01- Pertemuan

41 17 5
                                        

Alana berjalan menuju kelas dengan terburu-buru, sudah 4 bulan Alana bersekolah di SMA Tri Guna, menjadi murid kesayangan guru yang masuk di kelas X-Mipa1 sangatlah tidak menyenangkan.

Alana lupa menyalin tugas yang sudah ia kerjakan dikertas coret-coretnya dan sekarang Alana bangun kesiangan. Hanya 10 menit terlambat bangun saja bisa membuat Alana uring-uringan. Waktu itu penting katanya.

"Duhhh capek banget. Tumben udah pada rame nih," ucap Alana pada teman sebangkunya,Arsi.

"Iya dong namanya ada tugas dari guru killer itu," balas Arsi yang masih fokus menyalin contekan dari Anggun. "Tumben datang lama?"

"Kesiangan." Alana langsung menyalin tugas yang ia kerjakan semalam kedalam buku tugasnya.

"Yesss gue siap duluan, padahal lo duluan yang nyalin," ejek Alana.

"Iyalah yang tangannya punya kekuatan seribu. Gue mah bisa apa," balas Arsi pasrah karena jika meladeni Alana tidak akan ada ujungnya.

"Siapa disini yang namanya Alana?" Suara itu menggelar di kelas X-Mipa1, mereka yang mendengarpun menjadi ketakutan dan langsung menujuk Alana yang tengah melongo melihat penampilan cowok yang ada didepannya.

"Lo yang namanya Alana?" tanya cowok itu, Rangga.

"Iya gue. Emang kenapa si? Gak sopan banget masuk kelas orang teriak-teriak," sinis Alana.

Rangga Guanka Putra adalah cowok brandal yang sangat mengerikan. Rangga adalah ketua gengster Guvanka. Gengster yang paling ditakuti orang.

"Gue mau lo ajarin gue," ucap Rangga to the point. Rangga disuruh oleh guru killer yang ada dikelasnya untuk meminta Alana mengajari pelajaran guru itu, jika tidak nilai Rangga akan kosong pada mata pelajarannya

"Dateng-dateng teriak-teriak ternyata cuman minta diajari kayak anak TK. Cih!" gumam Arsi.

"Harus banget gue ngajari lo?" tanya Alana sinis.

"Pliss ajari gue," pinta Rangga. Orang yang berada di kelas Alana menahan tawa mendengar permohonan Rangga. Baru kali ini seorang Rangga memohon apalagi kepada perempuan.

Lo mirip banget sama ibu gue. Mata menghipnotis gue, gue gak mungkin bisa kasar ke lo. Batin Rangga.

"Hal apa yang mengharuskan gue ngajari lo. Lagipula bentar lagi bel," tolak Alana secara halus.

"Buk wenda nyuruh gue minta ajari lo. Lagipula jam pelajaran pertama akan ada rapat jadi lo bisa ngajari gue," bujuk Rangga.

Aldi, Angga dan Ardi hanya saling melihat satu sama lain saat melihat seorang Rangga memohon kepada seorang cewek, bukan Rangga banget.

"Perhatian kepada seluruh siswa dan siswi, pelajaran pertama akan digunakan untuk rapat oleh guru. Jadi kami harap kalian tidak keluar sekolah," ucap guru TU dengan microfon.

Alana tampak berfikir, satu sisi dia kasihan kepada cowok ini tetapi disisi lain ia juga marah. Cowok ini sangat tidak sopan.

"Okelah oke. Gue ajari tapi 15 menit doang. Soalnya gue pengen kekantin,makan." Putus Alana.

"Oke,"

Alana menjelaskan secara gamblang membuat Rangga mudah mengerti. Namun, teman-temannya tidak ada yang mengerti. Memang mereka bloon. Hanya sedikit yang bisa mereka tangkap dari penjelasan Alana.

AHPStories to obsess over. Discover now