Pertemuan pertama

14 2 0
                                        

Masi ku ingat di otak kecil ku ini. Awal pertemuan kita yang yang bagiku manis dan ku fikir itu hanya mimpi belaka.

Berawal dari Mendengar perkataan dari kekasih kaka perempuan ku, bahwa aku sedang di ikuti oleh seorang laki-laki seusiaku.

Aku yang kala itu merasa parno akan hal gaib seperti itu, aku berteriak dan berlari sambil menangis keluar rumah. Saat itu tengah menyendok sayur tahu hendak makan siang, karena takut aku meninggalkan makanan ku di meja.

Hingga pada malam hari nya aku tertidur, di tengah waktu tidur ku. Aku seperti bermimpi tapi juga tida bisa di sebut mimpi. Karena pada saat itu aku melihat seorang laki-laki, ia tersenyum tampan padaku. Tangannya mengulurkan padaku, tanpa ragu aku menerima uluran tangan itu. Setelah itu kau mengajakku keluar rumah ku , aku terkejut . aku menembus pintu rumah, dan kau hanya tersenyum sambil terus memegang tanganku erat .

Kau membawa ku ke sebuah taman yang indah, taman yang di penuhi bunga-bunga cantik, banyak pohon rindang dan burung berkicau. Aku takjub. Ku pikir saat itu apakah aku tengah di surga?. Sungguh indah .

Kita hanya berjalan dengan suara bisu. Aku sibuk melihat sekeliling. Dan kau hanya berjalan lurus dengan pandangan tanpa sebuah expresi.

Begitu menyenangkan aku di ajak olehmu saat itu. Hingga tanpa sadar kau berkata aku harus pulang. Aku memandang matamu Dengan sedih kala itu, ada rasa takut dan ingin tetap bersama di hatiku. Hingga aku memeluk dirimu tanpa sadar, kau balas pelukanku sambil mengusap kepala ku lembut. Aku berkata dalam pelukan itu, aku tidak ingin pulang . aku ingin bersamamu aku ingin bersama kaka. Tapi kau mengatakan bahwa itu bukan waktu yang tepat untukku. Lalu aku berkata lagi hidupku sudah hancur, aku tidak memiliki orang yang menyaingi ku di dunia ini. Dan kau berkata bahwa kau akan selalu ada untuk ku tanpa ku sadari. Kau berkata suatu saat aku akan memiliki teman sejati.
Kau mencium kening ku sayang, mengusap kepala ku lembut. Dan aku pun terbangun dengan perasaan bingung. Aku bertanya-tanya apa benar kau adalah kaka ku?. Saudara kembar ku yang ibu ceritakan?

Dan itu adalah pertemuan pertama kita , aku berfikir apakah aku dapat melihatmu secara nyata?.

Jika boleh ku katakan, aku sangat berterimakasih kepada pacar kaka ku saat itu. Karena berkat perkataan dia aku bisa melihat mu walau hanya dalam mimpi.

Dan setelah itu aku terus berharap kita bisa bertemu lagi dalam pertemuan yang tampak nyata untukku.

Karena dari pertemuan awal itu , aku sudah sangat menyanggimu. Karena mungkin kau adalah kaka ku. Rasa sayang itu timbul saat baru Awal kita bertemu.

Baru awal bertemu kau sudah menjukan bahwa kau menyanggiku, mengenal ku jauh lebih lama .

Kala itu aku memahami bahwa bila ada pertemuan makan ada yang namanya perpisahan. Dan bila memang Tuhan mentakdirkan kita akan bertemu lagi dengan sekenarionya yang unik.

Dan jika saat itu tiba, aku yang akan memangilmu terlebih dahulu, aku yang akan mengenali mu terlebih dahulu. Seperti kamu memperkenalkan bagaimana duniamu padaku. Aku akan memperkenalkan juga bagaimana duniaku padamu.

Dan hingga waktu nya yang tiba , hingga Tuhan selesai dalam membuat skenarionya untuk kita. Aku akan menunggu kamu kembali menemui ku dengan aku yang memanggilmu terlebih dahulu.

Brother Where stories live. Discover now