Salsa mempercepat langkahnya. Ia mulai bergabung dengan lautan manusia yang berseragam atasan orange, bawahan rok hitam dan jilbab putih.
"Ta, ayo buruan, ntar telat nih" kata Wina pada Tata yang masih mengikat sepatunya.
"Salsa mana?" Tata cepat-cepat mengunci pintu dan menuruni tangga.
"Udah dibawah, cepetan".
"Salsa, tunggu," teriak Tata dan Wina. Lalu mereka bertiga memacu langkah sesegera mungkin.
"Yuk, buruan," Salsa melambai pada kedua temannya. Tata dan Wina terpaksa berlari mengejar Salsa.
Butuh waktu 15 menit perjalanan agar mereka sampai di kampus, tentunya dalam keadaan berkeringat, tepatnya olahraga bersama beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang kost di daerah belakang kampus.
Udara dingin kembali menghangat kala mereka telah masuk barisan bertemu dengan teman-teman barunya. Kebetulan Salsa berbeda kelompok dengan Tata dan Wina. Salsa di kelompok Ali bin Abi Thalib, Tata di kelompok Amru bin 'Ash dan Wina di kelompok Zaid bin Haritsah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi teman-teman mahasiswa baru, salam perjuangan dan salam persahabatan dari kami panitia OPAK tahun ini" suara Kakak senior sudah membahana. Lapangan dengan rumput yang membasah disertai embun pagi mulai memanas sedikit demi sedikit. Sesi perkenalan dengan Kakak panitia OPAK sedang berlangsung.
Salsa meradang saat diliriknya ia melupakan sepatu hitamnya. Dan kali ini ia menggunakan sneaker putih favoritnya. "Duh, mati aku" desis Salsa dan pandangannya bertemu pada sosok Kakak senior yang berdiri di sampingnya.
"Kak, saya lupa banget nggak pakai sepatu hitam" bisik Salsa.
"Gpp, ini baru pembukaan kok, nanti kalau diminta maju, ya maju aja," senyum Si Kakak senior seraya melipat kedua tangannya melawan dinginnya pagi.
"Ya Allah, ternyata si Kakak ini benar-benar tak membantunya".
***
"Baiklah, hari ini kita cek pakaian yaa?jangan lupa hari ini kita pakai baju olahraga, rok atau celana hitam, jilbab putih, bagi yang putra peci hitam. Jangan lupa sepatu hitam dan ikat pinggang hitam. Bagi siapapun yang tidak pakai atribut hari ini ayo maju. Buktikan bahwa kalian bertanggung jawab atas yang kalian kerjakan" suara Kakak Senior bagian keamanan kembali menggema.
"Kamu mau maju?" perempuan mungil satu kelompok Salsa angkat bicara.
"Iya nih, aku lupa banget, menurutmu bagaimana?" Salsa balik nanya.
"Kalau aku pengennya nggak usah maju, nanti dibikin bulan-bulanan Kakak senior".
"Iya juga sih, salahku kenapa semalam aku lupa mengeluarkan sepatu hitam dari koper". "Gara-gara drakor, mangkanya aku lupa, haduuh" bisik Salsa.
"Hei, kamu" kakak senior berjilbab hitam menunjukku. Dari name tagnya ia bernama Lina, kakak pembimbing kelompokku.
"Saya Kak?!"
"Iya, ayo maju, tanggungjawabnya mana. Sepatumu lho putih" katanya sembari memasang wajah super jahat.
"Maju aja, nanti kalau kenapa-napa saya ke depan" tiba-tiba Kakak senior yang pendiam tadi menghampiriku. Salsa mengangguk dan maju ke depan berbaris menghadap ke barusan bersama kurang lebih tiga puluh mahasiswa lainnya.
"Oke, dengarkan aba-aba. Siaaaap gerak!. Sebutkan nama, jurusan, dan jenis pelanggaran kalian!" Suara Kakak senior kembali membangunkan alam sadar Salsa.
"Deni, arsitektur, tidak bawa peci!"
"Rida, PAI, tidak pakai ikat pinggang..."
"Salsa, sastra Arab, pakai sepatu putih"
"Vivi...."
"Adam..."
"Dehan..."
Salsa kembali menahan udara dingin. Ia mendadak mules, saat Kakak senior bilang bahwa sangsi atas pelanggarannya adalah membuat kliping tentang jurusan masing-masing dan besok pagi dikumpulkan melalui Kakak senior pendamping kelompok.
Lalu merekapun masuk barisan dan olahraga ringan selama setengah jam, dilanjutkan dengan sarapan pagi dengan menu nasi pecel minimalis dengan lauk tempe lumayan tipis dan segelas air mineral.
"Sangsinya apaan?" tanya Ayu teman satu kelompokku. Kami sempat berkenalan barusan. Ia asli Bima.
"Buat kliping tentang jurusan"
"Mudah dan susah sih"
"Iyap, kemana aku harus cari kliping Yu?" tanya Salsa sembari melicintandaskan nasi pecelnya walaupun ia merasakan menu yang sangat minimalis, secara udara dingin membuatnya auto ngemil dan tentu saja berbahaya bagi perkembangan tubuhnya. Berat badannya bisa-bisa naik drastis.
"Gampang nanya Mas Hanif aja," Ayu melirikku tersenyum.
"Mas Hanif, siapa?"
"Itu, sepupuku," tunjuk Ayu.
"Itu 'kan kakak pendamping kita?" tanyaku menatap Ayu. Ayu mengangguk.
"Nanti aku bantu ngomong sama Mas Hanif. Orangnya baik kok," senyum Ayu mengembang. Salsa mengangguk lalu membersihkan sampah sisa sarapan dan lautan mahasiswa itu kembali menuju aula tua di dekat lapangan. Saat ini sesi berkenalan dengan Pak Rektor dan jajarannya akan dimulai.
"Sa, dirimu tadi kena sangsi apaan?" tanya Tata. Ia sengaja duduk di samping Salsa pada sesi kedua.
"Buat kliping. Jadi ntar pulang OPAK daku langsung cari bahan kliping dulu, kalian pulang aja. Aku aman kok, rencana minta bantuan kakak pendamping aja".
"Elo, kenapa bisa lupa sepatu item sih" sambung Wina sembari merapikan isi ranselnya.
"Iya, bisa kelupaan daku" senyum Salsa.
***
Sesi kedua pun berlangsung. Rektor bersama wakil rektor menyambut seluruh mahasiswa baru. Sambutan hangat dan penuh perhatian telah disampaikan oleh beliau. Selama dua jam sambutan plus perkenalan bersama para petinggi kampus telah usai.
Acara break sebentar untuk solat duhur dan istirahat kurang lebih dua jam dan mahasiswa baru wajib kumpul kembali apel siang pada jam 13.00 tepat sebelum sesi ketiga dimulai.
Salsa bersama Ayu menuju masjid Al-Huda milik kampus, menyegerakan solat duhur lalu beristirahat sejenak.
"Kenapa? Sakit?" tanya Ayu menatap Salsa.
"Agak pusing, kayaknya maghku kambuh" seringai Salsa. Ia mengaduk isi tas bagian depan dan menemukan obat magh yang sudah ia persiapkan.
"Yuk, kita makan dulu, baru kamu minum obat" ajak Ayu.
Suasana kantin pondok putri super ramai. Salsa dan Ayu segera menyendok makan siang dengan menu SOP dan tempe goreng. Tak lupa segelas teh hangat menemani makan siang mereka.
Tepat jam 13.00 para mahasiswa baru pun berkumpul. Sesi ini cukup santai. Acara yang diisi dengan perkenalan para anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) beserta kabinetnya dan tak lupa ketua-ketua UKM (Unit Kreativitas Mahasiswa) kampus. Satu persatu mereka maju berkenalan sembari menceritakan visi dan misi UKM mereka masing-masing. Diawali dari UKM tertua yaitu Pagar Nusa, Pramuka, Jurnalistik, Penelitian Mahasiswa, KSR (Korp Sukarelawan), Fotografi, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), dan HTQ (Hai'atu Tahfidz wal Qur'an). Semua UKM benar-benar oke punya, programnya keren dan Salsa memastikan akan bergabung di salah satunya.
OPAK hari pertama telah usai. Tepat pukul 15.00 acara telah selesai. Panitia sengaja mengatakan hari pertama OPAK ini karena semua mahasiswa baru akan ada sesi perkenalan dalam setiap kelompok masing-masing. Berkenalan antara pendamping dan 20 mahasiswa baru binaannya.
Salsa duduk berdampingan bersama Ayu dalam posisi membentuk lingkaran. Lalu satu persatu mereka menyebutkan nama, asal, dan jurusan. Kemudian gantian tiga kakak senior yang masih duduk di semester lima dan tiga, yaitu Kak Hanif, Sastra Arab, Kak Doni, Ekonomi Islam dan Kak Lina, Matematika.
YOU ARE READING
Salsabila
General FictionSalsa bergegas turun dan bergabung dengan lautan manusia. Dinginnya udara di bulan Agustus akhir seakan lenyap oleh berbagai spekulasi yang menari-nari dalam pikirannya. Ini hari pertamanya menjadi mahasiswa baru, hari bersejarah dalam hidupnya sete...
