Matahari akan tenggelam beberapa saat lagi. namun, hal itu tidak membuat 3 anak kecil itu berhenti berlari mengejar satu sama lain.
Tanpa disengaja, gadis kecil bernama Yuki mendorong badan mungil Runi hingga membuatnya terjatuh.
Yuki tertawa terbahak-bahak melihat Runi yang masih tergeletak ditanah dengan lutut dan pergelangan tangannya yang memerah, karena bergesekan dengan tanah. Runi terisak.
Kai menyodorkan tangannya membantu Runi berdiri.
"Jangan tertawa Yuki, lihatlah sekarang lutut dan tangan Runi terluka. Ayo minta maaf" ujar Kai. Yuki menghentikan tawanya berganti menjadi wajah datar.
" baiklah. Yuki minta maaf, Yuki janji ngga akan ketawa lagi dan maaf juga bikin Runi jatuh, Yuki ngga sengaja" Yuki menunduk merasa bersalah.
"Nggapapa Yuki" Runi tersenyum tulus dan menyeka air matanya. Kai tersenyum bahagia karena Runi tidak menangis lagi.
"KAI AYO PULANG NAK SUDAH MAU MALAM" Yuna memanggil, ibu dari Kai.
Runi menatap 2 sahabatnya lekat.
"Kai, jangan pernah tinggalin Runi" gadis bernama Runi itu mulai lagi, inilah awal dari pertengkaran mereka.
"Suatu saat nanti Kai harus nikahin Runi" lanjut Runi, hal itu mengundang tatapan tak suka dari Yuki.
"Yang bakal nikah sama Kai itu Yuki, bukan Runi" ujar Yuki dengan polos.
"Kita masih kecil, jangan membicarakan masalah orang dewasa" Kai menengahi perdebatan antara Yuki dan Runi.
"Tapi kita akan tumbuh dewasa Kai" lagi-lagi Runi mengoceh.
"Tapi belum saatnya kita berbicara soal cinta" jawab Kai lagi.
"Kalau begitu berjanjilah kau akan mencintai aku saat kita dewasa" Runi menyodorkan telapak tangannya menunggu Kai yang berjanji akan mencintainya.
"Aku janji akan mencintai kalian berdua saat kita dewasa" Kai lalu mengangkat telapak tangan Yuki dan menepuk kedua telapak tangan gadis kecil itu.
"Sekarang adilkan" lanjut Kai lagi tersenyum pada 2 sahabatnya.
***
Pagi yang cerah, namun tidak dengan suasana hati Yuki dan Runi. Mereka menangis tanpa henti, orangtua mereka sampai kewalahan menghadapi tingkah anak-anak mereka.
"Lihat Ronal, Yuki dan Runi tidak akan berhenti menangis" ujar Ira, ibu dari Yuki.
"Aku tahu, sekarang bagaimana lagi" Ronal kebingungan dengan tingkah sahabat dari Kai itu.
Kai mendekati kedua sahabat baiknya itu, ia meraih tangan Yuki dan Runi.
"Kai pasti kembali lagi kesini. Kalian jangan nangis. Nanti kalau Kai pulang dari Australia, Kai bawain kangguru gimana?" Kai mencoba memberi pengertian pada kedua sahabatnya.
Sista,ibu dari Runi terkekeh pelan mendengar kai mencoba menghentikan tangisan Yuki dan Runi dengan mengiming-imingkan hewan khas Australia itu.
"Ta..tapi mah, Kai janji ngga akan ninggalin Runi dan Yuki" Runi sesenggukan menatap Sista.
"Siapa yang mau ninggalin Yuki sama Runi?, Kai bilang Kai akan kembali. Jangan nangis Runi, Yuki. Kita tetap sahabatan" Kai lagi-lagi berusaha menenangkan Runi dan Yuki yang masih saja terisak.
Karena urusan pekerjaan, Ronal mengikutsertakan Kai,Yuna,dan bayi mereka yang baru berusia 10 bulan bernama Selin untuk keaustralia. Hal itulah yang membuat Yuki dan Runi meraung-raung, bahkan tak mau mendengarkan orangtua mereka. Namanya juga anak kecil, mereka tak perduli kalau sekarang mereka ada dibandara dan disekiling mereka banyak yang memperhatikan dan pastinya bertanya-tanya, kenapa 2 gadis kecil iu menangis.
"Jangan khawatir Runi, Kai pasti akan datang lagi kesini" Yuna ikut menenangkan 2 anak kecil yang sudah ia anggap anaknya sendiri.
"Kai janji bakalan main lagi sama Yuki sama Runi disini?" Tanya Yuki.
"Ia Yuki, Kai janji. Sekarang kalian jangan nangis lagi oke" ujar Kai.
Yuki dan Runi mengusap air matanya dan tersenyum. Orangtua mereka merasa sangat lega karena Yuki dan Runi mau mengerti juga. Kai memang pintar menengahi perdebatan Yuki dan Runi juga pintar menenangkan kedua sahabatnya itu. Entah berapa kali sehari Yuki dan Runi akan bertengkar saat nanti tak ada Kai.
Bukan berarti Kai tidak sedih meninggalkan sahabatnya, semalam saat Ronal memberitahukan kepindahan mereka keaustralia pada Kai, anak laki-laki tampan berkulit putih itu menangis sesenggukan dihadapan Ronal dan Yuna. Namun, menenangkan Kai semudah membalikkan telapak tangan, tidak seperti Yuki dan Runi yang sulit untuk diberikan pengertian.
"Ayo Kai pesawat akan segera berangkat" Ronal mengangkat Kai dan menggendongnya, bandara cukup ramai, Ronal takut anaknya itu akan hilang. Sedangkan Selin ada didekapan Yuna.
'Sampai jumpa lagi Kai'
Yuki dan Runi melambaikan tangannya pada Kai, begitupun dengan Kai. Ia memberikan isyarat dengan tangannya bahwa Yuki dan Runi tidak boleh sedih lagi.
Bersambung...
Ket: * = beberapa jam kemudian
** = keesokan harinya
*** = beberapa hari kemudian( 2/3/4 hari
kemudian dst)
**** = disisi lain
YOU ARE READING
THE LOVE TRIANGLE
Teen FictionLebih baik tidak ada hubungan sama sekali daripada membangun pertemanan dengan pria
