🌻

4 1 0
                                        

Tetapi aku masih belum mau mempercayainya, lalu aku memutuskan memejamkan mataku kembali dan berharap ini hanyalah mimpi terburukku. Tanganku pun bergetar hebat saat mendengar keramaian di sekitarku, suara teriakan histeris orang sampai sirine mobil polisi dan ambulans yang kembali mengingatkanku akan kejadian beberapa tahun lalu.

Aku pun kembali membuka lebar-lebar ke dua mataku yang sudah dipenuhi air, dan melihat betapa ramainya kerumunan orang di depanku.

Akhinya tanpa berpikir panjang, aku berlari sambil menahan isak tangis dan menghampiri keramaian itu. Aku terus memaksa untuk memasuki tempat dimana sipa terjatuh.

Terkejut bukan main saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, sipa terbaring lemas di aspal yang dingin dengan banyak sekali darah yang menyelimutinya.

Lututku pun mati rasa sampai rasanya aku tak bisa melangkah lebih banyak lagi, aku pun terjatuh tepat di hadapan sipa. Dengan tanganku yang bergetar, aku pun meraih tangan sipa
.
.
.
"Ji-jim.., maafin aku...." kata sipa dengan suara lemasnya

Aku yang sudah tak sanggup akhirnya menangis sejadi jadinya "kenapa kamu harus minta maaf...? Hiks..., harusnya aku yang bilang.., aku udah gagal jagain kamu... hiks, aku udah buat kamu begini...., maafin akuu.... hiks...  akuu..." tiba-tiba sipa meletakkan jari telunjuknya di bibirku untuk menyuhku tidak mengatakan apapun.

"Ka-kamu nggak sa-salah apa-apa jim..., kamu nggak boleh nya-nyalahin diri kamu..," sipa berkata dengan nafas yang tidak stabil itu yang semakin membuatku merasa khawatir. "Maaf ya-yaa jimm..., ga-gara-gara aku kita batal nonton deh" kata sipa yang masih sempat-sempatnya tertawa.
*sipa anak dakjal emang:") -author

"Harusnya aku nggak ngajak kamu nonton... hiks..., harusnya malem ini kita nggak pergi..., hiks... maafin akuu...., aku bener-bener minta maaf...."

"Jimm..., udah berapa kali a-aku ngomong kan..., ka-kamu nggak salah sa-sayang....,"

Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil mengenggam erat tangan sipa.
"Yaa..!!, apakah kalian hanya akan menonton disini...??!!!, dimana ambulans nya..., apakah kalian tidak lihat dia sudah sekarat??!!!!" Aku berteriak kesal kepada semua orang yang hanya melihat keadaan ku dan sipa saat ini...

"Jimm...," perlahan tangan sipa meraih wajahku
.
.
tak lama setelah itu tubuhnya melemas dan dia melepaskan genggamannya. sejak saat itu, aku tidak mendengar suaranya lagi..., aku melihat matanya yang sudah tertutup. Lalu kemudian aku memeluknya dengan rasa penuh harap bahwa dia bisa kembali.

Aku menangis sejadi-jadinya, aku tak berhenti berusaha membangunkannya...
Aku terus menerus menciumi keningnya, tapi dia tidak menunjukkan reaksi apapun.

Tak lama ambulans datang menghampiri kami, dan kemudian membawa sipa dengan tandu.

Aku pun turut ikut menemaninya di dalan ambulans. sambil menggenggam tangannya, aku pun menangis sejadi-jadinya.

Sesampainya kami di rumah sakit, sipa langsung di bawa ke dalam ruang operasi.  gue hanya terduduk lemas di kursi dekat ruang operasi sambil meremas rambut gue.

Gak lama setelah itu, ada seseorang yang menghampiri gue.
.
.
"JIMM!!...," gue pun menoleh dan mendapati namjoon yang sedang mendekati gue sambil berjalan cepat. "Bangg.." belum selesai gue ngomong, tiba-tiba namjoon mukul muka gue dengan keras sampe gue terjatuh.

Namjoon kemudian narik kerah baju gue "looo apain adek gue bajingann??!!!, hah...??!!!" Mata namjoon menatap gue dengan sangat tajam

"Gue bisa jelasin bang..."

"Jelasin apaa maksud loo...??!!!, loo emang gak bisa di andalkan jiminn!!!" Namjoon terlihat ingin nampar gue lagi, tapi tangannya di tahan oleh seseorang. Yaa dia jungkook.

"Lepasin tangan gue anjing...!!, loo gak usah ikut campur masalah gue!!!"

"Ini akan jadi urusan gue karena kalian sama-sama temen gue"
.
.
Kemudian namjoon melepaskan genggamannya dari kerah jimin, dan berpindah menarik kerah jungkook.
.
.
"Ini bukan waktunya buat debat, loo liatt sekarang adek gue lagi memperjuangkan hidup dan matinya di dalam ruangan itu???!, dan ini semua karena bajingan ini...!!!" Namjoon mendorong jungkook sampai terjatuh.
.
.
Kemudian namjoon kembali mukulin gue, tapi gue nggak sama sekali balas pukulan dia.

Tidak lama setelah itu, taehyung datang dan menghentikan namjoon.
.
.
"Bang loo apa-apaan sihh...?, loo udah gila yaa" kata taehyung sambil memegangi namjoon

"Bang namjoon bener tae, gue emang salah... karena udah gagal jagain sipa, biarin bang namjoon melakukan apa yang dia mau"

"Nggak jimm..., loo ga liat diri loo udah ngeluarin banyak darah"

"Ini nggak seberapa dengan yang sipa alami tae, biarin gue merasakan apa yang sipa rasakan. Gue pantes di pukulii tae" gue pun nangis sambil terduduk di lantai.

"Nggak ada yang salah disini..., kita semua nggak akan mengira ini akan terjadi kan...??!!!, pliss dongg kalian jangan childish ginii!!!, kita harusnya saling support dan mendoakan sipa agar tidak terjadi sesuatu...," salah satu adik sipa meneriaki kami semua dan membuat kami terdiam.
.
.
Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan operasi, kami pun langsung menghampiri dokter tersebut.
.
.
"Dokter..., gimana keadaan adik saya?, dia nggak apa-apa kan??" Kata namjoon sambil memegang tangan dokter itu.

"Operasinya memang berjalan dengan lancar, tapi....," kata dokter dengan raut wajah yang khawatir.

"Tapi apa dokter...?"

"Tapii dia......."


















Bersambung♥️♥️

See u in the next chapt🤗

-author

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 29, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

WhYWhere stories live. Discover now