"Fiona ayo kemari," panggil Stevan yang membuat Fiona beranjak mendekatinya. "Menurutmu di antara semua cincin ini mana yang paling menarik?" Tanya Stevan.
Fiona tidak mengerti kenapa pria ini menanyakan sebuah cincin padanya. Apa Stevan ingin membelikan cincin untukku karena akan menjadi adik iparnya? Batin Fiona.
Deretan cincin yang ada di dalam kotak perhiasan yang dibuka itu terhampar di depan Fiona. Ada lima kotak cincin, Fiona lalu memperhatikan kesemuanya. Semuanya cantik, kotak pertama tampak menarik perhatiannya, sebuah cincin platinum dengan hiasan empat berlian kecil yang cantik dan ditata seperti bentuk kotak. Matanya lalu berhenti di kotak terakhir yang berisi sebuah cincin platinum dengan permata batu safir berwarna biru tua yang menghiasinya. Permata itu begitu kecil hanya sedikit lebih besar dari diameter cincin tersebut. Permata itu tampak sangat indah dengan warna kilaunya yang tenang seperti laut yang dalam.
"Yang ini cantik," ucap Fiona akhirnya.
"Bagus," ucap Stevan. "Sekarang cobalah." Perkataan stevan dengan senyum yang tak surut dari wajahnya membuat Fiona bingung ada apa dengan pria ini. Namun karena tak kunjung diperhatikan wajah Fiona yang penuh dengan raut kebingungan hanya mengikuti keinginan Stevan. Fiona menyematkan cincin tersebut di jari manisnya dan permatanya yang tampak berkilau diterpa sedikit cahaya lampu karena ruangannya yang sedikit gelap.
"Kami membeli yang ini," ucap Stevan membuyarkan pandangan kagum Fiona pada cincin tersebut. Fiona lalu melepaskan cincin tersebut dari jarinya dan meletakkan cincin tersebut kembali ke dalam kotaknya. "Jadi Fiona kau ingin membeli perhiasan apa?" Tanya Stevan.
"Untuk apa membeli banyak perhiasan?" Tanya Fiona.
"Sebagai ucapan terima kasih, tentu saja." Stevan tersenyum girang. "Manuella pernah bilang padaku kalau ukuran jari kalian berdua sama karena itu aku butuh bantuanmu dan karena kau sudah membantuku memilihkan cincin pertunangan kami, maka aku akan membelikan satu perhiasan yang kau inginkan di sini. Ambillah," ucapnya. "Ngomong-ngomong tunggu sebentar ya pegawai yang tadi masih mengambil pasangan cincinnya dan mengemasnya. Aku ingin membuat suatu kejutan untuk Manuela."
Tentu saja. Cincin itu adalah cincin pertunangan Stevan dan kakaknya.
YOU ARE READING
Autumn Symphony
RomanceSetiap kejadian dan pertemuan memiliki maknanya sendiri dalam kehidupan. Banyak orang kadang sering salah menafsirkan debar di dadanya sebagai perasaan cinta, dan suatu ketika cinta itu benar-benar datang mereka tidak sadar kalau mereka benar-benar...
