Awal👑

50 11 37
                                        

Selamat pagi mentari pagi
Menyambut hangat hari ini
Sembari ku nikmati segelas susu
Semoga semangat serta langkahku teriringi bersama doa
Doa yang kupanjatkan subuh tadi....

***

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah sampai menuju kelas, menyebalkan sekali Aku kebagian kelas paling pojok,paling jauh dari gerbang sekolah dan dekat dengan gerbang belakang sekolah jalan satu satunya yang ngga keliatan penjaga sekolah buat kabur, ya udah jelas sekali kelas ini penuh dengan anak-anak yang bandel mereka ngga tau aturan, ngga abis pikir bisa-bisanya aku masuk kelas yang dipandang rendah dari sebagian banyak guru, ya hanya Aku Kanaya Amartya Hermione anak paling pintar di kelasXI, guru-guru berfikir dengan masuknya Aku di kelas XI ini bisa memotivasi anak-anak yang lain buat belajar, namun hasilnya nihil, Aku malah menjadi bahan contekan di kelas. baru saja Aku sampai dikelas, udah disambut wajah teman sebangkuku yang tersenyum manis menungguku datang dari pagi buta demi nyalin PR, ya PR apa lagi kalo bukan PR.

"Nay"

"em kenapa? Mau nyontek PR gue lagi" ucap Ku yang baru meletakkan pantat di atas kursi.

"kamu tuh kan cantik nih Nay, pasti hatinya juga secantik wajahmu loohh, baik dong pastinya, bagi-bagi dong" goda Ghania memamerkan deretan giginya

"tumben bahasa lo aku kamu, abis makan ap lo?"

"hehe kan biar sopan gitu, gua tadi makan ap yah, ntahlah gua lupa kenapa emangnya?"

"gigi lu ada cabenya noh" ledekku menunjuk deretan gigi Ghani sambil tertawa.

"mana mana" Saut Ghani yang langsung mengambil kaca bedak di sakunya, cewe ini ngga pernah lupa membawa alat riasnya sehari pun.

" ih boong lu yah" Aku tertawa melihat tingkah temanku ini.

☆☆☆

Aku duduk bersender di bawah pohon rindang taman sekolahku, Aku membaca lembar demi lembar buku Biologi, ya Aku suka baca buku pelajaran dibanding membaca buku-buku novel yang kebanyakan remaja-remaja lakukan di dalam perpus sekolah, aku belum pernah sekali pun mencoba membaca buku novel ataupun itu karena ya aku pikir buku pelajaran yang mengandung banyak materi lebih bermanfaat dari pada menghabiskan waktu membaca novel yang gaguna itu, ya mungkin bagi kalian itu seru, tapi itu beda buatku.

" serius banget bacanya nay"

cowo bertubuh tinggi, idung mancung, bibir Full thin dengan gaya rambut rapih banget kaya bapak-bapak mau kondangan itu berdiri tepat di sampingku membawa beberapa novel, em yah dia Afshen Galionivander, Afshen temen dari SMP ku ntah ini kebetulan SMA nya bareng lagi atau Afshen yang ikut-ikutan sekolah di SMA ini. Aku hanya mengedikkan bahuku tanda jangan ganggu.

"yaudah nih aku pergi" Afshen ingin meninggalkan Kanaya sendiri namun ia tidak bisa mengurungkan rasa rindunya kepada Naya, ia nengurungkan niatnya untuk pergi.

"Nay lo ngga rindu apa sama gue, kita udah seminggu loh ngga ketemu" Afshen memanyunkan bibirnya bak seolah anak kecil yang merajuk. memang mereka sudah tidak berjumpa selama satu minggu lantaran Afshen izin keluar kota ada urusan keluarga.

"apa sih shen gue tuh lagi belajar liat dong" Kanaya tidak menatap Afshen meskipun Afshen adalah lawan bicaranya sekarang.

"oke oke, gue duduk samping lo yah"

"he'em tapi ngga usah banyak nanya"

"iya iya Naya"

Afshen menatap wajah manis kanaya lebih dari 10 menit, bukannya di baca novel yang di bawanya Afshen malah membaca muka Naya.

"woy Afshen" seseorang menimpuk bagian belakang kepala Afshen dengan botol plastik.

"Gila lo yah" Afshen berteriak tidak terima kepalanya di tampol pake botol seenaknya.

"hehe maaf shen ngga sengaja" Ghani memajang wajah tak bersalahnya sambil cengengesan ngga nyangka afshen bakal marah.

"ngga sengaja nampolnya kenceng banget, udah ngga waras "

"yah kan udah minta maap"
Afshen memutar bola matanya malas

"lagian lo ngliatin temen gue ngga berkedip gue takut lo kerasukan, ya gue tampol aja"

"lo tuh ngganggu orang lagi pacaran "

" eh eh sejak kapan kalian pacaran" Ghani menunjuk kedua temannya itu, bisa-bisanya dia ngga tau mereka ternyata pacaran.

"ngga pacaran Ghan, dianya aja yang ngarep" timpal Kanaya tak terima, enak aja Afshen mengambil keputusannya sendiri. "ngarep banget lu shen" Ghani meledek Afshen yang lenggang pergi.

"Yah merajuk, Nay merajuk noh"

"biarin aja, nanti aja baikan sendiri" Aku kelewatan ngga ya sama Afshen, dia beneran marah ngga ya sama aku. ya udahlah Lagian kenapa Afshen marah jika memang benar-benar mereka belum menjalin hubungan apapun.

☆☆☆

Berikan tanggapan kalian kalo ngga cerita ini ngga berlanjut haha😂

karena kami butuh dukungan kalian untuk terus berkarya...

terima kasih buat yang udah baca...

Aku sayang kaliann♡

Jangan PergiWhere stories live. Discover now