-1-Shy Men

160 3 0
                                        



°°°

Aku berjalan disisi koridor sekolah yang sepi karena penghuni nya sudah berada di kelas mereka. Aku sendiri masih bingung aku berada dimana. Bisa dibilang aku tersesat, cukup wajar kala murid baru seperti ku tersesat. Hingga akhir nya aku bertemu dengan Kepala sekolah dan langsung dibimbing menuju kelasku.

"Kim Taehyung, Salam kenal"
Tak perlu berbagai basi, cukup nama saja sudah cukup, langsung beranjak ke kursi dan duduk disana.

Pagi ini pelajaran sejarah, yang begitu ku benci karena perlu penjelasan yang begitu membosankan, ku telungkupkan wajahku dimeja berusaha meredam rasa bosan. Rasanya tangan ku gatal ingin mengeluarkan ponsel ku dan bermain game. Tapi ada aturan tak boleh memainkan ponsel ketika sedang masa belajar.

Aku menguap, aku mulai ngantuk dan menoleh ke kanan kiri. Aku cekikikan melihat ada sebagian murid yang kelihatan berusaha menahan rasa kantuk nya. Dan ada juga murid yang tidur dan tiba tiba spidol sudah melayang menghantam kepala mereka. Tak jauh bedanya juga dengan ku. Tapi sebagaian besar ada yang tengah tertidur.

Aku terus mewaraskan pikiran ku Bahwa hari ini hari pertama aku sekolah, dan tidak bagus kalau hari pertama begini aku malah tidur saat pelajaran, taruh mana nanti muka ku ketika spidol menghantam kepalaku.

"pssttt... Hei,"

Aku tersentak beberapa saat ketika merasakan telinga ku hangat karena tertiup, dan sebuah suara halus menyadarkan ku dari keterpanaan. Aku menoleh ke samping dan betapa kaget nya aku ketika melihat seseorang duduk dibangku sebelah ku dan sepertinya aku tidak menyadari ada dia disana. Yang entah kenapa membuat ku jadi tolol rental yang disamping ku ini yeoja atau namja , yang pasti. Dia cantik, dengan kulit seputih susu. Aku menggelengkan kepala ku ketika mulai diriku berpikir yang tidak tidak. Lalu melirik ke bawah, dan wajahku langsung merona ketika melihat selangkangan nya.

Oh hei, Kim Taehyung kau ini normal!

"Aku Jeon Jungkook, heheh salam kenal"

Sebuah tangan putih terlihat menjulur dihadapan ku. Aku dengan ragu menjabat tangan putih itu dan lagi, Aku kembali tersentak ketika merasakan betapa lembut nya tangan yang sedang aku sentuh hanya untuk sekedar berjabat tangan. Aku memegang dadaku yang terasa berdebar debar hanya karena memegang tangan seorang pria cantik. Diriku kembali merona Karena melihat dia tersenyum begitu cantik.

"Semoga kita bisa berteman baik Hyung!"

Tunggu, Hyung? Apa?

Aku membuka mulut ku hendak ingin mengatakan sesuatu, tapi diriku kembali merona kita melihat wajah cantik itu tertawa halus yang rasanya ingin aku cubit pipi besar itu.

"ani, aku 16 tahun Hyung."

Aku cuma mangut mangut dan langsung fokus ke depan papan tulis yang sebenarnya hanya ingin menghindari tatapannya yang entah kenapa aku merasa berdebar debar dan malu ketika dia menatap ku sebegitunya. Aku sama sekali tidak risih. Hanya saja, aku merasa wajah ku panas ketika dia menatapku dengan wajah lucu dan matanya yang berbinar terang dan cantik membuat ku malu dan gemas.

Dan aku merasa tak menyesal memilih duduk dipojok paling belakang.










































Saat ini sudah istirahat yang tentu nya aku makan bersama Jungkook, karena hanya dia teman yang aku miliki saat ini. Jungkook bercerita tentang dirinya yang patah hati karena ditolak oleh senior nya dan dihina, dia mengatakan Jungkook tidak pantas untuknya dan mengatakan kalau Jungkook itu pengganggu. Hal itu membuat ku jadi sedikit marah, aku merasa tak suka ketika melihat Jungkook sedih dan sekarang pun aku mulai merasakan bahwa iman ku sebagai straigt mulai goyang hanya karena melihat Jungkook.

