The Child Fox.
Pada zaman abad pertengahan, Vina seorang gadis berprofesi sebagai seniman berusia 25 tahun berhasil membeli sebuah rumah kecil di desa Vedere dari uang hasil pekerjaannya yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Tak lama Kemudian, Vina langsung pindah ke desa hari minggu. Di desa Vedere terdapat Sawah, peternakan, Hutan, Gunung, Danau dan air terjun. Begitu sampai disana, dengan penuh semnagat ia langsung membersihkan rumah barunya yang penuh dengan debu dan sarang laba-laba. Rumah itu terletak di ujung desa dekat dengan sebuah hutan dan danau. Rumah kecil itu mempunyai luas sekitar 36 meter persegi, Dengan warna cat cokelat muda dan atap cokelat tua. Rumah dengan empat ruangan itu ia bersihkan dengan senang hati karena rumahnya hasil jerih payahnya sendiri. Halaman rumah bercorak kayu itu memiliki sebuah pohon apel yang rindang serta beberapa tanaman liar yang menjalar di pagar-pagar kayu.
Matahari telah terbenam, Vina merasa sangat kelelahan selesai membersihkan rumahnya yang kotor seharian penuh. Kemudian Ia langsung Bergegas mandi, makan malam lalu tidur.
Namun, Saat mencoba untuk tidur Vina merasa ada hal aneh yang mengganggunya di rumah barunya. Telinganya kerap mendengar suara berisik dari arah dapur. Ia merasa sedikit panik dan ketakutan. Pada Awalnya Vina mengira kalau itu adalah hantu. Ia menutup tubuhnya dengan selimut tebal dan akhirnya ia tertidur.
Lalu pada Keesokan hari nya, ia menemukan kalau beberapa roti, daging dan susu menghilang dari tempat penyimpanan makanan di dapur.Hal itu terus terjadi berulang kali hingga ia merasa sangat kesal dan marah.
Vina berpikir sejenak, sudah pasti bukan hantu pelakunya melainkan bandit atau pencuri. Alhasil Vina memutuskan untuk mencari tau mengenai hal itu saat ada waktu luang. Menjelang malam, setelah ia menyelesaikan semua orderan lukisannya. Ia duduk di dapur dan menunggu selama dua jam lamanya. Tetapi, tidak ada satupun makhluk yang muncul disana. Karena bosan menunggu lama namun hasilnya nihil, Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamar dan tidur. Saat tertidur lelap, suara berisik itu terdengar lagi. Ia mengendap-endap kedapur dan menemukan seorang bocah laki-laki menguyah roti menatap dirinya. Bocah itu kaget, lalu ia bergegas keluar dari jendela dan lari ke taman belakang rumah. Vina membawa tongkat dan membuka pintu belakang rumah. Ia melihat bocah itu hendak memanjat pagar. Dengan cepat ia berlari dan memukul kepala anak itu dengan tongkat. Seketika, Anak itu langsung jatuh pingsan dihadapannya. Kemudian Vina langsung mengikat dan menatap anak itu diruang tamu. Anak itu membuka matanya perlahan lahan dan menatap Vina dengan wajah kaget. Lalu Vina bertanya padanya, "Hei kamu, Aku ingin bertanya. Mengapa kamu melakukan hal seperti itu? Mencuri makanan di rumah orang adalah perbuatan yang tidak baik." Bocah berkulit putih itu hanya diam saja tak berkata-kata dan menundukkan wajahnya.
Vina menghela nafas dan berkata, " hmm kalau kamu hanya terus diam…. aku tidak akan melepaskan ikatannya lalu aku akan melaporkan dirimu ke kepala desa untuk dihukum. "Anak itu akhirnya berkata sambil mengeluarkan ekor dan telinganya, "Aku hanyalah seekor rubah kecil, dan sebenarnya aku mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi manusia dan aku lapar sekali. Akhir-akhir ini aku kesulitan memasuki rumah para warga. Jadi aku mencuri makanan di rumah mu, Apa itu salah? Aku kan hanya mengambil sedikit makanan. Kenapa kau marah sekali?"
Vina mendekatkan wajahnya pada anak itu dan menjawab dengan tegas, "Iya itu salah, harusnya kamu membelinya di toko bukan mencuri dan masuk ke rumah orang! Paham tidak!"
Tangan Vina membelai kepala anak itu, "Ta…Tapi sayangnya kamu bukanlah manusia.. hmm pasti sulit ya. Tidak bisa bekerja seperti manusia pada umumnya. Kalau aku jadi dirimu mungkin aku akan menyelinap ketempat manusia untuk mencari makanan."
Anak rubah itu berkata, " A..Aku minta Maaf. Begini, Sebenarnya orang tuaku sudah tiada, mereka dibunuh oleh paea pemburu untuk diambil kulitnya. Aku sudah tak punya siapa-siapa lagi. Aku juga tidak begitu hebat berburu seperti kedua orang tuanku. Sudah berbulan-bulan aku hidup seorang diri. Jadi Untuk mengisi perut, Aku selalu mencuri persediaan makanan manusia di desa ini."
