Apa yang kuharapkan dari malam tanpa akhir ini?
Untuk apa aku harus kembali melakukan perjalanan yang melelahkan untuk mencapai tujuan yang sebenarnya mustahil untuk diraih?
Di malam tanpa cahaya setitik pun, bahkan sama sekali tidak ada bintang di sana, aku berpikir bahwa semuanya telah usai. Sudah cukup bila aku menutup mata untuk melihat senyummu yang tak akan bisa kusentuh dengan tangan penuh akan darah.
Aku ingin lari dari semua kejadian berulang yang sudah kualami sebanyak bintang di dunia tempat kita dulu berada.
Namun, kau tidak membiarkanku untuk itu.
“Noir! Noir! Bangunlah, Noir! Jemputlah aku seperti yang sudah kau janjikan.”
Kau membangunkanku dengan paksa.
“Aku selalu menunggumu.”
Dengan memberikan sedikit kehangatan, kau menyuruhku untuk berjuang sekali lagi.
“Jangan sampai, bintang di langit kembali bertambah.”
Lagi-lagi kau membuatku berjalan di jalan yang penuh duri.
Mengapa kau selalu begitu? Membuatku menderita, menjatuhkanku ke dasar lalu meninggalkanku tanpa dosa saat ujung gaun yang kau kenakan sedikit lagi akan kuraih.
Lalu, saat aku sudah putus asa, kau datang memberiku pelukan dan membuatku berjuang sekali lagi?
Baiklah. Aku akan menuruti keinginanmu. Sekali lagi, aku akan berjuang untuk dirimu walau sebenarnya aku sudah lupa ....
Bagaimana cara untuk mencintai dirimu.
----‐--------------‐----------------------------------------------
YOU ARE READING
Our Bond
FantasyAku ... ketika bertemu denganmu semuanya terasa berbeda. Akan tetapi, hancurnya dunia menjadi tanda perpisahan kita. Dunia baru lahir, kita akan kembali bertemu, lalu ... dunia ini hancur lagi. Seperti inilah, ikatan kita berdua.
