Adhisty Azzalea Pratama

158 32 9
                                        

Mungkin dengan seperti ini, hidup ku akan jauh lebih tenang.
—Azzalea, untuk hidup nya.

_____________________(HL)_____________________

I like your eyes you look away

When you pretend no to care 🎶

Kamar bernuansa putih itu selalu menjadi pendengar baik alunan merdu seorang gadis manis berambut sebahu itu. Bagi gadis itu, bernyanyi adalah sebuah hal yang bisa membuat mood nya kembali lagi. Mungkin, ada sebagian orang yang menyetujui hal itu?

I like the dimples

On the cornes 🎶

Of the smile that you wear 🎶

Lagu I like you so much, you'll know it yang tengah nge-trend di kalangan anak se-usianya, telah menjadi lagu favorit nya. Setiap waktu atau bahkan, mungkin setiap detik gadis itu selalu bersenandung.

I like you more the world

May know but dont be scared 🎶

Sudah menjadi bakat tersendiri. Memiliki suara yang merdu, orang tua nya pun tentu mengetahui bakat terpendam anak semata wayang nya itu.

Coz im falling deeper

Baby be prepared 🎶

Dia Azzalea, gadis manis berambut sebahu. Yang memiliki bakat terpendam, suara yang amat sangat merdu. Akan tetapi, tidak pernah terbesit di pikiran nya untuk menonjol kan bakat nya tersebut dalam bidang kesenian di sekolah nya. Ia memilih menyembunyikan nya.

Lea, si gadis pemalu yang memendam segala bakat nya. Teman teman nya pun tidak pernah mengetahui bakat terpendam Lea. Bahkan, Lea termasuk gadis yang sangat pendiam di kelas nya. Membuat teman sekelas Lea malas berteman dengan nya. Karena mereka berpikir 'Lea adalah gadis pendiam yang sangat membosankan'.

"Duh, ide yang tadi gue pikirin kok mendadak ilang sih di otak gue." Rutuk Lea.

Gadis itu tengah tengkurap di atas kasur kecil berbentuk persegi panjang yang mungkin hanya muat untuk tubuh nya sendiri. Dengan laptop berlogo Syamsyung di depan nya. Menulis cerita pun adalah salah satu bakat terpendam nya. Ralat! Salah satu hobi nya.

"Ayo keluarrr! keluarr!" Lima Jari panjang nya terus ia ketuk-an di atas keyboard. Dan lima nya lagi menggusruk-gusruk kepala nya yang tengah berpikir. Ia memejam kan mata nya. Memang, ia tengah mengeluar kan ide yang muncul sekilas di otak dan pikiran nya tadi, tetapi menghilang lagi.

Ide nya pun tak kunjung datang kembali, Ia pun menghela nafas berat, "Huuuhh," Lea bangkit dari kasur nya.

"Oke, gue butuh ketenangan."

Lea bergegas mengambil tas kecil nya yang menggantung di belakang pintu. Ia memasuk kan laptop serta buku novel best seller miliknya, karya penulis yang cukup terkenal.

***

Lea sudah berada di ambang pintu, langkah nya terhenti ketika mendengar seeorang yang memanggil nya dari arah dapur.

HAI LEAHistórias para pegar e não largar. Descubra agora