Agatha Berliana Nugroho♡.
Part one!
*Jakarta
Seorang gadis cantik berpakaian modis nan feminim tengah berdiri menunggu taksi lewat. Mungkin sudah kurang lebih 10 menit ia berdiri di sini. Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 7 lewat 5 menit. Padahal pesawatnya akan terbang pukul 8 lebih. Artinya jika ia tak kunjung dapat taksi ia akan terlambat mengejar pesawatnya.
Ia adalah Agatha Berliana Nugroho putri dari Sania Margaretha dan Tomy Sastro Nugroho
Agatha terus melirik jam tangan yang melingkar ditangan kirinya. Ia khawatir ia akan ketinggalan pesawat. Dan pada akhirnya agatha dapat juga taksinya. Setelah memberhentikan taksi tersebut agatha langsung memasukkan koper miliknya ke dalam bagasi dibantu oleh supir taksi. Agatha lekas masuk ke dalam taksi dan menyuruh supir untuk jalan dgn ngebut selepas si supir juga masuk ke dalam taksi.
#####
Beruntung agatha tiba di bandara tepat waktu. Ia segera masuk ke dalam pesawat yang sebentar lagi berangkat. Ia berjalan sambil terus melihat nomor yang tertera di ketas yang ia pegang, 112, agatha menemukan tempat duduknya yang bertuliskan nomor 112. Agatha lekas duduk dikursinya. Ia menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya. Ia merasakan penat yang bukan main.
Belum lama agatha memejamkan mata, ia merasakan ada yg duduk disebelahnya. Agatha membuka matanya pelan dan menengok kesebelah kiri. Terlihat seorang laki" tersenyum kepadanya. Agatha membalas senyuman orang itu dan langsung memalingkan wajahnya ke jendela. Ya, agatha duduk di sebelah jendela.
Tiba-tiba laki-laki yang disamping agatha berdehem. Agatha pun menoleh ke laki-laki itu.
"Ehem-ehem"
"Kenapa?"
"Gak papa. Emm ke bali juga?"
"Iya"
"Oh, sendirian?"
"Iya"
"Tujuannya kemana?"
"Ga tau"
"Ikut aku aja"
"Kemana?"
"Ke pelaminan"
"Ihh apaan sih"
"Kakinya sakit ga?"
"Ga tuh"
"Nanti jalan-jalan ya?"
"Apaan sih mas sok akrab banget"
"Kan cuma buat kenalan aja siapa tau nanti kita jodoh"
Agatha memutar bola matanya malas lalu kembali memalingkan wajhnya. Laki-laki itu kembali memanggil agatha
"Mba"
"Hm?"
"Aku ke belakang dulu"
"Kebelakang kebelakang aja kalik. Ngapain izin segala?"
"Ya siapa tahu nanti mba nya nyariin"
"Dih pd amat, udah sono lu pergi ga usah balik lagi!"
"Kalo ga balik nanti mba nya kangen, lagian kan ini tempat duduk aku"
"Dih siapa juga yang mau kangenin lo?!"
"I will back again dear"
Laki-laki itu pun pergi meninggalkan agatha. Agatha bergidik geli. Bisa-bisa nya baru ketemu bahkan belum saling mengenal udah berani bilang sayang.
Beberapa menit berlalu laki-laki itu pun benar-benar kembali. Agatha tak menghiraukan nya, ia sibuk memandang awan-awan.
"Hei"
Karna mendengar sapaan laki-laki itu, agatha pun menoleh.
"Kita belum kenalan"
Laki-laki tersebut mengulurkan tangannya berharap agatha membalas uluran tangannya. Namun, agatha justru menghembuskan nafas nya kesal dan kembali menoleh ke jendela. Laki-laki itu kembali bersuara.
"Boleh kan kita kenalan? Nama aku sandy, nama kamu?"
"Penting banget ya buat lo tau nama gue?!"
"Penting lah, kan nanti aku harus kenalin kamu ke orang tua aku. Kalo aku ga tau nama kamu, gimana orang tua aku bisa kenal kamu?"
"Dih apaan sih? Siapa juga yang mau dikenalin sama orangtua lo?! Gue sih ogah!"
"Jangan galak-galak nanti cinta lho"
"Najiss. Sono lu pergi pindah sono risih gue lama-lama"
"Ga mau, aku mau nya sama kamu terus"
Agatha mengambil ponselnya, ia memakai earphone. Ia memilih mendengar lagu-lagu daripada harus mendengar ocehan absurd lelaki disampingnya.
Telah kucoba untuk mengerti
Tapi kau terus sakiti
Hatiku lagi
Aku tak tahu apa yang salahku
Hingga kau bisa begini
Khianati aku
Ajari aku melupakanmu
Karena terlalu aku mencinta
Bagaimana caranya
Agar aku lupa
Ajari aku 'tuk membencimu
Karena betapa ku menyayangi kamu
Bagaimana caranya
Agar aku lupa
Ku terlalu mencinta
Tapi kau terus sakiti
Hatiku lagi
Ajari aku melupakanmu
Karena terlalu aku mencinta
Bagaimana caranya
Agar aku lupa
Ajari aku 'tuk membencimu
Karena betapa ku menyayangi kamu
Bagaimana caranya
Agar aku lupa
Ajari aku tuk membencimu
Karena betapa ku menyayangi kamu
Bagaimana caranya
Agar aku lupa
Ku terlalu mencinta
Agatha mendengarkan lagu berjudul 'ajari aku membencimu' dari hanyas wara. Sesekali ia ikut bersenandung pelan.
Seketika ia tersadar, kenapa tak ada suara si pengganggu itu lagi. Agatha membuka matanya, ia menoleh ke samping kiri dan ternyata kursi disebelahnya kosong. Hei, kemana orang itu? Agatha clingak clinguk mencari keberadaan orang itu tapi tak ada. Syukur kalau dia hilang dan tidak kembali. Setidaknya agatha merasakan ketenangan. Agatha kembali memasangkan earphone ditelingannya sampai-sampai ia terlelap dalam tidurnya.
Beberapa menit kemudian agatha tersadar dari tidurnya. Ia mendengar ada intruksi bahwa pesawat sekarang berada di ketinggian 38.000 ft. Agatha cepat-cepat memasangkan sabuk pengamannya.
Setelah memasangkan sabuk pengaman ia merasakan ada yg duduk di sebelahnya. Sial, kenapa orang itu harus kembali lagi. Batin agatha kesal. Agatha menoleh ke samping dan terkejutnya dia yg duduk disebelahnya bukan lagi orang yg mengganggunya tadi melainkan orang ganteng nan manis. Agatha menatap orang itu. Orang itu tetap fokus pada bukunya. Agatha kembali mencari orang yang tadi. Namun tetap saja tidak ketemu. Dimana dia duduk? Kenapa dia hilang bak ditelan bumi?. Tapi bagi agatha itu hal yang bagus. Tak akan ada lagi orang yg mengganggunya. Agatha tersenyum puas, lalu ia kembali memdengarkan lagu di hpnya dengan gembira
###
Akhirnya agatha sampai juga di bali. Ia turun di bandara I Gusti Ngurah Rai. Ia mengambil koper milik nya. Agatha bingung kemana sekarang dia harus pergi? Dimana ada hotel atau sejenisnya? Naik apa dia dari sini? Agatha tahu kalau di sini tidak diperbolehkan naik taxi. Agatha memutuskan berjalan kaki terlebih dahulu. Hingga nanti ia menemukan ojek atau lain hal nya yg bisa membawanya ke tempat penginapan.
Tak berselang lama agatha berjalan tiba-tiba ada mobil yang berhenti di sebelahnya. Agatha pun berhenti dan melihat siapa orang pemilik mobil ini. Kaca jendela mobil terbuka perlahan menampilkan pria yang duduk didalamnya, pria itu melepaskan kacamata hitamnya.
Agatha tersenyum melihat pria itu lagi.
"Lo?"
"Lo kenapa jalan?
"Emm gue? Gue bingung mau naik apa"
"Mau bareng gue?"
"Ga ngrepotin?"
"Ga"
"Thanks"
Segitu dulu permulaan ceritanya. Mog ada yg suka. Yang baca jangan lupa voment yaa. Klo ada yg typo maaf ya. See you next time.
YOU ARE READING
My love story In Bali
RandomCerita ini sedikit ada yang sama dengan film IlY from 38.000 ft♥. Cerita pertama jan di bully. Dikritik dan kasih sarannya. Tinggalkan jejak setelah membaca. Bantu Vote And Coment. Thank you♡
