengenali postur tubuh seperti itu. Ya itu Ega.
Sambil menahan langkahku "Eh lu mau kemana, santai aja tungguin aja di disini". Sontak ku kibaskan tanganku yang dicengkeram erat oleh Wulan. "Lepasin gue! tu laki memang butuh di beri perhitungan" "Tapi elu sayang kan?" Wulan sambil menahanku. Tapi gue tetap berlari ke arah Ega.
"Dasar lu Ga, laki-laki gak tau malu, keterlaluan!" Tak sadar bahwa tangan ini telah melayang ke wajah putih bersih yang masih berdiri terheran-heran pada ku sambil memandangku.
"HHeeeiii apa-apaan ini sayang? apa maksud kamu, tiba-tiba kamu giniin aku. Apa salah aku?" masa bodoh sama orang-orang disekelilingku melihatnya. Yang pasti gue udah puas menamparnya karena kelakuannya. Ya aku memang masih mendengaran dari Wulan saja si tanpa bertanya ke orangnya langsung. Dan kenapa aku langsung percaya ke Wulan karena Wulan salah satu teman gue dari masa SMP yang selalu bersama.
Ega masih mengejarku dan meminta penjelasan dari gue. Sementara gue sudah masuk kelas karena ada kuliah di jam 10.
Seharian HP off, di kamar kos sambil nonton drakor terasa sepi sunyi. Tapi ini bisa buatku lebih nyaman dan bisa melupakan kejadian tadi pagi. Tiba-tiba gue tersadar kok bisa-bisanya gue lakukan hal itu. Tapi ya sudahlah, dia pantas untuk mendapatkannya. Pikiran gue masih kemana-mana. Apa bener ya berita dari Wulan? Apa benar ya yang dilakukan Ega?
YOU ARE READING
EGO EMBUN
Teen FictionGadis yang begitu kuat egonya tetapi dia tetap penuh cinta kepada siapa saja yang berada di dekatnya, bahkan orang yang tidak dia kenal pun tak luput dari kebaikannya. Embun egonya tinggi hanya terhadap mantan kekasihnya yang bernama Ega. Karena Emb...
