Semoga

28 1 0
                                        

Senin, 15 Juni 2020

Hari ini, tepat di pertengahan bulan Juni, aku menuliskan ini untuk seseorang yg jauh disana. Benar, orang itu adalah dia, perempuan yg lahir sebelas bulan setelah saya.

     Kamu tau, aku telah jujur perihal hati. Kamu tau, aku telah berterus terang tentang perasaan ku ini. Kamu tau, aku telah belajar untuk pergi. Bukan pergi untuk berhenti mencintai, tapi untuk menahan diri. Kamu tau kan, apa alasan ku mengakhiri semua komunikasi kita? Aku harap kau masih mengingatnya, dan bisa menghargainya.

       Aku telah memilih itu demi kebaikan ku dan juga kebaikan kita . Aku rasa aku terlalu diperbudak rasa cinta. Aku mencoba menyadarkan diri ini sejak lama. Tapi, baru-baru saja aku bisa mengerti lalu pelan-pelan merubahnya.

     Sejenak aku berpikir dan berbisik pada diri sendiri. Selama ini aku sedang apa sih, aku terkesan terlalu sering memberi atau menanyakan sesuatu yg tak penting padamu. Aku seakan terlalu terpaku pada kebiasaanku mengirim pesan padamu. Aku seolah terlalu semangat bahkan hanya untuk menunggu respon darimu.

      Aku bingung ada apa sebenarnya dengan diriku, apa ini karna perasaanku itu? Sepertinya iya. Lantas pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi dan tak lagi mengganggumu. Semenjak aku berkata aku ingin menyudahi semua, entah mengapa aku mulai merasa kehilangan sesuatu yg padahal ku miliki saja tidak.

     Baru saja aku mencoba melupakan dan merubah kebiasaan, ada saja tiba-tiba muncul pikiran dan teringat pada cerita dan kenangan. Ternyata begini rasanya jatuh hati terlalu dalam, selalu saja terngiang dan membayangi ingatan.

     Tapi, seiring berjalannya waktu, perlahan aku mulai bisa, semakin kesini aku semakin terbiasa. Terbiasa tanpa kebiasaan lama, dan mulai membiasakan sesuatu baru untuk belajar lupa.

     Tak terasa hampir sebulan lamanya, jujur aku sama sekali tak menyangka, ternyata aku bisa melewati ini semua, meski kadang, aku masih sering teringat akan sosok mu dan pribadimu, aku tak bisa memungkiri itu.

     Aku selalu berdo'a dan berusaha, semoga niat baik ku ini bisa diterima yg maha kuasa, semoga aku dan kamu bisa lebih baik setelahnya, dan harapan terbesar ku, semoga kita bisa sama-sama saling menjaga.

     Mungkin itu terdengar berlebihan, tapi tidak apa-apa, itulah cara ku dalam mencintai seseorang. Aku percaya tuhan itu maha baik, dia tidak pernah menolak pinta dan mengecewakan hambanya. Semoga segala semoga ku bisa tersemogakan.

     Teruntuk kamu, tolong jaga hati mu buat aku ya, jikalau memang kau pun ada rasa. Aku sungguh ingin mewujudkan apa yg menjadi cita-cita dan keinginan kita bersama.

     Bila tiba saatnya, aku ingin kita bisa lebih dari sekedar teman biasa. Aku serius, dan suatu saat aku pasti membuktikan nya. Sekali lagi aku minta, tolong,  jaga hatimu ya :')

Menjaga ~Where stories live. Discover now