1. SMA CAKRAWALA

26 3 0
                                        

Pagi ini seperti biasa gerombolan siswi SMA CAKRAWALA mengerubungi objek cuci mata mereka. Yah, apa lagi jika bukan cogan. Sebenarnya cogan pujaan hati mereka adalah Aldo, cowok terganteng di seantero sekolah namun sejak tadi tak ada satupun diantara gerombolan siswi itu yang melihatnya. Tapi tak apalah, tak ada Aldo masih ada dua temannya yang tak kalah tampan juga. Fikir mereka.

Kedua teman Aldo, Andriano bagaskara dan Domino radhika tengah berjalan pelan melewati lapangan sekolah untuk mencari Aldo yang sepertinya belum datang juga.Tiba-tiba Rian melihat objek yang menarik perhatiannya, dua orang gadis yang tengah membawa tumpukan buku yang sepertinya tengah menuju ke ruang guru.

"FARA," teriak Rian dengan semangat membuat Fara dan sahabatnya, Laila anggriani arau sering dipanggil Ella menoleh. Para siswi yang melihat Rian memanggil gadis yang diakui sebagai cewek tercantik di SMA Cakrawala ikut melihat ke arah Fara yang memasang wajah kebingungan.

"Din, Din. Suratnya Din," bisik Rian pelan meminta surat yang sudah mereka buat tadi pada Dino.

"Nih," ucap Dino sembari memberikan surat yang ia taruh di kantung seragamnya tadi.

Dengan gesit Rian menghampiri Fara kemudian memberikan senyuman manis kepada gadis yang berada di sebelah Fara, yah siapa lagi kalau bukan Ella.

Dino yang baru datang langsung menoyor belakang kepala Rian membuatnya mengaduh. "Inget mau ngapain! Kagak usah godain cewek."

"Iya, iya." Rian mencebik kesal kemudian kembali tersenyum. Kali ini senyumannya ia tunjukkan pada sasaran utama mereka, Faradila aradea.

Rian menyodorkan surat yang dipegangnya pada Fara. "Nih Far, surat buat lo."

Fara melihat surat itu kemudian memberikan tatapan tanya kepada dua cowok di depannya.

Rian berdecak kesal. "Surat buat lo. Dari Aldo."

Setelah mendengar itu dengan segera Fara memberikan tumpukan buku yang dibawanya tadi pada Ella disampingnya membuat Ella berdecak kesal. Tanpa memperdulikan omelan sang sahabat Fara kemudian mengambil surat yang disodorkan Rian dan ingin membukanya.

"Eit, jangan dibuka dulu. Nanti aja bukanya waktu udah di kelas," cegah Rian membuat Fara mencebikkan bibirnya, sedikit kecewa namun perlahan senyumnya kembali terbit dalam waktu singkat membuat cowok-cowok SMA Cakrawala yang tidak sengaja lewat meleleh dibuatnya.

"Halah, palingan tuh surat dari dua curut ini," kata Ella menunjuk dua cowok itu dengan dagunya karena kedua tangannya kini sedang menumpu berat buku yang ingin dikumpulkan ditambah lagi buku yang ditumpuk Fara barusan membuat bebannya semakin berat.

"Enak aja lo manggil kita berdua curut. Ganteng-ganteng gini masak disamain sama curut sih," ujar Dino tidak terima.

Ella mencebikkan bibirnya. "Kalok lo sih lebih pantes disamain sama buaya!" tegas Ella kemudian beranjak masuk ke dalam ruang guru yang berjarak tiga meter dari tempatnya berdiri.

"Cantik-cantik galak amat sih," sinis Rian yang dihadiahi geplakan oleh Dino.

"Inget tujuan utama!"

"Ck, iye-iye."

"Itu Ella kenapa ya? Lo berdua punya masalah sama dia?" tanya Fara penasaran. Fara menunjuk Dino dengan tangannya. "Atau jangan-jangan ...." Fara menggantungkan ucapannya membuat Dino kelabakan sedangkan Rian sangat penasaran menunggu kelanjutan ucapannya.

"Atau jangan-jangan apa Ra?" tanya Rian semangat.

"Atau jangan-jangan Dino—"

"Mending lo buruan ke kelas terus baca tuh surat. Gue jamin lo bakal jungkir balik, salto, bahkan loncat dari gedung tiga saking senengnya," terang Dino memotong ucapan Fara tadi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 17, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AldofaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang