PROLOG

9 2 0
                                        

"Pada akhirnya, kita hanya menjadi bagian dari cerita yang pernah kita tulis bersama."

...

Di tengah matahari yang perlahan tenggelam di penghujung september, sepasang mata kembali dipertemukan setelah sekian lama saling menghindar.

Tak ada sapaan hangat seperti dulu. Tak ada senyum yang pernah begitu mudah mereka berikan satu sama lain. Hanya dua pasang mata yang sama-sama ragu untuk menatap terlalu lama.

"How are you, ca? okay?"

Lelaki itu bertanya pelan, seolah takut pertanyaan sederhana mampu membuka kembali sesuatu yang sudah susah payah mereka kubur.

Perempuan dihadapannya tersenyum tipis,
"Hai, khai".
Ada jeda panjang sebelum akhirnya ia kembali berkata,
"Dulu, bukannya kalau kamu lihat mataku, kamu langsung tahu kondisi ku gimana?"

Khai terdiam untuk sesaat. Ia menatap perempuan di hadapannya, perempuan yang dulu begitu ia kenal. Tetapi kini terasa begitu jauh.

Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi ntah harus memulainya dari mana. Hingga akhirnya, setelah menghela nafas panjang ia berkata dengan suara yang nyaris berbisik

"in another chance, ca"

Ia berhenti sejenak, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan sesuatu yang bahkan ia sendiri tak yakin masih pantas untuk mengucapkannya.

"maybe we could try again"

...

Segitu dulu ya untuk prolognya.

*Btw kenalin aku eka, penulis baru. Kalo ada kritik dan saran boleh banget tulis di kolom komentar yaw👀🫰

What We Left Behind Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora