satu

7 3 0
                                        

mas pano <33

adek sekolah kan?
semangat ya dek, jangan
suka mabal

iyaaa, mas jugaa yaa
rawrr!

-

"aku gasuka mabal yaa, ya Allah, masa alura mabal, ya paling nunggak tugas," batin lura setelah membaca pesan dari kekasih di dunia virtualnya itu.

     pagi yang cukup indah di kota ratusan taman itu, suara burung yang terdengar cukup indah untuk mengawali hari alura. namanya alura anindita, nama yang cukup indah untuk didengar. gadis yang terjebak di dunia virtual itu cukup bersenang senang di sana daripada dunianya yang asli. memulai bermain di dunia palsu dengan meminjam paras nan ayu milik shin ryujin dengan nama joanne heraya

kalau kata orang, manusia punya sifat yang berbeda tergantung dengan dunianya, ini yang menggambarkan si cantik, lura, berbeda dari kehidupan nyata, di dunia virtualnya, dia memiliki banyak teman dan mudah berinteraksi, sedangkan di dunia nyata dia cukup pendiam dan malas berbicara jika bukan keorang dekat.

"ke sekolahnya semangat, jangan keliatan males, tapi sebenernya aku males banget. kenapa aku bisa sekolah disini, sih??" monolog lura pelan sambil jalan ke sekolah dia yang bentar lagi nyampe.

"ya Allah belum masuk area sekolah aja males, pengen mabal aja," lura melanjutkan ucapannya saat sudah sampai dekat gerbang sekolah, suasana disana masih cukup sepi, belum banyak siswa yang dateng.

"astaghfirullah, kata pacarmu kamu jangan mabal, oke aku harus semangat terus, kapan kapan aja menyarahnya."

     sebelum gadis itu memasuki area sekolah, lura menarik nafas sangat panjang lalu membuangnya pelan, dia melihat gerbang sekolah bertuliskan sman merpati. dengan langkah malas, dia masuk ke area sekolah, memasang muka yang bisa dibilang, ngga ramah. biar gada yang deketin dia cuma buat basa basi gapenting. dia melangkahkan kakinya dengan stabil sampai didepan lorong, langkahnya berubah jadi pelan.

"ih kok ada kak fano?? sama ada kak arsen juga. malu kan aku kalo ngga senyum, tapi kalo senyum males." batin lura, dia berpikir keras apa ekspresi yang harus dia pasang didepan kakak kelasnya itu.

"btw nama kak fano sama kaya pacarku di virtual ya," batin lura sebelum dia melanjutkan langkahnya.

akhirnya, ngelewatin yang lebih tua dengan tatapan ngga ramah, gapeduli sama timbal balik yang dikasih kedua kakak kelasnya itu. fano yang memperhatikan jalan lura dari belakang hanya tersenyum tipis, dia masih fokus sampai punggung lura yang ngga keliatan, teman yang ada di sebelah fano langsung nanya,

"napa lu?" tanya arsen kepada fano setelah melihat senyum yang terukir dari wajah sang teman, sebenernya arsen udah tau apa yang diliat sama ketos smanmer sampe buat dia tersenyum.

fano langsung menengok ke arah arsen lalu memegang sekilas pelipis kanan nya dengan satu tangan, "hah? kaga kenapa kenapa," jawab fano berbohong, tapi keliatan banget kalo dia lagi nutupin sesuatu.

"oh, tadi si lura ngelewat, tau gua," kata arsen sengaja pengen liat reaksi fano.

"goblog kok sia tau?" tanya fano ngegas sekaligus keliatan panik pas arsen ngomong gitu.

"ya kalo gua gatau malah goblog." ucap arsen kepada fano sambil merotasikan kedua matanya.

"cupu banget ngomong depan orang banyak berani tapi confess gaberani." sindir arsen langsung, fano cuma bisa berdecak kesal, dia mau ngebantah juga yang dibilang arsen bener.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 24, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

2 duniaStories to obsess over. Discover now