1

11 1 0
                                        

   HALLLOOOOOO....hehe...semoga kalian suka...
Selamat membaca...
.
.
.
.
.

   Pagi hari yang cerah ini,gadis cantik bermata tajam,berwajah dingin sudah ada di meja makan untuk melakukan kegiatan rutinnya,yaitu sarapan.Gadis itu sarapan dengan kedua orang tuanya,dan seorang lelaki.Tunggu??...lelaki??.Siapa lelaki itu,dan dia ternyata memakai jas.Penampilannya sangat rapi dan elegan.

  Gadis itu sepertinya tidak menggubris keberadaan seseorang yang baru dalam kegiatan yang rutin dilakukannya ini.Gadis itu benar benar tak perduli.

"Oh iya nak.perkenalkan,dia bernama Justin.Dia hebat nak,usia yang masih muda yaitu 20 tahun tapi dia sudah memiliki perusahaan sendiri",kata mama gadis itu sambil meletakkan piring yang berisi tumis daging ke meja makan.

Gadis itu yang mendengarnya hanya melirik sebentar ke arah lelaki yang bernama Justin tersebut dan kembali fokus ke makanan yang berada di depannya.Gadis itu tak memiliki minat hanya untuk sekedar say Hi kepada Justin.

"Hmm...hallo,perkenalkan namaku Justin.Dan tante,ucapan Tante tadi sungguh berlebihan.Tapi terimakasih atas pujiannya tante",Justin tersenyum ke arah mama gadis itu.

"Hey nak,mengapa kau diam saja...ayolah nak,kali ini jangan mendiamkan Justin.Sudah cukup kemarin kemarin kau mendiamkan anak teman papa yang lainnya",ucap papa gadis itu memohon dengan pasrah.

"Hm.Erlina...",akhirnya Erlina memperkenalkan dirinya dengan sangat singkat sambil menganggukkan kepalanya.

"Oh ayolah nak.Bisa kau panjangkan sedikit lagi kalimatmu itu dalam perkenalan?",mama Erlina menatap tajam ke arah Erlina.

Erlina menghela nafas,lalu ia beranjak dari duduknya,berniat pergi.Lebih baik berangkat sekarang dan tidur di kelasnya,daripada harus meladeni tingkah kedua orang tuanya yang menurutnya tak penting itu,*pikir Erlina*.Tapi ketika Erlina barusaja beranjak dari duduknya,tangannya sudah dipegang mamanya.Lalu...

"kau berani pergi dari sini? Baiklah..pergilah,dan tidur di sekolahmu sana saja.Tidak usah kembali",mamanya geram terhadap Erlina.

Erlina menghela nafas lagi,lalu ia angkat bicara "maafkan aku Ma.tapi aku harus pergi sekarang juga.hari ini aku ingin naik skateboard ke sekolah.jadi aku harus berangkat lebih awal".

"Kau berangkat dengan Justin saja,kantornya satu arah dengan sekolahmu.Jangan naik skateboard,nanti kau akan diculik,itu bahaya",kali ini papa Erlina yang berbicara.

Justin hanya diam,melihat ketiga orang didepannya tersebut sedang berdebat kecil.

"Hm.. baiklah.Tapi berangkat sekarang saja,aku akan main skateboard di lapangan sekolah.Mumpung masih pagi,jadi sepi.Bagaimana? Sekarang? Setuju?",Justin terkagum kagum dengan suara indah Erlina.

**ternyata suaramu indah,seperti wajahmu**,*pikir Justin*.Tanpa Justin sadari,dia tersenyum melihat Erlina.

"Oh oke.Berangkat sekarang saja kalau begitu",kata Justin yang sudah sadar dari lamunannya.
.
.
   Ketika sampai di depan rumah,Erlina mengeluarkan papan skateboardnya.Erlina meminta Justin untuk mencobanya.

"Ini...cobalah",kata Erlina singkat,sambil menyodorkan papan skateboard ke arah Justin.

"...?",Justin masih mencerna kata kata Erlina.

**Oh astaga**,batin Erlina.

"Saya akan mengajari anda.kemarilah..",Erlina menarik pelan tangan Justin hanya mengikuti tarikan tangan Erlina tanpa berkomentar.

Justin masih bingung,bagaimana Justin akan melakukannya.Ini baru pertama kali Justin menyentuh papan skateboard seperti itu.

   Erlina menarik Justin sampai di depan pagar rumah.Erlina melepas tangan Justin yang ditariknya sambil mengucapkan kata "maaf" ke Justin,dan meletakkan skateboard itu di depan Justin.Ternyata Erlina membawa 2 skateboard.Ketika Erlina berdebat dengan orang tuanya tadi,Erlina memberi kode kepada maid,untuk mengambil papan skateboard 1 lagi di kamarnya.

"Sebentar",kata Erlina,setelah itu Erlina menghampiri sopir pribadi Justin.

"Pak,anda langsung menuju sekolah saya saja.Bos Justin biar sama saya naik skateboard..terimakasih",lalu Erlina kembali menghampiri Justin.

"Baiklah,sekarang anda naik pelan pelan.Saya akan bantu pegang tangan anda",ucap Erlina.

Justin ragu untuk naik ke papan skateboard,tapi walaupun begitu,dia mencoba menaiki papan skateboard dengan berpegangan erat ke tangan Erlina.Tanpa disadari Erlina,Erlina tersenyum,walaupun sangat tipis dan hampir tak terlihat.

   Butuh waktu 15 menit untuk Justin bisa menyeimbangkan tubuhnya ketika berdiri di atas papan skateboard.Untung saja,jam masuk sekolah Erlina masih 1 jam lagi,jadi masih lumayan lama.Sangat cukup untuk sampai ke sekolah tepat waktu.Karena dirasa Justin sudah bisa untuk menjalankan papan skateboardnya,akhirnya Erlina memimpin Justin menuju ke sekolah dan berkata "anda pelan-pelan saja.jangan ragu,lakukan seperti latihan tadi".

   Erlina dan Justin berjalan beriringan dalam menjalankan skateboard,walaupun begitu,Erlina masih tetap waspada,takut Justin akan terjatuh.Jika Justin kelihatan akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya,Erlina sangat sigap untuk memegang tangan Justin,agar Justin tidak jatuh.
   Setelah beberapa menit melakukan perjalan yang seru menurut Justin,akhirnya mereka sampai di sekolah Erlina.Ternyata sopir pribadi Justin sudah berada di depan gerbang sekolah.

"Ternyata sangat menyenangkan..",kata Justin sambil tersenyum lembut ke arah Erlina,"Dan baiklah,ini sudah sampai di sekolah.belajar yang rajin..aku pergi dulu",lanjut Justin.

"Hn..",kata Erlina dengan wajah dinginnya.

**Wajah dinginnya sangat menarik**,batin Justin*
  
   Akhirnya Justin pergi menggunakan mobil,dan Erlina masuk ke area sekolah dengan menaiki skateboard.

**Waktu Istirahat**

"Baiklah sekarang sudah waktunya istirahat.Jangan lupa kerjakan tugasnya,dan dikumpulkan besok.ingat!! Kerjakan di rumah..mengerti?!!",perintah sang guru.

"BAIK BUU..",jawab murid murid secara serentak.

   Setelah sang guru keluar dari kelas,para murid langsung berhamburan keluar untuk menuju ke kantin.Disini Erlina langsung meletakkan kepalanya di atas meja,dan tangannya dijadikan bantal.Erlina memejamkan matanya,ini sudah menjadi kebiasaan Erlina ketika jam istirahat.

Teman sebangku Erlina,yaitu sang ketua kelas berbicara kepada Erlina "hei Lin...kau ingin titip sesuatu tidak?".

"Seperti biasa saja",jawab Erlina singkat dan tidak mengubah posisinya.

"Baiklah... tunggu oke",sang ketua kelas langsung melesat ke kantin sekolah.

   Erlina dan sang ketua kelas adalah sahabat dari kecil,mereka juga bertetangga.Jadi sang ketua kelas sangat hafal dengan makanan yang biasa di beli Erlina.Sang ketua kelas juga sudah biasa dititipi sesuatu oleh Erlina ketika pergi ke kantin.

  Beberapa menit kemudian,sang ketua kelas sudah kembali ke kelas dengan membawa 2 cup ice Chocolatte dan beberapa makanan ringan lainnya.

"Ini Lin..",kata sang ketua kelas.

"Thanks Frans",jawab Erlina langsung menyambar minumannya dan meminumnya.

   "Oh iya Lin...tadi pagi aku melihat di rumahmu ada mobil mewah.sepertinya ada orang yang datang ke rumahmu.oh atau jangan jangan dia anak dari teman kedua orang tuamu?",tanya Frans.

"Hn",Erlina hanya mengangguk.

"Huufftt...mengapa sainganku banyak sekali,dan semuanya dari kalangan kelas atas,jangan lupa juga...mereka sangat tampan",setelah mengatakan itu,Frans langsung menerima pukulan di kepala dengan cukup keras di bagian belakang.

"Aww!sakit sayang",kata Frans sambil mengelus kepalanya yang sakit,dan menerima tatapan tidak sellow dari Erlina.
.
.
.
Waah..susah banget bikin karakternya Erlina yang mempunyai sifat dingin.Jujur,aku gak tau gimana sikap orang dingin itu,karna aku sendiri orang yang petakilan.Maaf ya,kalau sosok Erlina nya kurang dingin sikapnya...aku bener bener bingung gimana menggambarkannya...hehe..

Jangan lupa vote and komen nya...hehe

Ha?? Perjodohan?Stories to obsess over. Discover now