DILARANG MENJIPLAK, MENGCOPY ATAU MEMUBLIKASIKAN KARYA SAYA TANPA IZIN.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Selamat membaca.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
⛄⛄
Januari 2018.
Derai salju halus turun mengenai permukaan baju tebal seorang gadis dengan dengan syal yang melingkar sempurna di lehernya. Aksa¹ cantiknya menangkap bayangan berpuluh insan berlalu-lalang di dalam terminal 2 Bandara Internasional Icheon, Korea Selatan. Sambil menyeret satu koper serta mendekap ransel kecil di dadanya perempuan itu berlari kecil menghindari salju membasahi pakaian tebalnya lebih banyak lagi.
Deluna Azzahira namanya, seorang perempuan asal Indonesia yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 nya di Universitas Nasional Seoul beberapa bulan yang lalu. Karena beasiswanya telah berakhir, malam ini Luna memutuskan untuk pulang menyusul dua temannya yang telah lebih dulu kembali ke Tanah Air satu minggu yang lalu. Luna tidak sabar untuk berjumpa dengan keluarga dan teman-temannya di Indonesia yang sudah lama tidak ia jumpai.
"Aduh!" pekik Luna.
Luna yang tidak hati-hati terpeleset dan jatuh di atas lantai yang licin.
"Anda baik-baik saja?" tanya seseorang.
Sebuah suara berat terdengar jelas di telinga Luna, ia pun mendongak. Berdiri seorang laki-laki bermasker mengulurkan tangannya di depan Luna membantu gadis itu bangkit. Walaupun hanya sebentar, Luna bisa merasakan laki-laki itu tangannya lembut sekali saat kulit telapak tangan mereka bersentuhan. Dengan sopan Luna membungkukkan badan berkali-kali.
"Terima kas-" ucapnya terpotong ketika sosok lelaki tadi ternyata sudah berbalik pergi.
"Belom juga selesai bilang makasih." Luna menggerutu dengan bahasa Indonesia logat khas Surabaya-nya.
Dengan gerak pelan dipungutnya kembali ransel kecilnya yang menggelundung. Lalu kembali berjalan menuju check-in counter². Dirinya sudah kehabisan tiket tadi pagi, jangan sampai ia kehabisan tiket lagi malam ini. Beruntung masih cukup banyak tiket yang tersedia malam ini. Usai menyelesaikan aktifitasnya memesan tiket, Luna langsung pergi ke ruang tunggu.
Luna memutuskan untuk menghubungi Mama-nya sembari menunggu nomor penerbangan.
"Mama!" sapa Luna sumringah begitu mendapati wajah cantik sang mama di layar ponselnya.
Sang mama tersenyum hangat melihat putri sulungnya. "Mbak Una udah di bandara ya?"
"Iya, Ma. Barusan abis selesai check-in³. Sekarang Mbak lagi di ruang tunggu."
"Itu kenapa kok rambutnya berantakan begitu? Gak sisiran kah?"
Luna menghela nafas kesal. "Tadi waktu mau masuk terminal Mbak lari dari parkiran karena salju pertama ternyata turun malem ini, Ma. Ya walaupun cuma tipis tapi tetep aja kan takut kebasahan, karena gak hati-hati Mbak jadi kesandung terus jatuh. Untung tadi ada yang nolongin." tuturnya.
"Tuhkan, dari kecil dibilangin jangan suka lari-lari masih aja ngeyel."
Gadis itu meringis. "Maaf, Ma. Oh iya Bapak sama Adek mana?"
"Itu," Mama-nya menggeser layar ponsel menampakkan bapak dan adik perempuan Luna yang tengah duduk bersebelahan.
Sang bapak mengambil alih ponsel yang diulurkan Mama Luna. "Halo Mbak, ini Bapak. Mbak hati-hati di jalan ya, jangan lupa baca doa sebelum naik pesawat."
"Iya, Pak. Bapak sama Mama juga jangan lupa doain dari sana ya."
Selepas itu Luna mengobrol sebentar lalu berpamitan untuk menutup telpon karena nomor penerbangannya telah segera berangkat. Sebelum berjalan menuju pesawatnya, Luna menyempatkan diri memandang cakrawala malam itu lekat-lekat dari balik jendela kaca besar di ruang tunggu seraya mengembangkan senyum tipis. Setelah hari ini ia tidak tahu kapan lagi takdir akan membawanya kemari.
Luna menggumamkan doa dengan tangan yang menengadah, dalam doanya ia selipkan harapan semoga lain hari dimasa mendatang nanti ada sebuah alasan yang membuatnya bisa kembali ke negri ini setidaknya untuk sekedar menikmati hujan salju pertama bersama orang yang ia cinta.
To be continue...
⛄⛄
______________________________________
¹Aksa = Mata.
²Check-in Counter = Sebuah tempat loket guna memverifikasi data tiket yang telah dibeli bersamaan dengan pengecekkan paspor dan visa di suatu bandara.
³Check-in = Proses registrasi/mendaftar.
___________________________________________
⚠️ TOLONG DIBACA.
Temen-temen, aku mau berbagi informasi tentang cerita yang aku tulis ini sebelum kalian lanjut membaca. Karena bisa dibilang kalau topik yang aku pakai untuk ceritaku di sini agak sedikit sensitif jadi aku ingin meluruskan beberapa hal.
Hal yang pertama dan paling utama, latar tempat, nama tokoh, sifat tokoh, fakta tentang kehidupan tokoh dan segala tindakan serta dialog yang terjadi dalam cerita ini semuanya tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata seseorang.
Dan yang kedua, cerita ini aku tulis murni dari ide dan pemikiranku sendiri. Jadi aku juga akan meminta maaf sebelumnya bila mana ada nanti ada beberapa bagian yang membuat siapapun tersinggung kedepannya. Itu murni ketidaksengajaan karena aku di sini tidak berniat menyinggung siapapun.
Tapi aku harap, temen-temen semua bisa menjadi pembaca yang bijak, ya. Terima kasih.
Selamat berkelana dengan Luna dan para tokoh lainnya.❤️
ESTÁS LEYENDO
14 Days With You in South Korea
RomanceLuna mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Korea Selatan dari kantornya bekerja selama dua minggu guna melakukan research tempat wisata di negara itu untuk diperkenalkan pada wisatawan Indonesia. Dalam perjalanannya selama di Korea Selatan ia men...
