Hai perkenalkan nama ku Andira. Aku biasa dipanggil dengan nama Dira. "Aku seorang wanita biasa berambut panjang, hidung mancung dan bibir yang mungil" begitulah kata orang-orang yang mendeskripsikan diriku.
Aku merasa asing disini, karena aku menjadi murid baru di SMAN 1 pandjajaran. Ini adalah kemauan dari ayahku yang menyuruhku untuk pindah sekolah. Ya bagaimana tidak, ayahku yang bekerja sebagai abdi negara harus ditugaskan ditempat ini, jadi kami sekeluarga harus ikut dengannya. Sebenarnya aku tidak senang berada disini.
Bagaimana pun aku sebagai anak harus mengikuti apa yang orang tua mau. Apakah kamu ingin menjadi anak durhaka yang membangkang orang tua? Yah tentunya tidak, tak ada seorang anak yang ingin jauh dari orang tuanya.
Entah perasaan seperti apa yang ada dibenakku. Aku ingin pergi tetapi aku merasa ingin tetap disini. Sebab ada hal yang harus aku kejar tanpa harus melihat lingkungan sekitar.
Dia menjadi alasanku untuk bertahan berada disini. Awalnya aku tidak begitu menyukainya, tetapi semakin aku melihat dan memperhatikannya aku merasa tergoda untuk mencari tahu tentangnya. Bagaimana tidak? Dia adalah lelaki tampan, cerdas, dan bahkan soleh. Maasyaallah kan ya hehe.
Namanya sering disebut banyak orang diko diko, panjangannya diko mahendra.
Awalnya aku biasa saja tetapi seiring waktu berjalan aku mulai terpukau dengan kehadirannya.
"Melihatnya bagaikan sekumpulan bunga yang menawan dan enak dipandang. Boleh jadi hasrat ku untuk menggapainya semakin menggebu-gebu".
Tentunya dalam perjalanan mendapatkannya tak berjalan sesuai yang diperkirakan. Panas, hujan, hingga taburan pecahan kaca selalu membalut perjalanku.
Apakah aku harus berubah? Aku hanya wanita biasa yang belum paham tentang banyak agama. Sebenarnya aku merasa malu untuk melangkah, melihat disekelilingnya ditemani dengan bidadari-bidadari surga. Perbandingan denganku itu sangat jauh.
Aku merubah diriku sedikit demi sedikit. Aku mencoba untuk mendekatinya lebih dekat lagi. Tapi semakin aku dekati dia semakin menjauh. Setelah lulus dari SMA aku harus rela kehilangan dia.
Kampus menjadi tempat ku berkelana. 1 tahun 2 tahun berlalu, hatiku tetap belum bisa mengubah rasa untuknya. Hingga aku bertemu dengan teman lama ku. Kami pertama kali kenal disaat umur kami 7 tahun. Yah sekitar aku masih berada dibangku sekolah dasar.
Hatiku mulai terbuka dengan kehadirannya, sebut saja namanya edo panjangannya edo fernando. Bahkan aku sampai melupakan rasaku untuk dia. Akhirnya aku menjalani hubungan dengan edo. Tak begitu lama hubungan kami berjalan. Dia yang aku kira baik ternyata dia tidak lain hanyalah laki-laki jahat yang mempermainkan hati wanita seenaknya.
Hati mulai menyepi, hadir kembali rasa yang pernah padam beberapa bulan mulai bermunculan tentang dia lagi.
3 tahun berlalu, tanpa aku sadari aku bertemu dengan dia kembali.
"Setiap tulisan belum tentu baik, maka dari itu dibutuhkan kritik dan saran yang membangun dari kalian. Agar cerita ini dapat dilanjutkan dengan cerita yang lebih menarik lagi"
keti_kanjari
Silahkan beri kritik dan saran dikolom komentar, dan apabila kalian suka tulisan ini boleh di vote"
Jazakallahu khair
YOU ARE READING
Siapa Dia? Yang Diam-Diam Aku Perhatikan
RomanceCinta bisa merubah apapun. Kondisi, sifat, sikap, perilaku semua bisa berubah karna cinta. Tetapi cinta harus dibatasi. Ada yang pernah bilang cinta itu tak selalu mengarah ke kebahagian. Ada cinta yang sesaat ada yang cinta seutuhnya ada cinta yan...
