Happy reading♡
Seorang gadis berhijab cantik dengan parasnya Yang manis kini sedang duduk melamun dibalkon kamarnya, mata kecoklatan Yang dimilikinya menatap langit malam yang berhiaskan bulan dan ribuan bintang.
Malam Yang identik dengan gelap, sunyi, sepi, bahkan menakutkan berubah menjadi indah dalam sekejab, itu semua karna adanya bulan dan bintang yang dengan baik hati memberikan cahayanya untuk menerangi langit malam. Bahkan bagi sebagian orang, malam adalah waktu yang tepat untuk menunpahkan segala keluh kesah dan kegundahan Yang dirasakan sepanjang hari.
Jika diibaratkan malan adalah sebuah pertunjukan dimana bulan dan bintang adalah pemeran utamanya Yang mampu menghipnotis mata penonton untuk selalu memandang kearahnya tanpa mau berpaling, ditambah lagi semilir angin dan suara jangkrik Yang saling bersahutan Yang mampu menambah kesan nyaman bagi siapa pun yang merasakannya.
Aku kagum dengan bulan dan bintang, ia tak melakukan apapun namun mampu membuat siapa saja Yang melihatnya tenang dan tersenyum bahagia seolah beban dalam hidup hilang begitu saja saat melihat keindahannya.
Bulan dan bintang ibarat sepasang kekasih yang saling melengkapi satu sama lain. Jika ada bulan maka ada bintang begitu pula sebaliknya namun saat salah satu diantara mereka tidak ada maka hujan lah Yang akan menggantikan mereka dan menemani langit malam Yang gelap.
"Sungguh indah ciptaan mu ya rabb" ucap dira dengan senyum lebar dibibirnya.
Dira mencoba memejamkan matanya untuk merasakan kenyamanan dibalik dingin'nya angin malam. Namun sebuah suara membuat dira kembali membuka matanya dan menoleh kearah sumber suara.
Tok tok tok
"Siapa?" Tanya dira saat pintunya diketuk dari arah luar
"Ini oma sayang, oma boleh masuk?" Jawab seseorang yang mengetuk pintu kamar dira yang diiketahui adalah oma iren
"Oh oma, masuk aja oma pitunya gak dira kunci kok" ucap dira
Kreeekk
Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sudah tidak muda lagi karena terlihat beberapa kerutan diwajah dan juga rambut Yang mulai memutih. Dengan membawa segelas susu cokelat oma iren masuk dan duduk disebelah dira.
"Ini susunya diminum dulu sayang" ucap oma iren dengan memberikan segelas susu buatannya kepada dira
"Makasih oma" ucap dira setelah menerima susu dan meminumnya
"Iyah sama-sama sayang" oma iren tersenyum saat melihat cucu kesayangannya itu meminum susu buatannya sampai habis.
"Barang-barang kamu udah diberesin semua sayang?" Tanya oma menatap cucu kesayangan'nya itu Yang dibalas anggukan oleh dira.
"Maafin dira ya oma kalok selama ini dira belum bisa jadi cucu yang baik buat oma" ucap dira dengan air mata Yang sudah membasahi pipinya
"Harusnya oma Yang minta maaf,karna oma belum bisa bahagiain kamu sayang,oma selalu sibuk dengan urusan oma sampai lupa sama kamu" ucap iren dengan mata Yang berkaca kaca
Dira memegang tangan oma nya lembut "No,tanpa oma dira gak mungkin bisa jadi seperti sekarang, kalok aja waktu itu oma gak dateng mungkin dira udah pergi untuk selama lamanya,bagi dira oma adalah superhero nya dira"
"Cucu oma sekarang udah tumbuh jadi gadis yang dewasa,mulai sekarang kamu harus bisa menghadapi setiap masalah yang terjadi dalam hidup kamu,oma yakin cucu oma ini adalah gadis yang kuat dan tangguh" ucap iren lalu memeluk cucu kesayangannya itu
"Makasih ya oma udah selalu ada buat dira dan mau jagain dira selama ini" ucap dira disela sela pelukannya
"Iya sama sama sayang, oma jugak seneng banget bisa punya cucu Yang baik, sholeh dan pintar seperti kamu"
"Sekarang kamu tidur ya, karna besok jam 06:00 kita harus sampai dibandara" ucap iren setelah melepas pelukannya
"Siap bosque" dira mengangkat tangan'nya seperti orang Yang sedang memberi hormat kepada pemimpinnya.
"Good night sayang" iren mencium kening dira lalu keluar kamar dengan membawa gelas susu.
"Night oma" ucap dira pelan
Dira rasa ini adalah saatnya untuk bangkit dan membuka lembaran baru, ia berharap semoga keputusannya untuk kembali ke-indonesia adalah keputusan yang terbaik. Aamiinn!!
✔✔✔
Disisi lain terlihat seorang laki-laki tampan yang sedang menikmati makan malamnya dengan santai meskipun ia tahu sang papa menatapnya sedari tadi. Namun ia memilih acuh dan berpura-pura tidak tahu.
"Kalau sampai papa denger kamu masih ikut ikutan genk motor lagi,semua fasilitas kamu bakal papa cabut" ucap pria paruh baya yang kini menatap tajam kearah anak semata wayang nya itu
Prang (anggap aja itu suara sendok jatuh)
Radit membanting sendok'nya lalu bangkit dan berjalan kearah kamarnya yang berada diatas serta mengacuhkan suara papanya yang sedari tadi memanggilnya.
"Radit mau kemana kamu,papa belum selesai bicara,radit" bentak pria paruh baya itu yang diketahui adalah aradhana Luis pranaja
"Udah mas, nantik aku yang bakal ngomong pelan-pelan sama radit,kamu tau sendiri kan radit orang nya gimana,kalok kamu marah-marah gitu malah bikin dia semakin jauh sama kita" ucap kania mencoba menenangkan suami nya itu.
"Terserah kamu, aku capek ngadepin anak itu" aradhana bangkit Dan berjalan menuju ruang kerjanya meninggalkan kania sendiri dimeja makan.
Jeng-jeng-jeng
Jangan lupa tinggalin jejak kalian gays.
Duri, 2 juli 2020
YOU ARE READING
Cinta Adira
Teen FictionMereka tidak tahu hati ini begitu patah, diri ini hancur Yang meski dijelaskan tetap aku Yang Salah. Berada didekatmu membuatku malu namun jauh pun aku belum mampu. Entah sampai kapan bertahan. Apakah aku akan menang? "Jangan terlalu yakin" kata se...
