bab 1

3 1 0
                                        

03:12
Triiiiiiiiing triiiiiiing triiiiiiing
Alarm berbunyi dengan begitu keras, sebenarnya Herlina sudah bangun dari jam 02:00 pagi untuk mengecek kembali tugas yang semalam sudah ia kerjakan. Untuknya tak ada kata lelah kalau sudah menyangkut pendidikan, karena hanya ini yang dapat dia andalkan untuk masa depannya kelak. ibunya tidak pernah merasa iba kepada anaknya yang siang malam belajar kurang lebih 20 jam sehari itu.
"Nah semua udah beres tinggal mandi sarapan terus berangkat deh" Herlina

*Dimeja makan

Herlina menatap wajah ibunya yang menurutnya menakutkan tapi ia juga tau bahwa ibunya sangat sayang padanya. Eh tunggu ia hanya menganggapnya sayang tapi tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya pada Herlina.

"Buk lesnya Herlina lagi libur. " Ucap Herlina dengan wajah yang datar
"Kamu mau kemana hah ?Mentang-mentang les kamu libur kamu bisa keluyuran gak jelas gitu? Lina kalau kamu gak belajar nanti masa depan kamu gimana baru libur les aja udah mau hura-hura. Udah sana berangkat sarapannya disekolah aja ibu capek. Inget ya Lina walaupun les kamu libur gak ada alas buat gak belajar. " Ucap Ibu Herlina dengan kasar
"Herlina pamit. " Kata Herlina sambil mencium tangan orang yang telah melahirkan nya

Sepanjang koridor sekolah Herlina hanya memasang wajah murung tanpa senyum sedikit pun. Bagi Teman-teman sesekolahnya sudah terbiasa dengan sikap Herlina. Kadang temanya merasa kasihan pada Herlina dia itu pintar dan cantik tapi kemana mana sendiri tidak punya teman. Menurut Herlina teman itu tidak penting dan hanya buang- buang waktu toh dengan punya teman tidak menjamin masa depannya cerah. Herlina cepat cepat menjauh dari kerumunan murid SMA kelas 12 dan berjalan menuju kelasnya.

*Bel masuk kelas berbunyi

"Selamat pagi anak-anak" Sapa dari ibu rena guru matematika sekaligus wali kelas mereka kelas 12 IPA.A
"Selamat pagi bu" Jawab semua murid
"Oh Iyah sebelumnya ibu punya kabar kalau kalian akan dapat teman baru"ucapan ibu rena itu sukses membuat kelas jadi gaduh
" Nak ayo masuk! "Perintah nya pada anak baru itu
Anak baru itu pun masuk dengan percaya diri
" Silahkan perkenalkan diri kamu nak! "
"Iyah bu makasih, Hai! Teman-teman kenalin nama ku Suzyana Meisha Putri Agatha kalian bisa panggil aku suzy aku pindahan dari banten, salam kenal semua"
"Nah nak suzy kamu bisa duduk disebelah Herlina ya, Herlina ayo angkat tangan. "
Herlina pun mengangkat tangannya. Sebenarnya ia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan gadis itu karena kelas yang sangat berisik. Suzy melangkah menuju tempat ia duduk.
"Hai nama ku suzy, salam kenal ya semoga kita bisa berteman baik." Sapa nya ramah
"Iyah." Jawab Herlina singkat tanpa melihat kearah suzy lalu kembali
fokus ke papan tulis yang sudah tertulis rumus matematika pelajaran kesukaannya.
"Huh kok dingin banget sih, bisa mati gaya aku sebangku sama dia." Batin suzy menatap Herlina
"Kenapa liat²" Ucap Herlina lagi lagi tanpa melihat lawan bicaranya
"Enggak kok, kamu cantik😁."
"Ohh" Jawabnya ketus

Sepanjang hari Herlina tidak pernah mau mengobrol dengan teman sebangku nya itu. Walau itu adalah jam istirahat, Herlina lebih memilih membaca buku yang berisi tentang riwayat hidup Arlbelr Ainsten yang selama ini ia kagumi karena kecerdasannya. Sebernarnya Suzy dan temannya yang lain sudah mengajaknya kekantor bersama, tapi ditolak mentah-mentah sama Herlina.

Waktu sudah menjelang sore. Herlina baru pulang sekolah karena ia mengikuti les matematika dan bahasa Inggris sekaligus dia berbohong tentang lesnya yang libur hanya untuk melihat reaksi ibunya. Ia bergegas pulang karena merasa lelah dan ingin segera mandi.

Sesampainya dirumah...

"Aku pulang" Herlina membuka pintu.
"Ganti baju sana, nanti ibu bawain susu sama makan malam jangan lupa kamu ada kompetisi minggu depan jangan males-malesan" Jawab ibunya yang sibuk mengelap meja warung bekas para pembeli.

*dikamar Herlina

Herlina sedang fokus menonton kelas online yang disiarkan lewat platform ternama itu. Bukannya dia dari keluarga sederhana lalu bagai mana ia bisa mendaftar di kelas online itu? Jawabannya karena ia adalah murid yang berprestasi maka dari itu dia dapat biaya dari sekolahnya.
Tak lama ibunya membuka pintu membawakan anaknya susu dan makan malam. Herlina tidak perduli dengan kehadiran ibunya itu.
"Lina, ini susu sama makan malamnya." Ibunya langsung pergi begitu saja
Herlina bahkan tidak menengok makan itu sedikitpun, ia sudah kenyang. Lina begitu ia dipanggil ibunya, menurut nya itu bukan panggilan kasih sayang namun hanya omong kosong dari wanita paruh baya yang siang malam menyuruhnya belajar tanpa henti sampai sampai Herlina benci ibunya sendiri.

*Sementara itu

Ibunya Herlina pergi meninggalkan herlina, masuk ke kamarnya mengistirahatkan raganya yang dari pagi sudah bekerja.

Tiba tiba ia ambruk dilantai kayu kamarnya.
"Apa kau sekarang sudah puas dengan keadaan keluarga kita sekarang. Heh keluarga kita? lebih tepatnya keluarga ku. Kau puas anak ku membenciku bukan?."

Ibu Herlina menangis sambil melihat foto mantan suaminya dan dirinya yang memakai baju pengantin putih.
"Kau benar-benar tega dengan anak mu yang kau tinggalkan, dia kini tidak seceria dulu, kau tau?."
"Aku membenci anak itu maka dari itu aku memaksanya belajar terus menerus. A-aku sangat membenci nya." Air mata ibu Herlina kembali pecah ia menangis tanpa suara sambil memukul dadanya. "Kenapa Tuhan kau seenaknya? Kau mengambil kebahagiaan keluarga ini kenapa? Apa salah ku? Apa aku dan anakku tidak pantas bahagia? Huh kenapa?." Tangisan nya semakin menjadi dan menjadi tambah keras 😢. Walaupun Herlina mendengarkan jerit tangisan ibunya mana perduli dia dengan itu? Dia memilih memasang headset di telinganya.

Hari ini liburan akhir semester telah tiba. Apa yang Herlina harapkan dari liburan? Tidak ada, disaat teman temanya pergi dengan orangtuanya atau kerabat nya Herlina hanya duduk di depan meja belajarnya membuka buku ensiklopedia dan mencatat semua hal penting.
"Huh, aku lelah" Herlina melihat kotak yang berada di samping meja belajarnya. Tidak berniat membukanya tapi ada sesuatu di sana.
"Apa ini omong kosong semua, kenapa barang barang ini ada disini, aku sudah tidak sudi lagi memandang wajah pria itu." Membuka kotak yang berisi barang kenangannya dengan sang ayah.
"Tunggu apa ini surat?" Herlina menemukan selembar surat yang berada didalam kotak itu. Dia membaca surat itu ternyata di penuhi dengan kata² kiasan
"Aku berjalan sendiri
Orang-orang tidak tahu bahwa aku ini pergi
Mereka melepasku dengan benci
Itu memang harapanku, apa ini apakah puisi? " Herlina membacanya dengan sek sama ia merasa ada yang janggal dari puisi tersebut apa maksudnya 'aku pergi' dia benar-bingung. Lalu dia juga menemukan benda lain didalam kotak itu foto keluarga dan dibalik foto itu terdapat simbol yang tidak asing baginya.

Flashback on

"Yah ini apa kok simbol2 doang sih? Emang ayah bisa baca ini? " Tanya Herlina kecil
"Bisa dong sayang, ini itu simbol rahasia dan cuman orang tertentu yang ngerti. Jadi ini itu semacam sandi. "
"Wah Lina mau diajarin dong yah. Boleh ya? "
"Iyh boleh kok" Balas pria itu dengan senyuman

Flashback off

Herlina terkejut membaca pesan yang berisi simbol itu.

Bersambung......

Sebenarnya apa sih tulisan yang ada di dalam foto itu?  Penasaran kan?

Jangan lupa komen yh biar aku tau kritik dan saran dari kalian

Jangan lupa vote biar aku semangat up nya. Makasih.❤

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 15, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HAMPA..Stories to obsess over. Discover now