Kisah ini berawal saat aku duduk di bangku SMA. Pada saat itu aku hanyalah wanita polos yang mempunyai badan mungil. Dengan keadaan tubuh yang mungil, kerap kali aku dikira anak SMP. Aku hanya masuk di salah satu SMA biasa saja namun jika aku tidak berada di tempat itu mungkin cerita ini tidak akan pernah aku tuliskan dan bahkan mungkin aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan dia.
🌻
Pagi itu, pintu kamarku terketuk dan tak lama terdengar suara ibu.
“Manda, bangun ini sudah pagi nanti kamu kesiangan loh” ucap ibu seraya membuka pintu.
“Hmmm iya bu ” sautku sembari masih mengantuk
“Yaudah gih mandi dulu, ibu sudah siapkan sarapan dibawah, habis mandi kamu ke meja makan ya udah ditunggu ayah sama Alin”
“Iya siap laksanakan, bu” sambil melesat kekamar mandi.
.
.
.
“Manda cantik sudah siap sarapan” ucapku
“Halah cantik darimana, orang cantik tuh gamungkin jomblo tauga” ucap Alin
“Apasih suka heboh sendiri, ya gapapalah jomblo, dimana-mana permata tuh dijaga bukan diumbar hahaha” jawabku sinis
“Suka kebiasaan deh kalian, udah cepet makan keburu kesiangan nanti” ucap ayah yang sedari tadi serius dengan sarapannya.
Tak lama sarapan pun selesai
“Bu, kita pergi dulu yaa, doain manda semoga sekolah pertamanya seru”
“iya ibu pastii doakan kalian, Alin juga semoga kamu gak nakal ya di sekolah, semoga kalian bisa beradaptasi dengan baik” doa ibu untuk kita.
“Yaudah yu nanti telat loh” ucap ayah
“kita pergi dulu ya bu, jangan lupa jaga rumah, nanti ada yang ngangkut kan berabe haha” lanjut ayah sembari bercanda
“yaudah, dadah ibuuu”
“Assalamualaikum” ucap kami
“waalaikumsalam” sahut ibu
🌻
Tak lama mobil yang kita tumpangi melesat dari pekarangan rumah yang semakin lama menjauh dan menjauh.
Diperjalanan ayah berpesan sama seperti yang ibu bilang tadi. Pagi ini jalan yang kita lewati ramai sekali apalagi saat memasuki kawasan sekolah Alin, seperti lautan putih biru. Kemudian Alin turun dan bergabung bersama teman barunya. Karena sekolah aku dan Alin tidak terlalu jauh maka aku pun cepat sampainya.
“Ayah, Manda turun yaa, hati-hati dijalan, makasih yah” pamit aku
“Iya Man, kamu juga hati-hati, pulangnya jangan kesorean ya” balas ayah
“Assalamualaikum, dadah ayah”
“walaikumsalam, ya dahhh”
Sesaat aku turun mobil mataku tiba tiba terpaku pada salah satu pria yang berdiri tepat di depan gerbang, seperti sedang menunggu seseorang.
“Manda?” ucap dia yang sepertinya kaget dengan keberadaanku.
YOU ARE READING
Beda Rasa
RomanceKamu tahu rasanya menyukai tanpa disukai balik? Kamu tahu cara move on yang paling ampuh? Beri tahu aku ya.. Iya beritahu jika kamu punya jawabannya Karena mengikhlaskan seseorang tanpa pernah menggenggam itu sulit rasanya Dan akan lebih sulit lagi...
