Prolog

13 1 0
                                        

Kriing!!!
(bel istirahat berbunyi)

Siswa maupun siswi sudah berhamburan keluar kelas untuk menuju ke kantin.
"Yes!! huwaa akhirnya ya lord,  mumet kepala gue lama-lama ngadepin matematika" keluh Kyla sambil meregangkan semua otot tubuhnya.
"apaan sih lo baru gitu aja udah ngeluh" kata Abiyya sambil menoyor kepala Kyla pelan.
"heh, sembarangan aja noyor-noyor kepala orang, lagian manja banget tuh pelajaran minta di selesain soalnya mana beranak lagi gatau diri banget" ucap kyla semakin mengeluh.
"ih berisik tau gak ngomel mulu lo cepet tua aja tau rasa"kata Abiyya ngegas.
"ih lo mah doain gue biar cepet tua dosa tau gak lo"balas Kyla dengan cepat.
"udah ayo Kyl ke kantin keburu antriannya makin panjang"ajak Abiyya.
"oiyaa, sampe lupa gue bi, yaudah ayoo!" balas kyla dengan semangat 45.

Sesampainya di kantin apa yang mereka lihat?

Tentu saja antrian yang sangat panjang, bukan ini bukan sekolah biasa disini yang nilainya tinggi akan makan terlebih dahulu dibanding siswa dengan nilai yang biasa-biasa saja.

Di SMA Brawijaya, nilai para siswa adalah hal yang paling penting.

"untung aja nilai gue bagus jadi gue gak perlu repot-repot buat ngantri panjang"ucap Abiyya kepada sahabatnya Kyla.
"iya yang pinter mah beda! " kata Kyla ngegas sambil menoel noel pipi Abiyya.
"heh! pipi gue lo toel-toel rabies woi, lagian lo juga pinter kalee! " kata Abiyya gak kalah ngegasnya.

disela sela pembicaraan mereka ada seorang laki laki yang tiba tiba menyela antrean Abiyya.

"woi antri donk mentang mentang anak pemilik sekolah",laki laki yang diketahui oleh Abiyya bername tag Athallah Abigail itu tidak menoleh apalagi memperdulikan ucapan yang keluar dari mulut Abiyya dia langsung melongos pergi meninggalkan Abiyya yang ngedumel tanpa henti.
"eh pergi lagi gue belom selesai ngomong woi!".
"HEH, BISU APA TULI LO?!"  teriak Abiyya dengan wajah merah padam karena menahan kesalnya dan karena teriakannya yang menggelegar ia pun menjadi pusat perhatian anak-anak yang ada di kantin sekolah.

"eh jangan gitu bi, lo bisa aja di cabut beasiswanya sama Atha secara diakan anak yang punya sekolah" tegur Kyla.

"ish sebel banget deh, lagian tengil banget gayanya benci banget gw sama orang-orang yang kayak gitu" keluh Abiyya kepada Kyla sambil bersedekap dada.

"udah-udah lo tau sendiri kan Atha orangnya kayak gimana, orang kayak dia tuh gausah di ladenin bikin beban aja tau gak?, lagian cacing di perut gue udah bunyi nih kuy lah gc ke kantin keburu abis tu makanan" ajak Kyla kepada Abiyya sambil menarik tangannya untuk segera berjalan.

"iya iya bewel deh lo" kata abiyya sambil mengikuti langkah kyla masih dengan nada kesalnya sambil mengerucutkan bibir.

Nilai itu bahkan menentukan posisi para siswa mengantre di kantin.

Abiyya Cenora, seorang siswa berparas cantik berambut sebahu berwarna hitam pekat itu yang dengan mudah mendapat nilai bagus sambil berjuang melawan ketidakadilan di sekolahnya, dia siswi dengan keluarga yang sederhana keluarganya membuka restoran seafood kecil di rumahnya, dia suka sekali membaca apalagi novel, sudah menjadi asupan sehari harinya mungkin makanya dia suka banget nulis nulis cerita, dia juga punya sahabat bernama Kyla Kathe mereka baru memulai pertemanan mereka saat kelas X dan sekarang mereka duduk di bangku kelas XII.

Kyla Kathe siswi yang juga berparas cantik dengan kehidupan yang sederhana ibunya menjadi petugas kebersihan di sekolah yang ia tempati walau pun dengan keluarga yang sederhana mereka tetap beryukur dengan apa yang sudah tuhan berikan mereka juga bersyukur karena sudah dikaruniai dengan otak yang cukup pintar maka dari itu mereka dapat bersekolah di SMA Brawijaya sekolah terfavorit yang ada di Jakarta di sekolah tersebut banyak sekali orang-orang yang berpengaruh di sekolah, orang-orang kaya tapi itu gak membuat mereka menyerah untuk tetap bersekolah di sana.

kalian mau tau lanjutan ceritanya jangan lupa buat vote and comment banyak banyak thank you...

Mystery of Student XStories to obsess over. Discover now