"Jingga, setelah mendapat kan hadiah dari yang mulia ratu apakah kau akan segera pergi?"
"Tentu, aku benar-benar tidak sabar lagi ke daratan."
"Kalau begitu kau Kan meninggal kan ku dengan Helen?"
"Bu—bukan begitu, aku hanya sebentar di daratan setelah itu aku akan pulang,"
"Bukan itu!"
"Lalu apa?"
"Emang nya hadiah nya sudah pasti kalau kalung bekzix?!"tanya Lune.
Kalung bekzix adalah kalung spesial. Hanya yang benar benar mendapatkan kepercayaan dari yang mulia ratu agar bisa mendapatkan kalung tersebut.
Dan yang membuat kalung bekzix istimewa adalah, kalung bekzix menyembunyikan kekuatan yang dapat membuat para duyung menjadi manusia. Namun kalung bekzix tidak dapat digunakan sembarangan hanya yang terpilih yang dapat menggunakan nya.
Itulah legenda kalung bekzix.
"Gak tahu sih, tapi aku yakin 100%"
"Jingga, kau gak mau menunggu ku dan juga Helen?"ucap Lune.
" Emang kenapa sih kita harus bersama sama?"tanya Jingga.
"Ya kata manusia itu persahabatan"jawab Helen.
" Persahabatan?kau tau dari mana?"tanya Lune lagi.
"Tentu saja dari buku."jawab Helen.
" Helen, kau buku manusia sangat. Sedangkan aku tidak tahu apa apa tentang manusia."keluh Lune.
"Yang serius?"tanya Jingga.
" Iya."
"Emang Jingga dan Helen, semua buku kelian dari mana?"tanya Lune.
" Jika kau ingin mendapatkan aa temennya kan nya pergi lah ke darat, mereka sangat banyak!"ujar Jingga.
"Benar kah, bagaimana cara kalian kedarat tampa kalung bekzix?" Tanya Lune sangat penasaran.
"Ya seperti itu, kau harus pergi ke darat dan harus berjaga jaga, kau bisa masuk dalam rumah yang di sekitar pantai."jawab Helen.
" Tidak mau aku terlalu takut, bagaimana jika mereka melihatku?"tanya Lune lagi.
"Karena itu lah kau harus berjaga jaga. karena kau tau jika kau ketahuan bukan kami yang kehilangan mu tapi malah sebalik nya kau yang kehilangan kami."desis Jingga menakut-nakutin nya.
" Tidak jadi!"ucap Lune
"Ya sudah lah.Matahari sudah terbenam kita harus pergi ke istana!"ujar Jingga.
"Baiklah, tunggu!"ucap Lune secara tiba-tiba.
"Ada apa, Lune kau mengagetkan ku!"ujar Jingga.
" Itu bukan Jikyin?
"Benar, itu Jikyin."
"Beberapa minggu ini, aku tidak pernah lagi melihat nya."
"Gimana kalau kita menyapa nya?"ucap Jingga.
" Ide bagus Jingga."ujar Helen.
"Hay Jikyin."ucap mereka bertiga.
" Oh hai kalian semua, lama tidak berjumpa."balas Jikyin.
"Wah Jikyin, apa kau belajar bahasa manusia?"tanya Jingga.
" Te tentu saja tidak, berapa kali aku bilang aku tidak suka manusia!"
"Oh baik lah, hanya saja cara bicara mu seperti manusia."ucap Jingga.
" Omong omong kau mau ke mana?"tanya Lune.
"Aku, ingin ke rumah ku tentu nya."jawab Jikyin.
" Oh baiklah bersenang senang lah,"ucap Lune.
"Line kau ini apa apaan?Jikyin itu tidak ingin bersenang senang!"ujar Helen.
"Benar kah aku minta maaf."
"Oh hal tidak perlu di permasalahkan!"ucap Jikyin.
" Jikyin, makin lama tidak bertemu kau juga tambah baik ya!"ucap Jingga.
"Ah biasa saja kok."ucap Jikyin.
" Sudah sudah kita kan sudah di panggil yang mulia ratu, jadi kami pergi dulu ya!"ujar Helen.
"Baik, dah."balas Jikyin.
***
"Yang mulia ratu sudah lama menunggu kami?"kata Jingga.
"Tidak sayang, aku sangat senang melihat kalian!"ucap nya lembut.
"Ada apa yang mulia ratu memangil kami?"tanya Lune.
"Aku, hanya ingin memberi hadiah harapan seperti yang aku janjikan pada kalian."jawab nya.
" Hah, benar kah?"tanya Lune tak percaya.
"Tentu saja, kalian adalah duyung yang baik dan sepatutnya harapan kalian juga harus tercapai."
Terimakasih yang mulia tapi kami tidak memerlukan nya!"balas Jingga.
"Tidak apa apa. Kluwel, sini bawakan tugas kotak yang ada di sana!"
"Baik yang mulia."
"Jingga, kenapa tadi kau bilang jika semua nya tidak perlu?" Tanya Helen pada Jingga sambil berbisik bisik.
"Iya, sih aku sangat ingin mendapatkan hadiah harapan. Biasanya hadiah harapan, berisi tentang apa yang kita ingin kan."jawab Jingga, sambil berbisik bisik.
"Ini untuk kalian!"ucap yang mulia ratu.
" Wah terimakasih banyak."ucap Jingga.
"Sama sama."jawab nya sambil tersenyum.
Isinya apa ya?
Wah ini kan, kalung bekzix. Kalau begitu aku akan benar benar ke daratan.
" Yang mulia ratu tidak salah ngasih ke kita?"tanya Jingga tak percaya.
"Tentu saja, apa kau meragukan ku?"
"Tentu saja tidak, yang mulia ratu."jawab Jingga.
" Kalau begitu kami pergi dulu."ucap Helen tiba-tiba.
"Baiklah berhati-hati lah!"
"Trimakasih atas semua nya."
***
"Jingga, kau benar jika hadiah harapan itu kalung bekzix."ucap Lune.
"Jadi?"tanya Jingga.
"Apa kau akan benar benar pergi?"tanya Lune.
"Tentu saja, untuk apa lama lama di laut?"jawab Jingga.
"Bukan itu Jingga maksud ku jadi kau akan meninggalkan kami?"tanya Lune.
"Ya gimana ya? Kalian kan tidak mau ikut jadi aku akan pergi."jawab Jingga.
" Kami akan merindukan mu Jingga."ucap Lune.
"Apa apaan sih, Lune kau lebay itu yang manusia katakan!"kata Helen.
"Emang kenapa?"tanya Lune.
"Kita juga kan mendapatkan kalung bekzix, jadi kalau kita sudah siap kita bisa pergi."ucap Helen.
"Bener kah?"tanya Lune.
"Iya Lune."jawab Helen.
"Kalau begitu kapan kau pergi Jingga?"tanya Helen.
"Aku akan pergi besok pagi!"jawab Jingga.
" Baiklah kalau begitu kau harus bersiap siap!"ucap Helen.
"Tentu saja."jawab Jingga.
Malam ini aku akan cepat tidur, aku sudah tidak sabar lagi menunggu hari esok.
❣❣❣
TBC!
Jejak;')
YOU ARE READING
Love In The Blue Sea
FantasyAku adalah mahluk manusia setengah ikan. Seekor duyung yang sangat menyukai manusia. Bertemu dengan pria yang tidak lain nama nya adalah Leon. Aku bertemu dengan saat di pantai, Leon orang nya baik, lucu, dan periang. Kekonyolanku membuat nya jatuh...
