Prolog

15 2 1
                                        

'Plakk'

Tamparan itu harusnya menyakitkan mengingat umur sang penerima yang baru 10 tahun. Tapi, entah mati rasa atau sudah terbiasa, gadis kecil itu tak menunjukkan gejala kesedihan apalagi amarah.

Dia memandang kosong wanita bernama Mira dihadapannya. Kelakuan wanita yang berusaha keras menahan keseimbangannya itu tidak pernah mencerminkan  status yang telah disandangnya. Pun memberi secuil kehangatan sebagaimana tugas seorang ibu.

'Dasar anak tidak tahu diuntung. Seharusnya tidak kulahirkan," gumamnya sebelum dalam hitungan detik mencium kubik putih yang dipijaknya.

Si gadis yang sudah khatam dengan situasi seperti ini hanya menghela napas, membawa sang ibu kekamar dengan susah payah. Sungguh luar biasa sebab tidak ada satu keluhanpun yang keluar apalagi air mata yang menggenang.

Meski begitu, harinya tidak lepas dengan khayalan akan keheningan yang menentramkan. Merapalkannya dalam setiap doa. Menghitung tiap-tiap detik sampai janji sang pencipta dalam kitabnya menjadi nyata untuk dunianya.

💠💠💠

Akhirnyaa.. Makasih judulnya TiwiRezky4 😘

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 17, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Diary AneskaStories to obsess over. Discover now