Roti Bakar
WWW
One Shoot | Friendship| G
NCT Dream (OT 7)
Hari-hari Haechan berjalan seperti peribahasa "sambil menyelam minum air" : sambil kuliah jualan roti bakar. Ya! Roti bakar adalah sesuatu yang selalu dibawa Haechan ke kelas, kantin, ruang dosen, dan ke semua tempat-tempat di kampus. Sampai-sampai, seluruh warga fakultas tahu dengan slogan "Dimana ada Haechan, di situ ada ROTI BAKAR"
Banyak teman sekelas Haechan yang jadi langganan roti bakarnya. Mereka paling suka makan roti bakar Haechan pas lagi hangat-hangatnya, karena sekali gigit, renyahnya terasa dan terdengar sampai ke rongga telinga, asapnya langsung masuk ke hidung, merebakkan aroma isian rasa. Di gigitan kedua, kelembutan roti akan menguasai lidah dan gigi, hingga terjadilah rebutan antara lambung yang ingin segera mencerna roti itu dan lidah yang tak mau lepas dari rasa dan renyah-lembuut roti bakar itu. Maka dari itu, teman-teman Haechan gak mau beli cuma 1 roti.
Haechan juga memberi keunikan pada bisnis roti bakar yang sudah dirintis sejak semester 3 lalu ini. Bukan hanya pada varian rasa kacang ijo yang kadang membuat orang heran lantaran saking rarenya, Haechan juga membuka jasa custom bentuk roti yang dibakar. Mau kasih hadiah ke pacar? Haechan bisa membuatkan roti bakar bentuk hati. Beli coklat bentuk huruf nama doi tapi kemahalan? Haechan juga bisa membuatkan roti bakar bentuk huruf dengan harga lebih terjangkau.
***
Setelah berkeliling kantin dan hanya laku satu roti bakar, Haechan memutuskan pergi ke kelas. Seperti biasa, ia letakkan kotak plastik berisi roti bakar itu di kursi. Sambil menunggu ada teman sekelas Haechan yang beli, Haechan bermain ponsel.
"Chan, ikut gue yok!" tiba-tiba Renjun mengagetkan Haechan.
"Kemana?" tanya Haechan sambil masih fokus ke ponsel.
"Udah ikut aja!" laki-laki mungil itu menarik-narik kaos Haechan.
"Kemana sih? Lo sama anak-anak mau ngasih kejutan ya? Mau nyiram gue mentang-mentang gue ulang tahun, ya? Gak ah, gak mau! Gue bukan kembang, gak usah disiram-siram." omel Haechan sambil tetap digeret Renjun.
"Hih! Ngapain repot-repot kasih kejutan ama lu? Gue mau ngajak lu ngambil buku gambar di ruang bu dosen."
"Tumben minta ditemenin?"
Pertanyaan itu membuat Renjun hilang kata. Bola matanya bergerak tak tentu arah untuk mencari alasan "L-Lu gak mau nemenin gue?"
"Ogah, gua males panas-panasan." Haechan duduk lagi.
"Ayolah, masak lu tega liat gua kecil gini bawa buku gambar A3 banyak banget." Kali ini Renjun tampak memelas pada Haechan -biasanya tak pernah seperti itu-. Akhirnya, Haechan kasihan dan menerima ajakan itu. Namun Haechan tetap merasa aneh. Baru kali ini ia mendapati ketua kelas kuat nan tangguh itu minta bantuan. Padahal biasanya ia melihat Renjun terlihat baik-baik saja saat membawa tumpukan buku gambar A3 dari ruang dosen ke kelas.
"Tumben lu lemah." Ucap Haechan saat sudah berada di perjalanan.
"Namanya juga manusia, ya bisa lemah."
Seperti dugaan Haechan, jalanan ke gedung ruang dosen sangat panas disinari panas matahari pukul 9. Ditambah lagi, ternyata bu dosen dan buku gambar mereka tidak ada di ruang dosen. Jadi, Haechan dan Renjun kembali ke kelas dengan tangan hampa. Kecewa memenuhi hati Haechan, karena merasa sia-sia pergi ke ruang dosen. Perjalanan tak hanya sampai di situ, Renjun menambah rute lebih jauh dengan berbelok dulu ke tempat fotokopi untuk membeli pensil.
ESTÁS LEYENDO
Roti Bakar
FanfictionHaechan mau disiram? Padahal dia kan buakn kembang. [Rank] #52 in ncthaechan - 29/07/2020 #24 in nctchenle - 29/07/2020
