#1

8 0 0
                                        

Setelah Pemakaman Ibunya Nayya masih terus berdiam diri diKamar Sang Ibu . Bahkan matanya tidak berhenti mengeluarkan Air mata . Dunia Nayya benar benar Runtuh, Ibunya sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri didunia ini

" Hisk hissskk Ibuu mengapa begitu cepat Ibu pergi hiks . Nayya Lulus dengan nilai tertinggi sesuai keinginan ibu hiks hiks " Tangisnya sedih menatap foto Ibunya

" Sekarang Nayya sendiri Disini Buu, mengapa Ibu tidak membawa Nayya ikut pergi bersama Ibu hiks hiks "

Ya Nayya hanya tinggal berdua saja dengan Ibunya yang seorang pedagang Kue kering itu . Ibunya anak yatim piatu, sejak kecil tinggal Di panti Asuhan dan tidak memiliki Saudara . Selama mereka tinggal dikampung ini Budhe Marni yang membantu mereka yang merupakan Tetangga Dekat

" Nayya juga berhasil Dapat Beasiswa Kuliah Di Jakarta Bu, Biar nanti disana kita tinggal sama Ayah juga . Tapi bagaimana Nayya Tahu Ayah kalau ibu saja sudah meninggalkan Nayya sendiri hiks hiks "

Nayya selalu bertanya tentang Ayahnya . Tapi Ibunya selalu menjawab kalau Ayahnya berkerja di Jakarta . Dan butuh waktu lama untuk pulang . Nayya yang polos pun selalu percaya perkataan Ibunya tentang sosok Ayah itu

Tok tok tok

" Neng Buka pintunya Neng, ini Budhe Marni "

Nayya mengusap Air matanya dan bangkit menuju pintu

" Budhe.. " Nayya kembali menangis dipelukan Marni yang sudah dianggap seperti Ibunya juga

" Sudah Neng, Kamu Harus Ikhlas . Mungkin Tuhan lebih menyayangi Ibu makanya Tuhan memanggilnya pulang "

Marni pun ikut menangis memeluk Nayya, Gadis ini sudah dianggap seperti Putrinya sendiri . Walau kadang Marni suka jengkel dengan sifat jahilnya yang saat kecil suka mengacohnya dulu . Tidak disangka gadis kecil itu sudah tumbuh Dewasa dan sangat cantik seperti Ibunya

" Diluar Ada orang yang ingin bertemu dengan Kamu . Ayo sana jumpai " kata Marni mengusap air mata di pipi Nayya

Nayya menatap bingung, Lalu iapun mengangguk dan menemui orang yang ingin bertemu dengannya itu

Lelaki itu langsung berdiri dari Duduknya saat melihat Gadis Cantik dengan mata lembab habis menangis itu menghampirinya

Wajahnya, Kulitnya, Warna Rambutnya, dan semuanya sama persis dengan Gadis 18 tahun lalu yang sempat menemani hari harinya dulu juga mengisi relung hatinya

" Nayyara.. ini Papa Sayang " Kata Lelaki itu memeluk Nayya yang terkejut

" Papa.. " Gumamnya

" Suatu saat Ayah pasti pulang . Nayya harus Rajin belajar kalau ingin bertemu Ayah ya sayang "

Kata kata Ibunya membuat Nayya menangis dan melepaskan pelukan Lelaki itu

" Selama ini Ayah mengapa tidak pulang? Bahkan saat ulangtahun Nayya Ayah juga tidak ada, saat pengambilan Raport Ayah juga tidak pulang . Apa pekerjaan membuat Ayah melupakan kami sampai bertahun tahun! Hiks hiks "

" Sekarang Ibu sudah pergi dan Ayah baru pulang, mengapa Ayah tidak pernah memberi kabar kepada kami? Aku dan Ibu selalu merindukan Ayah disini, Tapi Ayah tidak pernah sekalipun memberikan Kabar kepada kami hiks hiks "

Erico menatap sedih putrinya
" Selama ini Papa selalu mencari kalian . Bahkan hampir setiap bulannya Papa selalu ke Panti Asuhan tempat ibumu tinggal dulu . Tapi Tidak ada Tanda tanda keberadaan kalian . Dan Papa menyesal pernah meninggalkan Ibumu . Kalau saja Papa lebih berani membawa Ibumu . Mungkin kita sudah hidup bahagia "

Nayya menatap bingung Ayahnya . Apa yang Ayahnya katakan? Mencari? Meninggalkan ibu? Apa maksudnya?

