Chapter 1: Ayah, aku rindu Ibu

1.1K 22 0
                                        

Pairing : Naruto x Hanabi

Genre : Family/hurt/comfort

Di bawah langit biru yang sangat cerah, burung-burung beterbangan secara berkelompok. Mereka akan pergi entah kemana dengan tujuan yang sama. Ke arah yang sama. Tidak pernah terpisah dan saling mempererat hubungan baik di antara satu sama lainnya. Mereka akan mencapai tempat yang sama dengan penuh perjuangan.

Tapi, ada satu dari antara mereka memutuskan untuk memisahkan diri. Lalu dia pun terbang menuju ke suatu tempat yang ada di desa Konoha. Kemudian ia mendarat di salah satu atap sebuah kantor yang bernama kantor Hokage.

Tampak di jendela bening bagaikan es, seorang pria berambut pirang pendek sedang duduk membelakangi jendela. Matanya biru seindah langit yang cerah. Ia mengenakan jubah jingga dengan atasan yang sewarna dengan jubahnya. Bawahannya celana hitam dan sepatu ninja hitam membungkus kakinya. Umurnya 26 tahun. Namanya adalah Uzumaki Naruto. Dia adalah Nanadaime atau Hokage ketujuh yang memimpin desa Konoha itu.

Beberapa tumpukan berkas penting menjulang tinggi hampir memenuhi meja kerjanya. Membuat Naruto sangat frustasi saat mengerjakannya. Banyak yang harus dia kerjakan. Terlebih ditambah dengan berita mendadak dari seseorang yang tergesa-gesa menemuinya.

TOK! TOK! TOK!

Pintu diketuk oleh seseorang. Naruto menyadarinya.

"Ya, masuk!"

BRAAAK!

Pintu terbuka dengan keras. Seseorang itu langsung masuk dengan wajah yang sangat panik.

"LAPOR, TUAN HOKAGE!"

Naruto menatap orang itu dengan datar.

"Ya, ada apa? Ada kabar buruk lagi tentang Bolt?" tanya Naruto sembari menebak.

Orang itu mengangguk cepat.

"Ya, kabar buruk, tuan Hokage. Bolt membuat kekacauan lagi di desa. Kali ini ia mencoret-coret dinding rumah para warga dengan cat air. Semua warga menjadi kesal karena ulahnya itu."

Naruto menepuk jidatnya. Lalu ia menghelakan napasnya. Ia semakin stres menghadapi masalah yang satu ini.

"Dasar anak itu. Dia selalu membuat masalah," muncul sudut perempatan di kepala Naruto."Akan aku atasi masalah ini secepatnya. Aku yang akan pergi sendiri untuk menghentikannya."

"Baik, tuan Hokage. Kalau begitu, saya permisi dulu," orang itu memberi hormat.

"Ya, silakan!" Naruto mengangguk.

Orang itu pun keluar dari ruang Hokage.

Naruto bangkit dari kursinya. Secara langsung ia membentuk sebuah segel tangan.

POF!

Saat itu juga, Naruto menghilang dari tempat itu dan meninggalkan begitu saja pekerjaannya yang masih sangat banyak.

.

.

.

Di salah satu sudut desa, tepatnya di sebuah rumah warga. Seorang anak laki-laki berusia enam tahun sedang mencoret-coret dinding rumah warga dengan cat air secara diam-diam. Ia tertawa cekikikan saat melakukannya.

"Dengan begini, Ayah akan datang sebentar lagi," harapnya.

Suasana di tempat itu sungguh sepi. Hanya ada bocah laki-laki yang berambut pirang itu.

POF!

Tiba-tiba, muncul seseorang yang datang dan menegurnya dengan keras.

"BOLT!"

GUIDING LIGHTWhere stories live. Discover now