"Please welcome The Maine.." begitu kata MC saat memanggilkan nama band yang selanjutnya yang akan tampil. Sebelumnya member band dan LO nya pun sudah bersiap di backstage sampai akhirnya The Maine pun naik keatas panggung, dan menyanyikan lagu pertamanya "Numb Without You".
"jangan lupa, 2 menit lagi closing ya" kata ku melalui HT yang menghubungkan dengan LO MC. Hari ini hari yang sangat melelahkan sekaligus aku bangga dengan diri ku sendiri. FINALLYYYY... akhirnya aku bisa membawa band kesukaan aku datang ke Indonesia, hmmmm..ya bukan karena usaha ku sendiri sih tapi banyak juga orang-orang yang rela membuang atau meluangkan waktu nya untuk event ini. Im so proud of my team.
Yep, seperti biasa aku selalu menjabat sebagai panitia acara. Tetapi kali ini berbeda, derajat ku dinaikan menjadi koor acara hahaha yang tanggung jawab yang harus aku tanggung pun cukup berat. Seperti yang kalian tau berprofesi sebagai Event Organizer itu bisa dikatakan susah-susah gampang.
2 hari ini aku juga selalu di temenin sama sama Luigi. Weitsss... kalian jangan salah sangka dulu ya, kita udah sahabatan dari SMP haha. Dari SMP kita udah punya geng, nah 2 personel lainnya ini selalu datang kalau aku udah selesai rapat. Bahkan pas hari H konser aja merek datang pas udah di tengah acara. Arka ini emang paling terkenal dengan lemot atau gerakan lamban nya. Eh bukan karena dia 'melambay' ya tapi emang dia anaknya bener-bener mageran banget. Nah kalau Rio ini tetanggaan sama Arka. Jadi kalo Arka belum berangkat ya berarti jangan harap Rio mau berangkat juga. Tapi karena keunikan mereka masing-masing, itu yang sangat membuat aku sangat saya sama mereka. Love ya x
Seperti biasa jika aku sudah sampai dirumah, hal yang pasti akan lihat dan dengar adalah pertengkaran Papa dan Mama. Biasanya aku yang meleraikan pertengkaran mereka berdua, tapi karena hari ini aku lagi gak ada mood buat ladenin mereka dan ngerasa capek banget seharian ini..ya jadi aku tinggal masuk aja ke kamar.
Kelaukan Mama sama Papa emang udah hampir gak pernah akur lagi dari zaman aku mau masuk SMK kelas 1. Mama suka cerita keluh kesah tentang Papa ke aku, hampir tiap hari dia kalau curhat pasti nangis. Tapi karena aku orang yang gak bagus buat ngontrol emosi, jadi nya aku gamau coba-coba untuk debatin masalah mereka ke Papa. Cukup dengan misahin mereka aja kalo berantem itu udah cukup banget.
Kebetulan malam ini aku harus memegang acara SweetSeventeen anak SMA yang letak acaranya gak terlalu jauh dari rumah ku. Seperti biasa, Luigi, Arka dan Rio akan menjadi asisten pribadi ku hahaha. Joking ya. Kalau udah sampai di TKP biasanya aku bakalan adain rapat kecil bersama panitia lain, dan beberapa orang yang terlibat dalam acara tersebut. Saat aku sedang mengobrol dengan panitia yang lain, tiba-tiba ada tangan yang menepuk bahu ku "lho..Nya kok kamu disini???"
"eh hai, aku EO disini hahaha" kata ku sambil tertawa memaksa dan sangat kaget ketika melihat Anton di acara SweetSeventeen ini
"serius? aku kan DJ ngisi acara disini. Gila ya udah lama banget kita gak ketemu"
"Ton, aku balik kerja dulu ya. Kita ngobrol nya nanti aja kalo acara udah beres. Sukses bawain mixian lagu nya hari ini. Aku kira temen kamu doang yang kemaren bakalan nge DJ haha" jawab ku sambil menepuk bahu Anton kembali dan kembali pergi mengurus peralatan yang masih harus di benahi.
"Kak, kalau ada apa-apa nanti panggil kita aja ya, kita stand by terus kok di deket sini" memperingati Santi yang akan menjadi orang berulang tahun.
***
"Nya, kita tunggu di dalem ya? Gerah disini." Jelas Arka yang melirik Anton agak sinis dan yang aku tangkap sebenarnya dia memang agak sedikit sarkas dengan Anton. Setelah Luigi, Arka dan Rio masuk kedalam mobil, barulah Anton berani duduk di sebelah ku.
Karena gak mau dianggap terlalu kaku karena jarang bertemu dan ngobrol, akhirnya aku memulai obrolan tersebut. "cie udah berenti ngerokok sekarang?"
"ya iya, because of you, Nya." Serius, aku gak tau Anton bakalan jawab gitu dan kaget nya setengah mati. Aku kira bahkan dia udah lupa sama aku, karena udah kita bener-bener lost contact. Dan aku juga ngira dia bakalan merokok lagi hahaha.
"im glad to hear that. How's New York? Kok tiba-tiba udah di Jakarta aja deh?"
"i love New York. But, My dad passed away due cardiac arrest, Nya. Jadi ya mesti balik kesini lagi " jawab Anton dengan tatapan kosong.
"HAH? Kok gak nomong-ngomong??? Dan itu kapan?" tanya ku kembali sambil menegok dengan kagetnya.
"about a year and half ago. Gak ada yang tau masalah bokap meninggal Nya. Temen-temen yang lain juga taunya sebulan sesudah bokap meninggal. Bener-bener gabisa ngapa-ngapain abis kejadan itu. Aku sampe minta cuti kerjaan selama beberapa bulan, dan dirumah aku gamau di ganggu gugat. I wanna try to call you, tapi gak jadi. Aku bener-bener inget konsekuensi yang harus aku tanggung and i deserve it"
"ya tapi kan kalo lagi gitu situasi nya, kamu bisa hubungin aku kapan aja"
"lo gak pernah berubah ya, Nya hahaha"
"emang aku Jin bisa berubah haha. Ok then.i gotta go, see you around then.. Gaenak sama mereka" aku bergegas membereskan tas ku dan pergi.
Anton juga ikut berdiri dan berteriak "seya Kanya. I've missed you". Aku membalikan wajah ke arah nya dan tersenyum kepada Anton. Me too, Ton.
"sejak kapan lo deket lagi sama tuh Husky?" sambut Rio saat aku baru masuk kedalam mobil.
"ndasmu... kita aja baru ketemu disini'
"ya gue sih tinggal nunggu tanggal maen aja nih hahaha" sambung Luigi yang ikutan mengejek ku.
Aku jadi ingat pertama kali ketemu Anton itu di John F.Kennedy International Airport a.k.a JFK. Ya, Anton itu setengah bule setengah Indonesia. Ibu nya dari USA dan Ayah nya dari Indonesia. Kami dipertemukan karena kepanikan dan kebodohan ku sendiri haha. Aku yang lagi panik ngomong di telfon sama Papa karena koper aku ga keluar-keluar, ya memang seharusnya aku menanyakan sama pihak bandara, tapi karena ini kali pertama aku ke luar negeri jadi aku agak sedikit takut dan panik banget hahaha. Kebetulan pas kejadian itu, aku ngomong sama Papa memakai bahasa Indonesia, setelah aku mematikan telfon, Anton memang sudah lama berdiri di sebelah ku juga untuk mengambil barang-barangnya. Dan tiba-tiba dia ngomong sesuatu "excuse me, are you from Indonesia?" pada saat itu aku agak sedikit kesal karena aku berfikir, ih nih bule, gue lagi panik masih aja ngajak ngobrol orang. Lalu aku menjawab
"yes i am"
"aku bisa bahasa Indonesia, tadi aku denger kamu nelfon ngomongin masalah koper kamu yang hilang ya? Lemme help you, aku biasa bolak-balik kesini soalnya"
Sumpah, aku benar-benar gatau harus senang atau makin panik, tapi gak ada salah nya untuk menerima bantuan dia selagi dia gak telihat macam-macam kan.
Ok singkat cerita, pokokya itu koper ketemu dan ya...kita kenal dari situ akhirnya kita tukeran nomor telefon. Aku dan Anton juga pernah pulang ke Jakarta berasama, sekali. Tetapi waktu kita banyak di habiskan di New York daripada di Jakarta. Sampai pada akhirnya aku memang harus kembali ke Jakarta dan Anton tetapi tinggal disana. Yep, setelah itu kami benar-benar tidak berhubungan satu sama lain selama 2 tahun setengah tahun. Sampai pada akhirnya tepat hari ini kami bertemu kembali, di tempat yang tidak pernah disangka-sangka.
