Stars

9 2 0
                                        

Chanyeol sedang mendekap kucing kesayangannya itu di taman kota. Kalau bukan karna keinginan kucing itu, Chanyeol akan langsung pulang setelah lelah jalan-jalan. Kalau Cuma taman, toh dibelakang rumah mewahnya juga terdapat taman yang bahkan jauh lebih indah dari ini.

Chanyeol mengusap kepala kucingnya, ia dapat dengan jelas melihat bahwa kucingnya terlihat lelah. Jelas, mereka baru saja pulang dari kebun binatang, tapi bukannya pulang, kucing manis itu malah meminta Chanyeol mengunjungi taman kota, tempat ia dulu ditemukan.

---

Kucing itu dulunya adalah kucing jalanan biasa. Dia selalu berada ditaman itu karna dia suka sekali melihat anak manusia yang bermain ditaman. Suatu hari, kucing itu melihat lelaki tampan yang mengendarai sepeda memasuki taman. Seketika itu juga ia mengharapkan kalau dirinya adalah manusia, sehingga ia bisa mengejar lelaki itu.

Kucing itu duduk manis didekat pohon sambil memperhatikan lelaki tampan yang kini duduk di bangku taman, tiba-tiba ia merasa ada yang menyemprot bulu-bulunya. Kucing itu menoleh dan menyadari bahwa segerombolan anak menyemprot tubuhnya dengan pilox berwarna-warni. Kucing itu mundur hingga ia menabrak pohon. Ia tidak bisa kemana-mana, ia hanya bergetar ketakutan. Kucing itu mengeong pelan, kalau ia manusia mungkin ia sudah menangis. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa terangkat kemudian didekap.

"kucing itu juga ciptaan Tuhan. Jadi jangan mengganggu kucing atau hewan lainnya"

Suara itu terdengar begitu tegas bagi si kucing. Bahkan si kucing berharap bahwa pemuda tampan yang membawa sepeda tadilah yang menggendongnya. Tiba-tiba orang yang menggendongnya mengangkat kucing itu dan menghadapkan kucing itu dengan wajahnya.

"nah kucing manis, mereka sudah pergi, sekarang ayo kita pulang dan kita bersihkan bulu cantikmu"

Kucing itu begitu terkejut menyadari bahwa harapannya terkabul. Segera saja lelaki itu menggendong si kucing dan menaruhnya ke keranjang sepeda,dan membawa kucing itu pulang.

Singkat cerita, akhirnya lelaki tampan ini memeliharanya. Si kucing tentu senang menjadi peliharaan lelaki yang begitu baik padanya. Sudah satu tahun si kucing tinggal dengan lelaki itu. Ia sudah menyaksikan kehidupan lelaki itu cukup lama, mulai dari hubungannya dengan keluarga, teman, pendidikan, bahkan kekasih.

Di satu malam, kucing itu melihat tuannya itu marah-marah. Entah berapa banyak barang yang ia banting. Disaat yang sama ia menangis. Tak hentinya lelaki itu menyebut nama kekasihnya. Si kucing tidak mengetahui apapun yang terjadi, dalam hatinya ia hanya ingin menenangkan tuannya yang selama ini begitu baik padanya.

Ia berjalan pelan dan naik ke sofa tempat tuannya duduk, ia mengeong beberapa kali seakan memanggil tuannya. Lelaki yang merupakan tuannya itu menoleh dan segera membawa kucing itu ke dapur dan memberinya makan. Si kucing yang memang bukan berniat makan malah kembali lagi keruang depan. Melihat tuannya duduk di sofa, ia segera naik dan tiduran dipaha tuannya. Ia tetap dalam posisi itu, ia hanya berharap tuannya terhibur.

Dia sadar dia bukan hamster yang imut, bukan kelinci yang lincah, bukan anjing yang pintar, dia hanya kucing jalanan.

Tapi ia sangat menyayangi tuannya, dan ingin sekali membalas kebaikan tuannya.

Beberapa bulan setelah itu, tuannya datang dengan seorang temannya yang sama-sama tinggi. Kucing itu hanya memperhatikan, seperti yang biasa ia lakukan. Sampai tiba-tiba teman dari tuannya mengangkat tubuhnya dan memangkunya.

"kau pasti akan sangat cantik" gumamnya.

Disebelahnmya, tuannya tersenyum.

"sangat cantik" tambahnya.

Yang ia ketahui selanjutnya ia dibawa ke dalam sebuah ruangan, kemudian sesuatu seperti jarum masuk ketubuhnya, tak lama kemudian ia mengantuk dan tertidur. Ketika ia terbangun, ia melihat tuannya duduk disebelahnya, dan perlahan membantunya untuk duduk, lalu membingkai wajah kucing itu.

StarsWhere stories live. Discover now