Jungkook selalu bisa membuat ku tersenyum, dan malu. Aku selalu merasa malu ketika dia tersenyum atau hanya sekedar menatapku yang aku tau, aku merasa tatapan Jungkook itu berbeda dari yang lain seolah ada sesuatu di balik tatapannya yang tak bisa aku deskripsi kan. Aku mulai berpikir aku menyukai nya karena merasakan debaran aneh di dadaku yang itu benar benar mengganggu ku. Aku takut salah suka dengan orang lain, dan aku takut jadi pengecut hanya karena diriku yang pemalu. Aku belum terbiasa dengan yang namanya cinta dan kini. Seorang pemuda bernama Jeon Jungkook tengah menatap ku yang mana membuatku terjerat dalam pesonanya.

"Hyung ada apa?"

Tangan kecilnya entah kenapa sekarang bisa sudah ada di tanganku membuatku refleks memundurkan tangan ku dan otomatis wajahku memerah hanya karena sebuah sentuhan kecil. Jungkook terlihat terkekeh lalu kembali menarik tangan ku dan menggenggam nya. Aku menggigit bibir ku sembari melirik ia yang hanya tersenyum yang entah dimataku itu menyebalkan atau dia sengaja melakukan nya hanya karena ingin memancing ku dan melihat reaksiku.

Tiba tiba saja dia pindah duduk disamping ku dan mendekatkan wajahnya padaku membuatku menahan nafas. Telinga ku terasa hangat...

"Makan makananmu Hyung"

Aku mengerjab pelan dan kaget ketika melihat Jungkook kembali tersenyum dan melanjutkan makanannya membuatku terperangah.

Apa tadi itu? Apa yang ia lakukan padaku?

Kau bukan uke Kim Taehyung!

Aku menggeleng gelengkan kepala ku dan sedikit memukulnya. Tuhan, apakah hanya karena diriku yang begitu pemalu hingga Jungkook dengan mudahnya membuat ku merona hanya karena dia menatapku. Aku hanya belum terbiasa di tatap sebegitu imutnya terlebih lagi matanya terlihat sangat cantik dengan kerlap kerlip yang menghiasi.

Aku menoleh ke samping dan menahan nafas ketika melihat Jungkook makan dengan mulut penuh dan lihatlah pipinya yang begitu menggembung dan bergerak gerak lucu membuat diriku gemas ingin mencium dan mencubit keras keras pipi itu sampai aku puas. Tapi itu hanya hayalan ku karena aku tidak memiliki keberanian yang pasti untuk melakukan nya. Aku mengambil ponsel ku dari saku dan menatap lamat lamat wajah ku. Aku tampan, yang kurang aku hanya begitu pemalu dan kaku. Ku hela nafas ku dan kembali menyimpan ponsel ku. Ternyata sulit untuk menghilangkan sifat pemaluku yang ini.

Lalu aku mengalihkan pandangan ku pada Jungkook dan terkejut  ketika tangan nya sudah bertengger didepan ku dengan sumpit berisi kimchi seperti mengkode aku untuk memasukkan nya dalam mulutku.
Perlahan aku membuka mulutku dan langsung memakan kimchi nya sambil menatap mata Jungkook. Begitu cantik, berkilau dan indah. Jungkook tersenyum manis dan aku balas tersenyum, tangan Jungkook perlahan menggenggam tangan ku dan aku balas menggenggam, tangan nya terasa hangat dan nyaman. Pandangan kami masih beradu,aku bersumpah bahwa Jungkook begitu cantik dan manis dan aku sudah benar benar yakin kalau aku menyukai nya. Dimulai dari caranya menatap ku dan perlakuan nya padaku begitu lembut dan mendebarkan , aku jadi ingin mengurung Jungkook sendiri dan hanya Aku lah yang boleh mengambilnya jadi milikku.

"Hyung kau tampan, heheh"

Aku tersipu dan secara spontan melepas genggaman tangan tadi. Jungkook cekikikan melihat wajahmu yang merona lalu dia mencubit pipiku.

"Hyung, kau lucu"

Aku tersenyum canggung, dan dengan  tangan bergetar aku lepaskan tangannya dari wajah ku dan menutup wajah ku dengan tangan ku. Jungkook masih cekikikan dan tangannya menyodorkan kimchi lagi padaku membuat ku mau tak mau membuka mulut ku menerima suapannya.

Dan berakhir aku makan dengan Jungkook yang menyuapi ku.






















































"Hyung sudah punya pacar belum? "


































To be continue...

Cerita pertama ku. Mohon vomentnya ya?!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 08, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

I LOVE YOU [kth ×jjk] Stories to obsess over. Discover now