Part 1

313 24 14
                                        

Yeeeee aku balik teman-teman gimana ada yang bener-bener nungguin lanjutan cerita ku gak niy....

Semoga ada ya..
Karena aku juga kangen kalian yang ngumpat-ngumpat hehehe....

Cerita ini lanjutan dari cerita Penyesalan Yang Diawali Kebohongan, jadi biar kalian tidak bingung baca dulu yang pertama ya....

Ok aku gak mau cang cing cong lama-lama selamat membaca, dan mungkin akan ada penambahan cast jadi nanti aku tampilin fotonya ya...

Selamat membaca...🤗🤗😘

.

.

.

.

.

.

Menjadi ibu sekaligus ayah tidaklah mudah, dimana kita harus ditanya kenapa aku tidak memiliki istri atau kemana ibunya.

Itu adalah pertanyaan yang selalu menyayat hati ku, bagaimana tidak, aku membesarkan anak ini sendiri, aku juga tidak ingin orang mengetahui jika aku laki-laki, tetapi bisa hamil dan melahirkan, walau sebenarnya aku memang seperti itu.

Namun aku tidak pernah menyesal melahirkannya, karena kehadirannyalah aku bisa merasakan kebahagian, yang awalnya untuk hidup saja aku tidaklah ingin.

Tapi semua berubah saat tangis itu pertama kali aku dengar, aku seperti mendengar kehidupan yang baru, mendengar sesuatu yang hidup, sesuatu yang harus aku jaga dan aku beri kehidupan yang layak.

Seiring waktu berlalu hingga sekarang anak itu sudah berusia 4 tahun dan sudah mulai bisa mengenal lingkungan, sudah bisa mengerti dan membedakan sesuatu.

Awalnya aku takut, sangat takut jika saja anak itu menanyakan bagaimana bisa dia lahir dari seorang laki-laki bukan perempuan dan bagaimana dia menanyakan sosok ibu, dan kenapa aku harus merawatnya sendiri tanpa ada seorang ibu.

Pikiran itu terus menerus menghantui ku, tetapi aku tidak ingin membohonginya, mungkin nanti perlahan aku akan menjelaskan padanya sedikit demi sedikit, agar dia mengerti, yang aku harapkan hanya satu, semoga dia tidak jijik dan malu memiliki orang tua seperti ku.
.
.
.
.

Empat tahun aku sudah membesarkan Hyunjin sendri, tatapi anak ini selalu ada saja tingkah lucu dan menyebalkannya yang membuat ku gemas.

Hari ini adalah hari ulang tahun Hyunjin, dan dia minta untuk di temani bermain di taman bermain, aku sudah berjanji 1 minggu yang lalu untuk mengajaknya jalan-jalan ke taman bermain.

Dan pagi-pagi sekali anak itu sadah bangun dan membangunkan ku.

"Papa.. papa... papa.. bangun lah, kita jadi ke taman bermain kan?" ucapnya sambil mengoyangkan tubuh ku.

Aku sengaja tidak membuka mata dan pura-pura tidur, karena dengan begitu dia akan sangat marah dan mulai cemberut dan itu selalu membuat ku gemas, walau sebenarnya tingkahnya ini mengingatkan ku pada ayahnya jika ngambek.

"Papa bangunlah papa sudah janji dengan Hyunjin kan, papa ayooo bangun, papa tidak lupa kan kalau hari ini Hyunjin ulang tahun." masih menggoyangkan badan ku untuk membangunkan ku.

Aku yang mendengarnya, rasanya ingin tertawa dan memeluknya, namun masih aku tahan aku ingin melihatnya cemberut dan marah-marah.
Tetapi ternyata berbeda.

"Papa hiikssss.... papa benar lupa hiksss... papa tidak sayang Hyunjin lagi hiiksss...." gumamnya sambil menangis.

Aku yang mendengar Hyunjin menangis, seketika membuka mata dan menariknya kepelukan ku.

JB & JINYOUNG (SEQUEL Penyesalan Yang Diawali Kebohongan) Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora