'Aah akhirnya siap juga nih sop.' batinku sambil membuka celemek
Uh hai aku jadi lupa untuk memperkenalkan diriku, nama ku Alana Shafa Aditama. Just call me Lana,tapi banyak juga yang manggil aku Hafa. Sekarang aku adalah istri dari seorang pengusaha hotel yang cukup terkenal,perusahaan keluarga sih sebenarnya.
Tik...tik...tik...tik..
Ah turun hujan,makin deras pula. Aku berpikir sejenak,seperti nya tidak ada jemuran. Lalu aku membayangkan sedang memakan mie kuah yang dicampur telur dan cabe. Uh nikmat Tuhan mana lagi yang aku dustakan. Segera ku lirik sop dan perdekel tahu ku. Tidak selera. Ku ambil mie soto Medan di kitchen set,tidak sampai. Kenapa aku harus terlahir begitu mungil dan pendek? dan kenapa aku harus memikirkan aku begitu pendek dan mungil? terlalu ribet pikiran perempuan
Terpaksa aku mengambil dingklik (kursi kecil). Lalu ku ambil telur dan cabe rawit di dalam kulkas. Segera saja ku masak makanan terenak tapi simple itu
Cklek...
Anjrit, aku lupa mengunci pintu depan. Itu siapa ya? Masa mas Ha sudah balik?
"Aku pulang,Lan." Suara berat itu mengalun pelan membuat ku semakin jantungan. Apasih, padahal aku tau itu suara mas Ha,tapi kok dia sudah balik?
"Hai." Balasku dengan kikuk,aku masih dalam keadaan syok ya tolong.
"Hai doang? Mana cipika-cipiki ala bucin-bucin?!?!?" Ternyata mas Ha engga sendirian,cih ada Rio ikutserta. Ngapain sih dia kesini?
"Ngapain lu?" Tanya ku tanpa basa basi.
"Gile,Lan. Kita udah kenal berapa taon? Lu masih aja ilfeel sama gw,nape sih?"
'Bodoamat.' batinku. Segera ku tuang mie kuah ku ke dalam mangkuk,aku tidak buta perasaan. Aku tahu mas Ha dan Rio tengah melihat aku.
"Lan,kok makan mie sih?kan engga bagus sayang" mas Ha segera mengambil alih mangkuk mie ku. Yang langsung saja diberikan kepada Rio,aku tidak bisa berkata-kata.
"Padahal kan kamu udah masak sop sama perkedel." Lanjut mas Ha.
"Kayak anak kosan aja sih maem mie" sambung Rio. Anjing kau Rio,aku sumpahi kau sakit perut sampe muntaber. Amin.
"Heh,ini kan lagi hujan. Makan mie kuah yang tepat itu adalah saat lagi hujan,sini balikin mie gw" ini tidak bisa dikompromi lagi.
"Alana Shafa!" Panggil mas Ha. Ck.
"Iya iya maaf." Ujarku dengan tidak semangat.
"Nah gini dong,kan makin manis istri ku yang mungil ini" bujuk rayunya mas Ha. Aku tidak menghiraukan perkataan nya bahkan aku tidak melirik nya sama sekali. Aku kesal. Bayangin kamu udah bayangin maem mie di tengah dinginnya suasana ini.
"Cie marah" Rio segera menarik salah satu kursi meja makan.
"Yaudah,aku ganti baju dulu." Mas Ha mulai menjauh. Wah ini kesempatan ku.
"Yo,incip sikit dong."
"Ga,lihat nih Lana. Dia mau rebut mie gw dong."
Braakk..
Sedetik kemudian,
"ARGGHH LANAAA SAKIT KAKI GW"
"Mampus kau rasakan." Aku tidak segan segan untuk menjulurkan lidah
"Tega lu sama gw" Rio sang titisan setan mengelus tulang kering nya.
"Tegaan lu lah bangsat,ngerampas hak gw!ngerampok milik gw" bisa dipastikan kamu dapat memanggang daging di mata ku sekarang juga.
YOU ARE READING
Default Title - Write Your Own
Romancebercerita tentang sebuah kepercayaan yang patah akibat sebuah perselingkuhan, di mana sang kepercayaan tengah mengandung buah hati mereka. akankah dia bertahan?