Marni mendekati kedua dan memberikan sesuatu pada Nayya

" Bacalah ini Neng, Ibumu sudah menuliskan semuanya disini sebelum ia meninggal " kata Marni

Nayya menatap Surat itu dan mengambilnya

* Dear Nayyara Putriku Sayang
Mungkin saat kamu menerima surat ini Ibu sudah tidak ada di dunia . Maafkan Ibu sayang, Selama ini ibu selalu berbohong tentang Ayahmu yang bekerja . Percayalah Nak, Ibu melakukan ini demi kebaikan kamu juga, Ibu tidak ingin kamu bersedih karena mengetahui kalau Ibu sengaja menjauhkan kamu dari Ayahmu . Ibu sangat menyayangi kamu Neng, makanya Ibu terpaksa menyembunyikan kamu . Dan Ibu juga mencintai Ayahmu, maka dari itu Ibu lebih memilih pergi darinya dan bersembunyi diDesa kecil ini . Anakku Nayyara . Ayahmu itu lelaki terbaik yang pernah Ibu temui, Dia sangat mencintai Ibumu ini, tapi ibu sadar diri, Ibu hanyalah wanita sebatang kara yang besar dipanti Asuhan, sangat tidak pantas jika ibu berharap lebih pada Ayahmu yang dari kalangan Atas . Ayahmu adalah Pria yang sangat sukses dan juga sudah beristri, Ibu tidak ingin menjadi orang ketiga lebih jauh lagi . Dan ibu senang saat mengandung kamu Nak, Kamu adalah hadiah terindah ibu selama hidup didunia ini . Semoga kamu selalu bahagia Anakku . Doa ibu menyertaimu Nayyara Almerico

Nayya menangis dan menatap Wajah Tampan Ayahnya
" Aku pikir Ibu satu satunya Istri Ayah, ternyata Ibuku yang kedua hiks hiks hiks "

Erico memeluk Putrinya yang malang
" Maafkan Papa sayang, Karena Kebrengsekan Papa Kalian jadi seperti ini "

Marni memegang bahu Nayya
" Ibumu selama ini sakit Nayya, Maka dari itu Budhe terpaksa memberitahu Pak Erico keberadaan kalian . Ibumu sempat tidak setuju akan hal ini, tapi Pagi itu saat kamu sekolah kami sudah diskusikan soal ini, dan Kamu akan Tinggal bersama Papamu di Jakarta jika memang Tuhan benar memanggil Ibumu Pulang "

" Jadi selama ini Budhe tau soal Papa? Dan Budhe juga tau kalau Ibu sakit? Kenapa tidak ada yang memberitahu Nayya hiks hiks Ibuku menanggung semuanya sendirian Tanpa aku ketahui selama ini ohh anak macam apa aku ini hiks hiks hiks " Marni mengangguk dan memeluk Nayyara

" Maafkan Budhe Neng "

---

Setelah jelas semuanya, Akhirnya Nayya ikut Papanya pindah ke Jakarta . Awalnya Nayya menolak dan ingin tinggal dengan Marni saja, tapi Marni kembali berkata kalau Sayyara Ibunya akan sangat bahagia jika Nayyara ikut bersama Papanya dan mewujudkan impian Gadis itu sejak kecil . Ya impian gadis itu sangat sederhana, Ia ingin tinggal bersama Papanya dan juga Ibunya, ya walaupun pada akhirnya ia hanya akan tinggal bersama Papanya dan juga Istri serta Anak anak Papanya yang lain

" Budhe Nayya akan sangat merindukan Budhe disana hiks " Nayya memeluk Marni

" Budhe juga akan merindukan kamu Neng, semoga kamu bahagia bersama keluarga barumu Anakku " balas Marni

" Rumah ini akan tetap menjadi rumah terbaikku . Aku pasti akan sangat merindukan setiap momen di Desa ini " Kata Nayya menatap sedih Rumah ibunya yang ternyata sudah Erico beli untuk ibunya agar Wanita itu tidak susah payah membayar kontrakan

Sungguh hebat para Orangtua ini menyimpan Rahasia

Erico menyuruh pengawalnya membantu bawa Koper Nayyara ke Limousine yang menjemput mereka

Lelaki parubaya itu merangkul Putrinya untuk masuk ke Limo
" Aku takut nanti keluarga Papa tidak menerimaku disana " katanya yang sudah duduk disamping Erico

" Keluarga Papa sudah tau keberadaan kamu sayang . Tapi mungkin ini akan mengagetkan Anak anak Papa, karena mereka belum tau soal kamu "

" Bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku? " Tanya Nayya khawatir

" Mereka baik kok . Kamu tenang saja " Balas Erico mengelus Kepala Nayya dan mencium puncak kepala gadis itu

" Aku tidak menyangka kalau ternyata Nayyara begitu mirip dengan Kamu Ay, Dia sangat cantik dan juga lembut seperti kamu . Terima kasih sudah memberikan Putri yang sangat Cantik untukku Ay, aku benar benar seperti sedang bersama kamu dan aku sangat merindukan kamu Ay " Batin Erico terus mengelus kepala Nayya yang bersandar dipelukannya

" Untuk pertama kalinya aku sangat dekat dengan Lelaki . Dan itu Papaku sendiri . Papa yang selama ini aku nantikan kepulangannya . Dan sekarang ia sedang memelukku dengan penuh kasih sayang . Ibu pasti sudah mempersiapkan semuanya sebelum melakukan sesuatu . Ya aku percaya ibu hanya ingin aku bahagia " batin Nayyara terharu

NAYYARAStories to obsess over. Discover now