Chapter 1 - Awal

4 0 0
                                                  

3 hari sebelum aku akhirnya sadarkan diri dan tiba tiba sudah berada di dunia lain/isekai.

~ 03.00 p.m kafetaria ~
sudah 5 jam aku berada di kafe ini hingga pemilik kafe mengusirku dari kafenya
"Hei sampai berapa lama kau mau duduk disitu!".Aku yang tadinya sedang melamun kaget karena tiba-tiba ada yang berteriak di kupingku,dia adalah manajer kafe ini.

"ah maaf pak saya akan segera pergi" balasku dengan sopan

Mungkin dia marah karena aku duduk cukup lama di kafenya dan hanya memesan secangkir kopi susu.Karena diteriaki seperti itu aku langsung keluar dari kafe tersebut dan pergi ke parkiran.

Saat di parkiran aku melihat sekelompok lelaki sedang mengerumuni seorang perempuan.
Entah karena apa aku bertanya kepada mereka
"Apa yang ingin kalian lakukan?"

"Ini bukan urusanmu!" Jawab salah satu orang dari mereka

Saat sedang berbicara dengan mereka aku melihat perempuan tersebut memberikan sinyal S.O.S,aku akhirnya bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Disisi lain aku menjadi takut,tetapi aku juga tidak tega jika sesuatu terjadi dengan perempuan ini.
Tanpa kusadari salah satu dari mereka segera memegangiku dari belakang dan tiba-tiba ada rekannya yang lain meninju mukaku sampai aku hampir kehilangan kesadaran.

"Agggghhhh!!"

Aku pun jatuh terkapar ditanah,dan belum selesai mereka kembali menyerang dengan menendangi badanku.

Sebelum aku benar-benar pingsan aku berteriak

"Lari!!!"

Karena mereka sedang sibuk menghajarku seharusnya ada kesempatan bagi perempuan itu untuk lari,tapi ternyata dugaanku salah.

"Untuk apa aku lari" kata perempuan itu

Seketika duri-duri tajam keluar dari bawah tanah dan mengenai orang yang menghajarku.darah mereka mengenai mataku sampai aku hampir tidak bisa melihat.

Samar-samar aku melihat perempuan tersebut datang kearahku,Aku panik dan mencoba berdiri untuk lari darinya.
Tapi percuma badanku terlalu sakit untuk berdiri bahkan merangkak saja sudah tidak kuat.Aku pasrah dengan keadaanku dan memejamkan mata.

Kata terakhir yang aku dengar sebelum aku pingsan adalah
"Terima kasih karena ingin menolong"

The BaronTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang