Chapter 1

8 1 0
                                        

Hope you enjoy it🌿
.
.
.

Sama...

Sama lagi.....

Hampir semua hari-hari yang terlewatkan selalu terulang kembali.

Tapi mungkin hari ini akan berbeda.

Suara percikan minyak yang dihasilkan dari mentega dan suara blender menyatu menjadi satu di seluruh ruang dapur tersebut. Sarapan dan bekal yang sedang disiapkan oleh Claire hampir selesai pada pukul 05.40 pagi. Semua berjalan lancar seperti yang diperkirakannya. Sambil   menyantap makanannya dibukanya ponsel yang sedari tadi memunculkan nontifikasi pesan.

Claire segera bergegas menghabiskan makanannya ketika Yara, temannya semenjak dia masuk SMA tiba-tiba mengirimkannya pesan bahwa dia sudah berada di bawah depan apartemennya untuk menjemputnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Setelah memastikan barang-barang keperluan kegiatan pariwisata sudah dimasukan ke dalam tasnya, Claire langsung menyeret kopernya keluar dari apartemennya.

Sesampainya di bawah dilihatnya Yara yang telah menyenderkan badannya di samping mobil berwarna hitam sambil memainkan ponselnya dengan earphone di telinganya. Ketika menyadari seseorang mendekat, Yara mendongakan kepalanya dan langsung melepaskan earphonenya lalu segera berjalan mendekati seseorang tersebut.

"Riest! Kamu tahu tidak semalam ada berita yang Hot banget!".

Claire hanya berdeham rendah, mengabaikan Yara yang langsung membahas tentang berita semalam yang menggemparkan seluruh siswa-siswi di kota  dengan mengangkat koper untuk dimasukan ke bagasi mobil.

"Menurutmu apakah berita itu benar? Tidak mungkin kan seorang Casanova seperti Alard melakukan hal itu? Bagaimana dengan nasib jutaan penggemarnya setelah mendengar berita itu?" Tanya Yara saat Claire baru mulai membuka pintu penumpang.

"Hai, Claire".

"Hai". Jawab Claire sekiranya saat mendapati Joun, sepupu Yara sekaligus teman mereka yang ternyata juga ikut menumpang. Claire tidak terkejut mendapati Joun didalam karena saat menaruh kopernya tadi dia melihat ada 1 koper tambahan didalamnya.

"Hey!, Kalian berdua jangan cuek begitu. Joun, bukannya kamu cukup dekat dengan Alard sebagai teman se-tim basket, bagaimana kamu tidak tahu sedikitpun informasi bagaimana ini terjadi?". Tanya Yara saat sudah duduk di depan samping kursi pengemudi.

"Bagaimana tahu, kejadiannya mendadak baru terjadi tadi malam. Meskipun aku teman se-tim basketnya aku tidak mungkin tahu informasi sedikitpun bahkan teman-teman terdekatnya semalam sibuk berdiskusi tentang berita itu di grup basket kami". Joun menjawab sambil memutar kedua bola matanya.

"Apa yang didiskusikan oleh mereka?".

"Menurut salah satu temannya, kemarin sebelum kejadian,  Alard dengan teman-temannya sedang berada di club dan sesudah mereka mengobrol dan minum mereka langsung pulang bahkan Alard tidak sedikitpun mengobrol dengan perempuan disana langsung pulang terus bagaimana bisa ada kejadian tersebut?". Jawab Joun sambil mengerutkan kedua alisnya seolah dia ikut tertarik membahas berita itu.

"Terus... Apakah dia dijebak? Atau... ". Yara membuat raut muka seperti penyelidik. "Ah! Tidak-tidak tidak mungkin seperti itu, sebagai penggemarnya aku tahu Alard tidak mungkin seperti itu. Meskipun dia tipikal bad boy tapi dia tidak mungkin berbuat sekasar itu". Tambah Yara sambil melihat ke arah Joun, tapi dibalas Joun dengan mengangkat kedua bahunya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 02, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Spill the Soul and Burn into itStories to obsess over. Discover now