O1

19 3 0
                                        

Jam tangan Tasya sudah menunjukkan pukul 07.20 namun upacara belum juga di mulai. Semua siswa sudah kelelahan, tak terkecuali Tasya.

"Kalau jam segini aja belum mulai, mau kelar jam berapa coba?" gumam Tasya sambil mengikat rambutnya.

"Sya, osis lagi ngecek atribut" bisik Stefanni.

Setelah mendengar perkataan Stefanni, Tasya langsung bersembunyi di antara teman-temannya yang berbadan tinggi. Karena tentu saja Tasya tidak menggunakan atributnya.

"Aman ga?" Tasya menyenggol Stefanni.

"Diem lo, dia ada di samping"

Refleks, Tasya langsung melihat sekeliling mencari orang yang dimaksud Stefanni.

"Mana si, engga ada" Tasya masih celingak-celinguk.

"Samping lo" Stefanni mencubit lengan Tasya.

"Lo mah boong mulu—"

"Ikut gue" perintah anak osis yang tiba tiba sudah ada di hadapan Tasya. Dengan malas, Tasya mengikuti nya.

"Baris disini sampe upacara nya selesai. Jangan berisik" anak osis yang diketahui bernama Aldi itu menuntun Tasya ke barisan yang terkena terik matahari.

"Sial banget gue ketemu lo" umpat Tasya.

"Apa?"

"Lo ngeselin" Tasya memberikan tatapan kesalnya.

Si anak osis itu malah pergi dan menghiraukan Tasya. Membuat Tasya semakin kesal sehingga menghentak-hentakan kaki nya di lapangan.

08.15, akhirnya upacara bendera selesai. Tasya hampir saja mati kepanasan jika pak Budi tidak mengehentikan pidato kepala sekolah yang durasi nya hampir sama dengan film series yang biasa Tasya tonton.

Baru saja melangkah ingin meninggalkan lapangan, suara menyebalkan itu datang lagi.

"Stop" Aldi menghentikan langkah Tasya.

"Apa? udah selesai kan?"

"Lo belum boleh balik ke kelas"

Ingin sekali Tasya menonjok wajahnya.

"Push up dulu 30, abis itu keliling lapangan 5 kali"

"Udah gila lo?" Tasya mengepalkan tangannya, bersiap untuk memberikan Aldi pelajaran.

"Ayo, dilaksanakan hukumannya ya. Lain kali jangan diulangi" sahut Pak Surya tiba-tiba sehingga Tasya menurunkan kembali kepalan tangannya.

Pak Surya adalah guru BK. Jika ia berulah di depan pak Surya, ibu nya akan langsung di panggil ke sekolah dan membuat masalah menjadi rumit.

Hanya karena ada pak Surya disini, Tasya menurutinya. Ia pun langsung mengambil posisi push up.

"...29...30" Tasya ngos-ngosan berusaha mengatur kembali napasnya.

"Sekarang lo keliling lapangan lima kali" sahut Aldi tanpa belas kasihan.

"Shit" Tasya mengumpat dalam hati.

—𝒻𝒾𝓍 𝓎𝑜𝓊—

"Nih minum" Aldi menyodorkan botol berisi air mineral. Ia merasa sedikit bersalah saat melihat Tasya duduk kelelahan di sudut lapangan.

"Lo racunin kan pasti?"

"Kalau ga mau gausah" Aldi berusaha mengambil kembali minumannya.

"Makasih" Tasya langsung meminum habis air mineral yang Aldi berikan. Aldi hanya geleng-geleng melihatnya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 07, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FIX YOU [ONESHOOT]Where stories live. Discover now