My Fairy

42 2 0
                                        

.
.
.

Seorang peri di taman terbang kesana-kemari sembari bernyanyi.

Seekor capung yang lewat hinggap di pohon dan bertanya,
"Peri, kenapa kamu begitu gembira?"

"Hari ini orang yang kucintai berulang tahun!" Jawab sang peri sambil memegang sebatang bunga pansy.

"Aku mau memetik bunga yang tercantik dan menaruhnya di jendela kamarnya" Sang peri berkata senang

"Sangat langka bagi peri untuk mencintai manusia!" Kata sang Capung.

Seekor kupu-kupu terbang, datang dan berkata, "Peri bukankah seharusnya ada di dalam hutan, bukan bermain di taman!"

Peri itu bernama Baekhyun, sayapnya berkilauan, kulitnya putih seperti salju musim dingin, matanya bagai bintang langit malam.

"Aku tak pernah ke hutan, dulu aku di perangkap dalam botol kaca hitam" Jelas Baekhyun

"Aha, jadi begitu" Respon sang Capung dan Kupu-kupu

"Seorang pemuda menyelamatkanku" Kata peri.

"Ketika dia sedang menyapu daun dan debu, dia melihatku dan membawaku ke taman yang sekarang menjadi rumahku" Lanjutnya

"Tak benar ini" Kata Capung

"Mestinya rumahmu di hutan. Bunga-bunga di sana tak tertandingi kecantikannya, setiap bunga lebih cantik dari sebatang pansymu, ketika matahari bersinar, semua tampak jadi emas!" Sang Capung menjelaskan dengan heboh

Baekhyun tak lagi mendengarkan, dia terbang kesana-kemari memetik bunga pansy.

Capung berkata pada kupu-kupu,
"Anak yang keras kepala, dia tak mungkin bisa bersama dengan manusia selamanya" Setelah selesai, dia mendesah dan terbang pergi.

Baekhyun memetik sebuket bunga pansy dan menaruhnya di depan jendela, menunggu pemuda yang dicintainya kembali.

Tapi, setelah menunggu seharian sampai sore tiba, dia baru melihat sosok pemuda kurus itu.

"Ah!" Baekhyun terbang berputar-putar.

"Aku selalu lupa, pemuda yang kucintai sudah besar" Gumamnya sendiri

Pemuda itu masuk dan melihat bunga pansy di jendela.

Dia mengambil bunga itu dan berkata, "cantik sekali, siapa yang memberiku bunga ini? Ini adalah hadiah ulang tahun yang paling cantik hari ini!"

Baekhyun mendengar dia berkata seperti itu menari dengan bangga. Tapi sang pemuda tak bisa melihatnya, manusia tak bisa melihat dan mendengar peri.

Pemuda manusia itu bernama Chanyeol.

Chanyeol kemudian menaruh bunga pansy ke dalam botol dan dengan sedih mendesah.

"Sayang bunga tak berguna, orang yang kucintai dikelilingi oleh bunga dan pujian tiap hari, jika aku menemuinya dengan tangan kosong dia akan mengusir ku" Gumamnya sendiri

Peri khawatir, dari dulu dia tak pernah melihat Chanyeol sesedih ini. Hatinya dapat merasakan kekecewaan pemuda itu.

"Jangan menangis sayangku. Kamu telah menolongku, aku akan menjagamu"
Tapi Chanyeol tak mendengar perkataannya.

Chanyeol kembali bergumam sendiri,
"Aku jatuh cinta dengan orang berhati besi. Dia sangat cantik, tapi apa yang dia katakan sama sakitnya seperti ditusuk dengan pisau. Aku menunjukan cintaku padanya, tetapi dia ingin aku membuktikan cintaku dengan harta"

"Dari mana aku bisa dapat permata yang sempurna, yang lebih ringan dari udara?" Lanjutnya

Baekhyun mendengar semua itu, "ada kok, sayangku, jangan bersedih!"

My Fairy (Chanbaek GS)Stories to obsess over. Discover now