Bagaimana bisa perasaan yang telah lama dibangun hancur luluh lantak tak bersisa,
Ku bertanya-tanya apakah kau sanggup tanpa diriku apakah kau tak tau dalamnya rasa ini terhadap mu.
Entahlah seminggu lagi kita akan menikah mengapa, mengapa harus seminggu sebelum pernikahan ini.
...
"Bersediakah kau menjadi calon ibu dari anak-anakku kelak?"
Rehan menatap mataku menunggu jawaban ku
"I,,iya" jawabku terbata-bata terharu
Semua bersorak-sorai bergembira.
Setelah lamaran itu kami mulai berbicara mengenai kapan dan dimana resepsi itu akan dilangsungkan. Aku pun sangat antusias pernikahan yang selalu ku inginkan akhirnya terwujud.
Menjelang seminggu acara besar bagiku di adakan Rehan mengajak makan malam dan menemui ku.
"Ada apa Han? Eh Mas Ehan maksudnya"sambil tertawa
Rehan menundukkan kepalanya bicara "ma,,maaf Ran sepertinya kita tak akan Menikah" suaranya kalah dengan hembusan angin tapi aku masih bisa mendengar dengan jelas.
Aku yang meletakan tangan di muka pun turun perlahan menatap tak percaya apa yang barusan dia katakan.
"Aish, jangan bercanda deh ,, Ngaa asik ah" ku meminum jus yang ada di mejaku
"Aku serius!"
..
Aku kembali ke rumah dan bilang pada ibu acara dibatalkan
"Mungkin kita memang bukan jodoh buk, tak apa"
Ibu mengelus rambut ku perlahan, memelukku .
Sisi positif yg bisa diambil adalah undangan belum disebarkan setidaknya keluarga tak begitu menanggung malu dan pesanan katering pun dibatalkan semua pupus begitu saja.
Ku menangis dalam sepi, sekali lagi ku terluka
"Aku serius!"
Nada tinggi itu terus terngiang-ngiang ditelinga ku , masih tak percaya apa yang terjadi.
"Aku serius!,, Maafkan aku, aku ingin mengapai mimpi ku, ku mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Inggris ini kesempatan ku ,aku lulus ujian kemarin"
Menahan sakit ini
Ku terlelap dalam kesedihan ini.
Esok paginya ku masih memikirkan ini, apakah hanya prank saja. Ku beranikan diri menelponnya "ini bukan prank- an?" Rehan meyakinkan ku ia mengirimkan bukti bahwa ia memang lulus ujian tersebut.
oh tuhan sakit sekali rasanya dada ku terasa sangat sesak mengingat-ingat semua kenangan itu, ku tak mau beranjak dari tempat tidur.
"Nak sudahlah ,ayo makan kau tak boleh sakit" ibu terus menggedor-gedor pintu, tapi
Aku tak menjawab.
3hari berlalu mungkin aku bisa menerimanya. aku pun Mulai pada kebiasaan sehari-hari, seperti Membantu menyiapkan sarapan , berangkat kerja, pulang dan tidur.
"Nak, ada undangan nih" ibu menyodorkan surat undangan,
~Andita Mahesya 💍Rehan Prastyo~
'Apa apaan ini kata ku dalam hati
Minggu 12 July 2020
Aku menghadiri pesta pernikahan ini aku sudah menguatkan mental ku.
Saat tiba giliran ku
'Plakk' Ku menampar pipi Rehan dengan sangat keras semua orang terkejut dan melihat ku
Ku melihat mata bersalah Rehan
Aku langsung pergi meninggalkan pesta tersebut, mungkin aku sudah jadi bahan ghibahan mereka ,peduli apa aku , aku sangat kecewa hari ini kekasihku calon imanku menikahi wanita lain, ku berkata dalam hati 'ku doakan kau tak bahagia.
Aku memutuskan untuk pindah sementara ke rumah nenek yang ada di Cirebon. Aku mengunjunginya sembari melupakan apa saja yang terjadi di Jakarta.
Ku menceritakan semuanya ke Nenek.
Nenek bilang
"Tak apa kadang ada cerita tak masuk akal, diluar ego semua tak berarti, masih menjadi misteri itu lah kehidupan sejati, tinggal kau saja yang memutuskan untuk menurunkan ego mu dan mulai menerima kenyataan atau membiarkan semua terpuruk lebih dalam, cobalah untuk menerimanya karena dengan itu kau akan menjadi kuat dan berarti"
Setelah kembali ke Jakarta aku kembali memulai hidupku.
