Tak tak tak tak. suara langkah-langkah cepat kakiku, yang tidak peduli dengan sekitarnya, bagaimana mungkin aku bisa peduli kalau sekarang aku sudah sangat terlambat untuk masuk kampus dengan dosen yang terkenal killer masalah waktu, telat satu menit saja, aku bisa tidak di ijinkan masuk mata kuliahnya, terserahlah dengan orang-orang yang sedang memperhatikanku, asal pak Donny tidak mengeluarkanku lagi kali ini, bisa-bisa aku harus mengulang mata kuliahnya tahun depan.
kulirik jam tanganku sambil mempercepat langkahku, kali ini aku bahkan sudah berlari tanpa aku sadari, dan tiba-tiba tak…
‘’aduhhh’’ ( terjatuh dan terduduk) seseorang menabrak ku sampai terjatuh, aku sangat kesal sampai ingin berteriak pada orang itu, ku angkat kepalaku bersiap-siap untuk berteriak
‘’ kalau….’’ ( terdiam seketika). Aku menghentikan ucapanku yang semakin tinggi nadanya saat kulihat seseorang itu mengulurkan tangannya untuk menolongku dengan raut wajah menyesal , kuraih tangan itu tanpa berbicara apapun, ‘’ setidaknya dia menyesal, dan sesungguhnya ini bukan kesalahannya, akulah yang jalan terburu-buru’’ (batinku).
Tanpa berbicara sepatah katapun dan hanya saling berbagi senyum kecil, kami melanjutkan tujuan kami masing-masing. ‘’ aku sudah sangat terlambat untuk masuk kelas pak Donny’’ ( panik)
‘’ sampai juga di kelas, puji Tuhan pak Donny belum masuk ruangan’’ ( ucapku pada sahabat baikku Lia yang sudah menyediakan tempat duduk untukku seperti biasanya)
‘’ kebiasaan kamu San, telat terus kalau masuk kelas pagi’’ ( celetuk Lia
‘’ Semalam aku begadang nyiapin persentase Psikologi pendidikan Li, jadi maklum lah hehehe ‘’ ( jawabku santai)
‘’ alasan kamu tuh, paling nonton drama korea lagi’’ ( jawab Lia kembali)
‘’sttt pak Donny udah masuk tu, nanti kita lanjut lagi’’ ( jawab ku sambil melempar pandanganku ke arah Pak Donny)
Perkenalkan namaku Sania, aku salah satu mahasiswi universitas Palangka Raya jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan sekarang lagi berjuang untuk lulus secepatnya, agar bisa cepat pulang ke Bandung dan tidak perlu membayar biaya kuliah lagi, maklumlah aku hanya anak guru honor yang penghasilannya tidak lah seberapa, dan orang yang ada di sampingku sekarang adalah sahabat terbaik dan yang paling cerewet, tapi paling mengerti aku, namanya Lia kita sama-sama merantau di sini, meski sebenarnya dia hanya anak kampung sebelah hehehe.
Ini adalah tahun-tahun akhir kita menjadi mahasiswa di Palangka Raya, dan target kita Cuma satu cepat-cepat wisuda!!, dan tidak ada cinta-cintaan dalam kamus kami, apa lagi sebenarnya Lia sudah punya seseorang di kampung yang siap meminangnya begitu lulus kuliah, kalau aku…. Aku hanya ingin cepat wisuda sudah itu saja, kalau soal cinta, aku tidak punya waktu untuk memikirkan itu.
Tanpa terasa satu semester sudah berlalu begitu saja, dan hari ini aku sedang bersiap-siap berangkat ke fakultas untuk melihat lokasi PPL.
‘’ ini nih yang buat aku paling malas kalau sudah ke fakultas, harus desak desakan padahal Cuma buat liat lokasi PPL doang’’ ( ucap Lia dengan kesal)
‘’ udah deh gak usah ngeluh biasanya juga, kamu juara kalau nerobos nerobos gerombolan orang banyak ini hahahha’’ ucapku pada Lia
‘’ hari ini kamu aja deh yang nerobos’’
‘’ mau kita disini sampe sore???, ya udah biar aku aja’’
Mendengar perkataan ku, tanpa berkata-kata lagi Lia langsung meninggalkanku sendiri dan menerobos gerombolan orang yang lagi sibuk melihat lokasi PPL masing-masing dan dalam waktu hitungan menit Lia kembali dengan membawa selembar kertas kecil,
YOU ARE READING
puisi Lama (END)
RomanceKamu akan selalu jadi Bab termanis dalam perjalan ini Daniel Setiap tindakan dan tutur lembutmu namun tegas akan selalu terukir manis di hatiku Semesta telah mempertemukan kita dengan indah Dan menulis akhir yang paling indah juga untuk kita
