Call me Sistaa, So that's it❣️
Welcome to the My new project in here, I hope you like me, Dela and Angga:))
Tinggalkan jejak yaw, Aku lagi Baek aku publish siang walau ada kelas online.
***
"Lo maunya apa sih ngikutin gue Mulu??!" Angga. Pria tampan yang tak sengaja bersahabat dengan seorang pria sederhana yang selalu mengikuti langkahnya dimanapun berada.
"Lah, kan Lo sama gue satu kelas bego! Arghh, dasar Mood crazy boss!" Aska melangkah menjauhi Sahabat satu satunya itu untuk menuju kelas XI IPA 3.
Angga mengusap rambutnya frustasi. Entah kenapa moodnya setiap hari seperti ini. Seperti namanya "Angga" adalah sosok yang romantis tapi tingkat mesumnya sangat tinggi melebihi angka 60%.
Angga juga mempunyai arti Raga atau badan yang kuat. Seperti dirinya, walau setiap hari harus tengkar tapi dia tetap masih bisa bernafas. Tidak seperti Aska sahabatnya yang terlihat kuat dari luar dan lemah dari dalam.
"Shit! Kurang ajar tu anak!" Angga melangkah dengan santainya menuju kelas. Meski dirinya anak pemilik sekolah itu. Tapi, dia tetap tidak akan angkuh dan sombong kepada semua orang.
Sudah ku bilang, Angga itu baik tapi brengsek.
XI IPA 3.
Sudah banyak murid di kelas itu yang telah duduk di bangkunya masing masing. Ada yang curcol, Ngegosip pria-pria tampan, Bermain kartu, dan banyak yang lainnya.
Kecuali, seorang perempuan yang duduk di pojok sambil membaca Novel dan mendengar lagu melewati headset yang dipakainya. Sesekali, perempuan itu melirik ke depan kelas takut akan ada guru yang masuk tanpa salam.
"Woi! Geser lu!" Nada yang dikeluarkan oleh Angga itu membuat seluruh kelas menoleh padanya. Angga hanya menyengir kuda dan menatap ke arah perempuan yang sekalipun tidak menoleh ke arah dirinya.
"Tempat duduk masih banyak."
"Nggak, gue tetep mau di samping Lo!"
"Hmm.." Aska menggeser badannya ke arah samping, dan menggeser tasnya pula.
Angga masih tetap melirik ke arah perempuan atau gadis berkacamata itu. Seolah berpura pura sedang membaca buku IPA nya.
"Ngapain Lo liatin dia! Heh, Risa Lo kemanain Anjir!!" Aska menyentil kening Angga dengan cukup keras. Sehingga sang -Empunya- meringis kesakitan.
"Serah gue, ngapain Lo ngurusin gue?!"
"Ah udahlah, ngomong sama lo gk bakal ada habisnya." Pria dengan tubuh tegap itu menghadap ke depan dan tidak menggubris perkataan Angga.
"Tapi, tuh cewe cantik banget loh. Emng Lo gk mau sama dia?" Angga memutar bolpoinnya malas.
Aska hanya mendengus kesal dan segera membuka buku pelajaran yang ia bawa.
***
Memang, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah beberapa Minggu diliburkan. Dengan melihat setiap inci wajah murid murid disini seperti seakan malas untuk memasuki sekolah lagi. Mending, tidur di kasur sambil menonton BL Thailand itu.
Setelah sekian lama berada di kelas untuk perkenalan. Akhirnya, istirahat datang juga.
"Ka, kantin!" Angga menarik tangan Aska cukup kuat.
"Enggak! Gue males buat jadi nyamuk Lo lagi." Aska melepaskan tangan Angga yang berada di lengannya itu.
"Huft, gue gk bakal traktir Lo lagi."
Di kelas itu sangat sepi. Jadi, ketika Angga berdebat dengan Aska akan kedengaran lebih jelas dan mendengung dalam satu kelas.
Bukan berarti sepi tidak ada orang disana. Ada kok, Ada Angga, Aska, dan cewe cantik berkacamata yang sedang membaca novel tadi.
"Terserah Lo. Yang penting gue masih punya duit!" Aska merogoh saku celananya dan mengeluarkan uang 20.000 yang ia bawa dari rumah.
Aska memang terlahir dari keluarga kaya. Tapi, dia memiliki ibu yang bekerja menjadi TKW di China. Sehingga, setiap hari dia mendapat transferan dari ibunya itu.
"Ahh, Lo mahhh.. Untung gue cakep, gue gk bakal bunuh Lo sekarang."
"APA BEDANYAAA ANGGA LAWRENCE ABIGAILLLL!!!" Suara nyaring yang dikeluarkan oleh Aska itu seakan membuat cewe yang sedari tadi membaca Novel bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dengan membawa Novelnya itu.
"Tuh kan! Padahal gue enak enak liat tu cewe. Malah pergi gara gara suara Lo yang kek Dugong!" Angga mendorong bahu Aska dengan jari telunjuknya.
"Oke, gue ikut sama Lo. Tapiii, gue punya tugas buat Lo. Ini syarat gue biar bisa ikut Lo ke kantin.."
"Apa?" Angga mengangkat dagunya menunggu pernyataan yang akan diutarakan oleh Aska itu.
"Lo putusin Risa si cewe hot itu. Dan kejar cewe yang tadi."
"Emang Lo bapak gue nyuruh gue mutusin pacar dengan paksaan?"
"Yaudah, kalo Lo gk mau. Tinggal pilih, gue bakal jadi S-H-B-T Lo terus. Atau Lo sama gue gk ada hubungan S-H-B-T lagi!" Angga menghela nafas pelan dan menoyor kening Aska.
"PALA LU! Hubungan apa Lo sama gue? HELL NOOO! Gay dongg!"
"Astaghfirullah, istighfar Angga! S-H-B-T anjer! Udah, gue kebelet. Lo sendirian aja ke kantin, jangan ngajak gue." Aska meninggalkan kelas lalu berbalik badan menghadap ke arah Angga lagi.
"Gue tunggu jawaban Lo besok. Dan segera putusin Risa." Aska berlalu pergi.
Angga menatap punggung Aska Nanar dan berfikir dengan omongan yang diberikan Aska tadi.
Kalau dia masih tetap keukeuh pada Risa. Persahabatan yang sudah dijalin selama 13 tahun itu akan sirna begitu saja. Kalau dia memutuskan hubungan tanpa ada alasan yang jelas maka Risa akan curiga dengan itu semua. Kenapa sih hidup itu harus rumit?
Pemikiran Angga begitu penuh dengan pemilihan yang harus dipilihnya.
***
Dikit yaa?? Gapapa, besok Sista bakal bikin yang panjang lagi. Sepanjang jalan kenangan yang dilalui bersama Mantan, Azekk..
Sista bakal publish lagi secepatnya, kalau yang Vote sekitar 20 orang, okee..
Karena ini kali pertama aku bikin wattpad tentang bucinn.. sebenernya sista itu gk bucin guys, makanya dia bingung Bucin mana yang cocok buat Dela sama Angga.
Babayy~
YOU ARE READING
DELANGGA
Teen Fiction14+ Sifat brengsek yang ada di dalam diri seorang Anak muda berumur 17 tahun seketika hilang dengan hadirnya seorang gadis cantik namun sedikit cupu. So, Sampai bertemu dengan Dela And Angga:)) #fiksiremaja