"Hai Ran gimana udh baikan?" Tanya Dimas
Menarik nafas panjang "iya"
Ku melaluinya kembali ke ruang kantorku, dering hp berbunyi pesan dari Rehan
'Ran bisa bertemu?'
'Bukankah kau sedang di Inggris?'
Tanya ku seolah-olah itulah yang terjadi
Rehan tak membalasnya hanya membacanya. Aku kembali meneruskan pekerjaan.
Jam istirahat tiba ku makan di kafe samping kantor.
Aku yang tengah makan kaget melihat Rehan dengan mata sayup nya , membuktikan bahwa semua tak berjalan semestinya
"Boleh aku duduk?"suaranya begitu kecil
Aku menganggukkan kepala
"Ran,, Rani tatap aku!"
Aku masih belum bisa melupakan yang terjadi karena itulah kenyataannya,ku masih menundukkan kepala.
"Ran,,aku minta maaf bisakah kita kembali memulai hubungan kita?"
Ku beranikan diri menatapnya
"Kau bercanda?(nada melecehkan) semudah itukah kau mempermainkan rasa? Ada apa bukankah kau seharusnya ada di Inggris sekarang, kenapa ada disini?bagaimana dengan Dita ? Apa yang terjadi? Kenapa kau selalu membuat ku kecewa sudah berapa kali? Apa kali ini juga akan sama? Ego mu telah membunuhku secara perlahan! Dan kau masih mengharapkan ku?(nada melemah)"
"Aku ingin memperbaiki ini semua, kumohon maafkan aku"
Rehan mulai menyeka ujung matanya.
" Mengapa kau menangis bukankah yang harusnya menangis adalah diriku!? Ada apa dengan mu? Rasa ini telah jatuh ,jatuh kedalam dasar samudra pergilah kesana cari rasa ku itu kembalikan padaku! Bagaimanapun itu kau tak akan pernah menemukan kembali rasa itu , lukanya terlalu dalam sangat dalam!" Air mata ku mengalir.
Rehan terlihat ingin mengusap air mataku tapi dia hanya duduk dan melihat
"Di,,Dita meninggalkanku aku tak tau harus apa aku mengingatmu, dan aku harus minta ma_'" ku memotong perkataan nya .
"Sudahlah kumohon aku tak ingin terluka lebih dalam" aku meninggalkannya.
Setelah pulang kerja aku langsung membanting kan diri ke kasur mencoba mengingat apa yang terjadi sebulan terakhir mengapa begitu banyak luka yang hadir , herannya hanya aku yang terluka.
Kembali tidur dalam kesedihan, kekecewaan berharap Tuhan mendengarkan doa ku kali ini
'Tuhan aku ingin melupakan Rehan aku tak ingin mengingatnya tak ingin mengenalnya bahkan tak ingin hari kemarin ada.
Tapi apalah daya semua berlalu begitu cepat, hilang dalam sekejap semua kebahagiaan.
Aku memutuskan untuk pergi kembali ke Cirebon.
Aku membuka usaha toko buku dan makanan jalanan. Setidaknya aku bisa melupakannya secara perlahan diringi luka yang tak kunjung redam.
.
.
.
.
pernahkah kau mendengar kisah Rama dan Shinta? Atau kelanjutan kisah mereka?
Atau mendengar kisah dari Romeo dan Juliet?
Terdengar seperti kisah cinta abadi tapi sebelum itu mereka melalui berbagai luka hingga akhirnya menemukan cintanya tapi semua berujung pada perpisahan. Dimana Shinta akhirnya memutuskan untuk mengorbankan diri untuk membuktikan pada Rama bahwa Rama adalah satu-satunya.
Lantas bagaimana dengan Romeo dan Juliet kisah mereka begitu terkenal bukan?
Bahwa Romeo rela membuktikan pada Juliet bahwa cintanya suci dan tulus.
Tapi semua itu tak lebih dari sekedar dongeng tak ada kisah yang seperti itu di dunia ini
Cinta hanyalah sebuah delusi ,ilusi, asumsi, patah hati itulah cinta kau hanya akan mendapat luka pada akhirnya.
~End~
BINABASA MO ANG
Tak Bertepi
Short StoryBagaimana bisa perasaan yang telah lama dibangun hancur luluh lantak tak bersisa, Ku bertanya-tanya apakah kau sanggup tanpa diriku apakah kau tak tau dalamnya rasa ini terhadap mu. Entahlah seminggu lagi kita akan menikah mengapa, mengapa harus sem...
