Hara memandang kosong hamparan lapang didepannya, Ia mengingat semua yang telah membuat dia merasakan sakit hati yang mendalam ini. Hara merasa jika Ia hiduppun tak akan memberi keuntungan untuk dirinya maupun orang lain. Jika tetap hidup, hanya ada kesengsaraan yang akan berputar dalam kehidupannya.
Setelah lama memantapkan hati untuk melompat atau tidak ke hamparan sungai di bawah jebatan ini, Hara memutuskan untuk melompat dan mengakhiri hidupnya dengan cara ini. Sesaat sebelum Hara melangkahkan kaki untuk terjun, rasa takut akan kematian tiba tiba menyeruak memenuhi otaknya. Saat itu juga Hara melangkah mundur dan terjatuh di trotoar jembatan ini. Ia menangis. Meraung. Kenapa Ia begitu takut, untuk sekedar melangkah mengakhiri kesengsaraan ini. Padahal satu langkah saja Ia akan mengakhiri kesengsaraan di dunianya yang kejam ini.
Di tengah tangis dan isaknya, seorang lelaki berbaju serba hitam menghampirinya dan ikut duduk di sebelahnya.
"kenapa tidak jadi?" tanya lelaki itu memandang hamparan langit di atas sana.
Hara terkejut akan kehadir lelaki di sebelahnya, yang berkata seenaknya kepadanya.
"Maaf, seharusnya jika anda melihat saya berusaha untuk melompat tadi, anda mencegah saya, menyakinkan dengan kata-kata yang setidaknya dapat menyakinkan. Bukan malah bertanya "kenapa tidak jadi?"." Hara berucap di tengah isaknya yang masih terdengar.
"kau menghambat pekerjaan ku." Jelas lelaki itu.
Hara terkejut sekali lagi. Ia membuaka lebar mulut dan membelakkan mata mendengar lelaki itu berucap, seakan Ia telah menggangu pekerjaannya karena tak jadi lompat dan membunuh dirinya sendiri.
"Apa yang anda maksud?" Hara bangkit dan menjauh dari lelaki itu. Lelaki itu ikut bangkit seraya membersihkan debu yang menempel pada bagian belakang celananya.
"Seharunya jika kau sangat ingin mengakhiri segalanya lakukan dengan benar. Jika masih ragu kenapa berlagak berdiri di pinggir jembatan tinggi di atas sungai yang membentang di bawahnya? "
"Kau membuatku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan. Padahal hanya butuh satu kasus saja untuk duduk manis di kursi tanpa harus berkeliling dilapangan." Jelasnya pada Hara dengan nada kesalnya.
Dengan kesal Hara menampar lelaki di depannya dan berucap "Maaf jika saya menghambat anda untuk medapat promosi kenaikan jabatan itu. Tapi saya tegaskan saya akan tetap hidup." Jelas Hara dan meninggalkan lelaki itu yang terdiam melihat kepergian Hara.
************************************
Cerita pertama nih....mohon maaf dan maklum untuk kesalahan dalam penulisan. Menerima segala kritik dan saran ....Yukk yukk untuk mengisi warna pada tombol bintang, cuss di pencet aja. Terimakasih dan sampai jumpa pada page selanjutnya. 🐝
Salam Sayang dan Cinta dari ku.....😘😘
YOU ARE READING
FOEDERIS
RomanceDalam bahasa Latin "Foederis" berarti pertemuan. Pertemuan yang melibatkan kematian pada jumpa pertamanya. Kematian yang mengiringi perjalanan cerita cinta dua mahluk. "Kehadiran mu adalah ketersiksaan yang teramat berat. Ku mohon hapuskan dirimu da...
