Kiss [Namjin]

40 2 0
                                        

“Cepat hyung, kau harus menciumnya” Ucap hoseok tidak sabar

“Tidak, aku tidak bisa” Ucap Seokjin memelas

Mereka sedang dalam siaran langsung Vlive. Seokjin mendapat hukuman mencium Namjoon, padahal itu adalah hukuman darinya tetapi malah ia sendiri yang mendapat hukuman itu.

“Tidak boleh begitu hyung, itu hukumanmu” Ucap Jimin

Seokjin mendapatkan hukuman mencium Namjoon, Seokjin deg-degan karna harus mencium Namjoon sedangkan Namjoon hanya diam tidak bicara apa-apa.

“Cepatlah hyung” Ucap Namjoon sedikit kesal karna Seokjin mengundur-undur hukuman mereka.

Deg..Deg..Deg

Seokjin mencondongkan tubuhnya ke Namjoon. Perlahan semakin dekat kearah Namjoon, jarak mereka hanya berapa senti sekarang.

Cup

Seokjin mencium pipi Namjoon sebentar, hanya beberapa detik tidak sampai dua detik. Dia langsung menjauhkan tubuhnya dari Namjoon. Setelah itu ia tertawa terbahak-bahak untuk menutupi pipinya yang panas, ia yakin sekarang warnanya sudah seperti kepiting rebus.

“Wah, sungguh menyenangkan mendapatkan ciuman dari orang tampan” Ucap Namjoon senang

Semua member pun tertawa melihat kelakuan leader dan hyung tertua mereka.

Semua member sudah pulang ke drom sekarang dan berjalan kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat karna lelah.

Namun tidak dengan Seokjin, ia memilih berjalan kearah dapur untuk mengambil minum. Ia gugup, tidak tahu kenapa setiap ia melihat Namjoon ia selalu saja teringat tentang kejadian ciuman tadi.

Seokjin terlalu sibuk melamun sampai ia tidak sadar bahwa da seseorang yang dari tadi memanggilnya.

“Jin hyung!” Panggil Namjoon

“Hah- Ah- kau mengejutkanku Joon” Ucap Seokjin terkejut, lalu ia menundukan kepalanya karna malu. Ia teringat kejadian itu lagi.

“Kamu kenapa hyung?” Ucap Namjoon sambil mendekat kearah Seokjin

“Ah- aku tidak apa” Ucap Seokjin semakin menundukan kepalanya.

“Benar tak apa? Pipimu mengapa panas dan memerah hyung?” Ucap Namjoon khawatir sambil mengusap pipi seokjin lembut.

“Benar, aku tak apa” Ucap Seokjin sambil menepis halus tangan namjoon dari pipinya.

“Ah- baiklah” Ucap Namjoon lega

“K-kau, a-apa yang kau lakukan disini?” Tanya Seokjin gugup

“Aku ingin minum tadi”

Seokjin hanya beroh ria

“Gelasnya dimana lagi hyung? Ah- itu dia” Ucap Namjoon sambil berjalan kearah Seokjin saat menemukan gelasnya ada di belakang Seokjin.

Bukannya meminta Seokjin untuk bergeser Namjoon malah mendekatkan tubuhnya dengan Seokjin. Tubuh mereka sekarang begitu dekat, sangat dekat sampai-sampai mereka bisa mendengar deru nafas masing-masing. Pipi seokjin sekarang benar-benar merah, lebih merah dari pada sebelumnya.

Namjoon tidak langsung mengambil gelasnya, ia malah diam sambil memandangi wajah seokjin yang merah seperti kepiting rebus itu. Dia sepertinya malu, manis sekali. Begitu kira-kira batin Namjoon

“Namjoon, cukup aku malu” Cicit seokjin pelan namun masih bisa terdengar oleh Namjoon

“Mengapa kau malu hyung? Kau lucu sekali. Wajahmu jadi cantik ketika sedang malu begini” Ucap Namjoon sambil terkekeh pelan

“A-aku tidak tahu, tetapi setiap aku dekat dirimu aku selalu merasa jantungku berdetak sangat kencang” Ucap Seokjin gugup

“Sepertinya aku tahu hyung” Ucap Namjoon. Mendengar ucapan Namjoon Seokjin pun ngangkat kepalanya keatas agar bisa menapat Namjoon.

“Apa?” Tanya Seokjin sambil menatap Namjoon intens

“Kau jatuh cinta kepadaku” Ucap Namjoon sambil tersenyum

“K-kenapa? Bagaimana bisa? M-maksudku-“

“Cinta tidak butuh alasan hyung, seperti aku cinta padamu. Tidak ada alasannya” Ucap Namjoon memotong ucapan Seokjin

“K-kau mencintaiku?” Ucap Seokin terkejut

“Um..sebenarnya sudah lama tapi aku tidak pernah berani bilang kepadamu, mungkin ini waktu yang tepat. Kim Seokjin  maukah kau menjadi kekasihku?”




Oneshoot [BTSHIP]Stories to obsess over. Discover now